
Awalnya, Amira Tan hanya berniat untuk membasahi bibir pria itu yang terlihat sangat kering tersebut.
Ia tidak menganggap itu adalah sebuah ciuman karena tulus membantu pria yang telah menyelamatkan dari para pria berengsek yang hendak berbuat tidak senonoh padanya.
Amira Tan menganggap balas budi dan itu sangat penting karena merasa iba pada pria yang saat ini masih tinggi suhu tubuhnya. Bahkan saat pertama kali ia mendekatkan bibirnya, merasa sangat aneh dan juga bingung atas apa yang dilakukan.
Tentu saja itu adalah pertama kalinya ia melakukan hal yang sangat intim dengan seorang pria tidak sadarkan diri. Lebih tepatnya adalah seseorang yang masih sakit dan tidak mengetahui apa yang dilakukannya.
Aneh dengan degup jantung tidak beraturan kini dirasakan oleh Amira Tan karena saat ini ia sedang berpikir bahwa apa yang dilakukannya terlalu intim.
Bibir mereka kini menyatu dan membuatnya merasakan rasa aneh dan setiap urat syarafnya menggelenyar.
Namun, ia berusaha untuk tidak memikirkan itu karena berpikir jika yang terjadi adalah hanya ingin menolong.
Hingga ia yang sudah bisa mengontrol diri, kini memilih untuk melanjutkan kegiatannya. Amira Tan kembali membasahi bibir tebal pria yang masih dengan sangat erat memeluk tersebut dengan cara menyesap lembut.
Tentu saja pertama kali melakukan sebuah hal intim pada seorang pria membuatnya merasa sangat aneh. Namun, ia berpikir positif karena hanya ingin membuat bibir tebal kering tersebut basah dan tidak terlihat pucat.
Awalnya, ia berpikir hanya akan melakukan hal tersebut sebentar saja dan melepaskannya. Namun, itu semua tidak berlaku ketika pria yang masih memejamkan mata tersebut ternyata membalas perbuatannya.
Jantungnya kini kembali ingin meledak dari tempatnya karena tiba-tiba merasakan bibir tebal itu **********.
'Astaga! Apa yang ia lakukan? Jadi, ia menyadari saat aku membasahi bibirnya?' lirih Amira Tan yang masih berdebar kencang melebihi batas normal degan suara detak jantung bertalu-talu memenuhi ruangan kamar yang dipenuhi oleh kesunyian itu.
Amira Tan yang sangat terkejut, awalnya berniat untuk menghentikan ulah pria itu karena sudah menguasai bibirnya. Bahkan saat ini, urat syarafnya menegang karena ciuman yang semakin lama menuntut tersebut.
__ADS_1
Hingga lama-kelamaan ia sangat menikmati dan tidak jadi mendorong tubuh kekar pria yang semakin memeluk erat tubuhnya dan juga mencium bibirnya.
'Ini adalah ciuman pertamaku,' gumam Amira Tan yang memilih untuk memejamkan kedua matanya dan menikmati perbuatan pria yang sibuk menyesap dan ******* bibirnya dengan tubuh mereka yang seakan menempel.
Ciuman itu berlangsung cukup lama dan menuntut karena Noah yang masih memejamkan mata karena suhu tubuh tinggi, menganggap bahwa apa yang sedang dilakukannya hanyalah sebuah mimpi.
Noah merasa sangat nyaman ketika pertama kali bibir menyatu dan refleks naluri kelelakiannya berjalan, sehingga langsung membalas dengan cara ******* dan menyesap.
Meskipun melakukan itu, tapi ia tidak dalam kondisi tubuh yang fit, sehingga tidak membuatnya merasa bergairah. Ia hanya mengikuti insting dengan cara membalas menyesap dan ******* bibir seseorang yang tidak ia ketahui milik siapa.
Ia masih memejamkan mata karena terasa berat, tetapi samar-samar ia bergumam sendiri di dalam hati atas apa yang dirasakan kali ini.
'Rasanya sangat manis dan membuatku ingin selalu menyesap dan **********. Apakah ini mimpi? Ya, sepertinya begitu karena aku tidak pernah dekat dengan seorang secara emosional dan intim seperti ini.'
Apalagi sebagai seorang pria normal, saat bibir menyatu dan menyesap, serta *******, membuat sesuatu yang selama ini tidur mulai bangun dan itu adalah gelombang hasrat bertalu-talu telah membuat urat syarafnya menegang.
Ia semakin bertambah brutal ******* bibir sensual yang dari tadi ia kuasai karena saat ini, gairahnya telah bangkit dan menginginkan hal lebih.
Bahkan tidak hanya itu saja, tangannya mulai bergerak untuk menjelajahi setiap inchi kulit tubuh seseorang yang bisa dirasakannya penuh dengan lekukan.
Sedangkan Amira Tan kini semakin tidak bisa mengimbangi ciuman liar penuh gairah dari pria yang terlihat semakin brutal dan bergairah karena tidak membebaskan dirinya karena tangan kekar itu semakin meraba kulitnya.
Bahkan ia menggeliat hebat ketika tangan dengan buku-buku kuat tersebut meremas salah satu dadanya.
Meskipun respon tubuhnya ingin melakukan hal yang lebih karena terbawa suasana dan api gairah mulai membakar setiap urat syarafnya, tetapi pikirannya masih mendorongnya untuk menghentikan itu.
__ADS_1
'Tidak! Apa yang terjadi ini adalah salah. Tidak ada apapun di antara kami. Jadi, tidak boleh melakukan hal-hal berbau intim seperti ini. Aku harus menghentikannya. Apa ia menyadari telah menciumku? Atau tidak menyadarinya?'
Saat Amira Tan sibuk memikirkan tentang apa yang terjadi, ia yang beberapa saat lalu sudah membuka mata, masih melihat sosok pria yang menciumnya memejamkan mata.
Hingga ia pun membulatkan mata begitu merasakan sesuatu yang berhasil membuat jantungnya hampir meledak karena pria itu beberapa detik kemudian membuka mata.
Saat ia merasa gugup karena saling bertatapan dengan iris tajam berkilat itu, beberapa saat kemudian semakin terkejut begitu pria itu bergerak untuk menyesap ceruk leher jenjang putihnya setelah melepaskan pagutan.
Jika awalnya ia berpikir jika pria itu akan menyadari perbuatan salahnya, tetapi yang terjadi tidak seperti itu karena pria itu malah semakin berani melakukan sesuatu sangat intim.
Bahkan ia melenguh panjang saat merasakan sensasi kenikmatan bercampur kenyerian luar biasa ketika bibir tebal itu menyesap habis di sana. Jemarinya sudah menjelajahi sela-sela rambut hitam berkilat pria itu.
Tubuhnya menggeliat dan melengkung semakin ke depan, seolah ingin menyerahkan diri. Amira Tan menyadari bahwa ia kini sangat mendamba setiap sentuhan yang dilakukan oleh pria yang bahkan semakin berani melakukan sesuatu karena tanpa bisa menolak.
Seolah pria itu telah membuatnya semakin bergairah karena berpindah ke bagian yang lain.
Noah yang tadi membuka mata, baru menyadari bahwa wanita yang ia cumbu dan berada di mimpinya adalah sang pengacara yang malam itu ia tolong. Namun, itu tidak membuatnya berhenti karena sudah semakin bergairah dan ingin menyalurkan hasratnya.
Dengan berpikir bahwa ia sekarang masih berada di alam mimpi karena tidak mungkin seorang pengacara hebat berada di atas ranjangnya, sehingga melakukan apapun untuk bisa menyalurkan gairah, meski hanya lewat mimpi.
'Aku bisa melakukan apapun di alam mimpi karena tidak akan ada yang melarang atau pun menyalahkanku. Wanita ini ternyata sangat cantik. Meskipun berada di alam bawah sadar,' gumam Noah yang kini sudah bergerak untuk menaikkan kemeja wanita di hadapannya.
Bahkan ia kini sangat menikmati apa yang dilakukannya.
To be continued...
__ADS_1