Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Aku ingin menggigitmu


__ADS_3

Amira Tan saat ini membenarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Noah, tetapi tadi tidak sempat terlintas pikiran itu karena fokus pada cerita Jack mengenai nasib Arya yang kehilangan ingatan.


"Kau benar. Kenapa aku tidak memikirkan hal itu. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika Putri melihat berita pernikahan Arya Satu, akan marah dan tidak terima karena masih mencintai Arya dan memilih untuk menghancurkan pernikahan dengan cara membuka rahasia mereka."


Namun, baru saja menutup mulut, terdengar suara Noah yang menanggapi apa yang baru saja disampaikan.


"Menurutku, tidak mungkin terjadi karena aku tahu bahwa Putri tidak akan melakukan hal seperti itu. Lalu, kemungkinan yang kedua apa?" Tentu saja ia saat ini ingin membandingkan pemikiran Amira Tan dan pemikirannya sendiri.


"Kemungkinan yang kedua adalah Putri semakin terluka karena pria yang dicintai sangat cepat melupakan cinta mereka dan menikah. Bahkan pasti keluarga Mahesa tidak akan mengungkapkan di media. Bahwa saat ini Arya mengalami amnesia."


Amira Tan menghentikan sejenak perkataannya karena mengingat saudara perempuannya yang pastinya akan sangat menderita begitu mengetahui kabar baik bagi keluarga Mahesa dan menjadi kabar buruk untuknya.


"Aku sangat khawatir jika Putri kembali terluka begitu membaca berita pernikahan mantan suami yang masih sangat dicintai. Aku bisa melihat cinta yang begitu besar di mata Putri pada Arya ketika melampiaskan amarah saat mengetahui perselingkuhan di kantor."


"Hingga tidak ada daya untuk membela diri ketika sangat terluka saat pria yang dicintai sekaligus dipercaya ternyata mencurigai status Xander dan memilih mempercayai hasil tes DNA palsu daripada perkataan Putri."


Bahkan saat mengungkit hal itu lagi, Amira Tan kembali terluka dan saat ini tidak lagi bisa berpikir jernih untuk mencari jalan penyelesaian agar bisa menemukan keberadaan Putri.


"Kamu jangan khawatir pada nasib ibu dan anak malang itu. Selama ini sudah berusaha untuk mencari, tetapi sama sekali tidak ada hasil. Sebenarnya di mana sekarang? Bahkan di tempat Bagus pun tidak ada."


"Padahal kupikir Putri kembali ke kampung halaman, tapi ternyata tidak. Sepertinya benar bahwa Putri memang berniat untuk hidup di tempat baru untuk mencari ketenangan," ucap Noah yang saat ini juga merasakan hal sama seperti Amira Tan.


Bahkan satu bulan ini dipusingkan dengan acara mengerahkan kenalannya untuk memberikan informasi ke setiap daerah tempat tinggal mereka dengan menyebarkan foto Putri.


Namun, sama sekali tidak ada perkembangan dan berpikir bahwa Putri seperti menghilang ditelan bumi.


"Aku sangat berharap pada kemungkinan pertama. Bahwa Putri akan kembali begitu melihat berita pernikahan Arya. Kemudian membalaskan dendam karena telah disakiti oleh orang-orang yang tidak berperikemanusiaan karena mengorbankan bayi tidak berdosa yang baru saja melihat dunia."

__ADS_1


"Xander harusnya mendapatkan kasih sayang dari orang tua yang lengkap karena sebenarnya keduanya sama-sama saling mencintai, tetapi dipermainkan oleh permainan yang diciptakan Ari Mahesa dan istri."


Bahkan saat ini ia sama sekali tidak berniat memanggil tuan pada pria paruh baya yang dianggap tidak bisa dihormati tersebut. Apalagi saat ini berpikir bahwa pria itu tidak tahu malu karena masih terus berusaha membohongi putra sendiri hanya demi bisa menikahkan dengan wanita yang dianggap sederajat


"Harta, tahta, wanita. Tiga poin itulah yang menghancurkan apapun di dunia ini. Bahkan seorang raja kerajaan besar pun hancur hanya karena salah satu dari itu." Noah menanggapi sesuai dengan fakta yang selalu terjadi.


"Bahkan aku pun hancur hanya gara-gara satu poin itu." Melirik ke arah Amira Tan yang saat ini mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi.


Seolah merasa tidak terima dengan apa yang baru saja dikatakan. "Kenapa? Apakah aku salah berbicara seperti itu?"


"Apa kau pikir hanya kau yang hancur dan aku tidak?" Amira Tan menjawab dengan nada suara yang sinis karena merasa sangat kesal ketika menjadi pusat disalahkan oleh pria yang seperti tidak berdosa itu.


'Padahal yang menjadi korban utama adalah seorang wanita jika kehilangan kesucian karena perbuatan khilaf seorang pria,' gumam Amira Tan yang saat ini mengumpat di dalam hati untuk meluapkan rasa kesal karena Noah selalu saja membuatnya seolah-olah tidak menjadi korban.


Refleks Noah menggelengkan kepala karena memang berpikir bahwa hal yang baru saja dikatakan benar. "Kamu tidak hancur karena sudah mendapatkan hatiku, Amira Tan. Apa kamu tidak sadar akan hal itu?"


Wajah Noah bahkan sangat masam ketika berbicara hal itu karena wanita di hadapan sama sekali tidak mengerti dan memahami betapa besar rasa cintanya. Ingin sekali ia menggigit bibir bawah wanita itu karena merasa sangat geram.


Wajah Amira Tan seketika memerah dan juga mengerjapkan mata berkali-kali begitu kalimat bernada manis baru saja lolos dari bibir pria yang saat ini terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya.


Bahkan ia baru menyadari hari ini jika pria yang sudah dua kali bercinta dengan pria tersebut yang memiliki paras rupawan dan setiap pahatan terukir seperti kesempurnaan tanpa cela.


Bahkan saat ini menatap ke arah bibir tebal yang selalu membuatnya merasa candu dan tidak pernah bisa menolak ketika diserang oleh Noah.


'Sial! Aku tidak bisa berpikir jernih saat ini hanya karena satu kalimat dari Noah,' gumam Amira Tan yang menelan ludah karena merasa sangat gugup dan tidak bisa menjawab kalimat yang bisa diartikan merupakan pernyataan cinta seorang Noah Martin.


Noah saat ini masih tidak berhenti tersenyum ketika melihat wajah Amira Tan yang memerah dan sangat menggemaskan. Bahkan ingin sekali mengatakan bahwa saat ini ia berhasil membangkitkan api gairah dalam dirinya.

__ADS_1


Namun, tidak ingin membuat Amira Tan kelelahan, akhirnya berbicara singkat, tepat, dan padat. "Aku mencintaimu, Amira."


Lagi-lagi Amira Tan merasa degup jantung saat ini seperti mau meledak begitu mendengar pernyataan cinta secara langsung dari pria yang mengarahkan tatapan intens dan seolah mengunci, agar tidak memalingkan wajah.


Bahkan sama sekali tidak bisa membuka suara hanya untuk berkomentar atas pernyataan cinta dari Noah. Amira Tan hanya bisa menelan ludah dengan kasar dan sangat bingung untuk menjawab apa.


'Noah baru saja mengungkapkan perasaan padaku. Apakah ia tidak mengigau? Apakah benar ia mencintaiku? Selama ini, kami memang dekat dan sering bersama, tetapi tidak pernah ada kata cinta.


'Bahkan meskipun sudah bercinta, tetap tidak ada kata sakral tersebut di antara kami,' gumam Amira Tan yang masih betah mengunci mulut rapat-rapat.


Amira Tan merasa sangat gugup sekaligus bingung harus menjawab apa karena sejujurnya sangat shock dengan pengakuan cinta Noah yang tiba-tiba ketika pikiran sedang dikuasai oleh banyak masalah.


Sementara itu, Noah merasa kesal karena sudah bersusah payah untuk memberanikan diri menyatakan cinta pada Amira Tan, tetapi sama sekali tidak mendapatkan jawaban dan malah dicueki.


"Kenapa? Apa kamu sangat terkejut dengan pernyataan cintaku barusan? Hingga membuatmu seperti susah membuka suara? Apa tanggapanmu saat aku menyatakan cintaku padamu? Apakah kamu juga mencintaiku?"


"Ataukah kamu sama sekali tidak mencintaiku dan hanya bernafsu padaku?" Noah yang baru saja menutup mulut, merasakan sesuatu melayang dan langsung ditangkap.


Amira Tan yang awalnya tidak ingin membuka mulut untuk menanggapi pernyataan cinta Noah, seketika merasa sangat kesal begitu kalimat terakhir pria itu seolah menghina harga dirinya sebagai wanita.


Refleks langsung meraih bolpoin di atas meja dan melemparkan pada wajah Noah. "Dasar pria sialan!"


'Bisa-bisanya menuduhku adalah seorang wanita bernafsu pada laki-laki. Meskipun respon tubuhku memang tidak bisa menolak setiap perbuatannya, tapi kalimat itu bukankah sangat kasar?' umpat Amira Tan yang saat ini kembali meluapkan amarah di dalam hati dan memilih bertindak untuk memberikan hukuman pada Noah dengan melempar sesuatu yang berada dekat dengannya.


"Seharusnya aku melemparkan gelas ini padamu!" Amira Tan kembali mengarahkan tatapan tajam pada pria yang malah tertawa dan membuatnya sangat marah dan sekaligus kesal.


Noah yang dari tadi merasa sangat gemas dengan sikap yang ditunjukkan oleh Amira Tan, tidak bisa menahan diri untuk tidak terbahak-bahak.

__ADS_1


"Kenapa kamu sangat menggemaskan dan rasanya aku ingin sekali menggigitmu saat ini, Amira Tan." Kemudian bangkit dari kursi dan berjalan memutar meja untuk mendekati wanita yang terlihat memerah wajah karena gugup.


To be continued...


__ADS_2