Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Tidak ingin terjadi kesalahpahaman


__ADS_3

Sementara itu, terlihat wanita itu seketika memijat pelipis karena merasa bahwa apa yang dilakukan oleh pria di hadapannya tersebut seperti tidak memakai otak. Apalagi begitu mendengar jawaban yang dianggap sangat bodoh.


"Apa yang kau lakukan bisa dinilai oleh semua orang jika itu salah, tapi bisa-bisanya bertanya. Kau malah seperti seorang anak kecil yang tidak diberikan permen oleh ibunya dan merengek menangis. Apakah karena sifat ini, sehingga membuat kekasihmu tidak ingin melanjutkan hubungan?"


Refleks Noah mengangkat tangan karena ingin menampar sosok wanita di hadapan yang jelas-jelas menghina harga dirinya. Apalagi perkataan itu hampir mirip dengan apa yang sering dikatakan oleh Amira Tan dengan penuh kemurkaan.


"Dasar wanita sok tahu!" Noah saat ini masih menggantung tangan di udara karena berpikir bahwa melakukan kekerasan pada seorang wanita hanyalah perbuatan seorang pengecut tidak berguna.


Ia yang merasa tidak kuat untuk menopang beban tubuhnya seketika berpegangan ada dinding dan memilih untuk berjongkok. Berharap tidak akan terhuyung ke belakang dan jatuh pada anak tangga.


"Maafkan aku karena hampir saja menyakitimu dengan menjadikan korban dari permasalahanku." Suara Noah kini berubah lirih karena merasa miris dengan kehidupan percintaannya.


Wanita yang masih berdiri menjulang di hadapan pria pada posisi berjongkok tersebut, kini hanya diam dan menundukkan kepala untuk mengamati.


Tadi, ia sempat memejamkan mata ketika pria yang tidak diketahui namanya tersebut mengangkat tangan dan hendak menampar wajahnya, tapi karena beberapa lama tidak merasakan apapun, sehingga langsung membuka kelopak mata.


Hingga melihat jika pria yang dianggap sangat arogan tersebut menyesali perbuatan dengan berjongkok di lantai sambil terdiam dan bahkan suara menyayat hati terdengar ketika mengungkapkan penyesalan.

__ADS_1


Merasa sangat iba dengan nasib pria tersebut, ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hubungan mereka. Berniat untuk membantu jika bisa melakukan


"Aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau menceritakan sebenarnya apa yang terjadi. Aku tidak ingin ikut campur, tapi karena sering melihatmu membuat masalah, membuatku berpikir harus menyelamatkanmu dari patah hati karena wanita."


"Mungkin jika aku hanya diam saja tanpa peduli, kemungkinan besar, kau akan mengakhiri hidup. Jadi, apakah kau hari ini sudah diputuskan oleh kekasihmu?"


Hingga beberapa saat kemudian mendengar suara bariton dari pria tersebut yang mulai bercerita.


"Aku hari ini ingin bertemu kekasihku yang tidak datang ke kantor, tapi ternyata barusan menikah dengan pria yang dijodohkan orang tuanya. Apakah aku salah jika tidak ingin hubungan kami berakhir hanya gara-gara tidak direstui oleh orang tua?"


Awalnya, Noah tidak ingin bercerita pada siapapun mengenai masalah pribadi yang membuatnya seperti tidak punya harga diri sebagai seorang pria, tapi tidak bisa melakukan hal itu saat butuh teman untuk bercerita.


Hingga beberapa saat kemudian mendengar suara dari wanita yang masih tidak bisa dilihat olehnya karena dari tadi menundukkan wajah menatap lantai.


Noah tidak ingin ada orang lain yang melihat wajahnya ketika patah hati. Namun, berpikir bahwa sesuatu yang dianggap tidak penting karena wanita tersebut tidak mengenalnya, sehingga saat ini mendongak untuk menatap ekspresi dari wanita yang masih berdiri menjulang di hadapan.


Saat ditatap oleh seorang pria yang terlihat sangat mengenaskan, membuat perawat tersebut merasa aneh dengan perasaan saat ini. Namun, memilih untuk bersikap tenang dan menjawab pertanyaan yang tadi diajukan padanya.

__ADS_1


"Aku sering mendengar hubungan yang tidak direstui oleh para orang tua. Jika mereka menerjang, terkadang tetap saja ada masalah setelah memilih untuk bersama tanpa mempedulikan apapun. Namun, tidak jarang ada juga pasangan yang bahagia."


"Jadi, semua itu bergantung pada apa yang menjadi komitmen dari pasangan. Kau harus bisa melihat itu dari kekasihmu. Apakah bisa terus bersamamu saat ada masalah dengan menghadapi bersama-sama, atau pergi meninggalkanmu?"


"Sepertinya kau lebih tahu jawabannya dibandingkan aku karena pasti lama mengenal kekasihmu." Kemudian menepuk pundak pria tersebut. "Selesaikan masalah dengan kepala dingin, bukan mengandalkan emosi."


Perawat wanita tersebut melirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan kiri dan karena sudah lama pergi, harus kembali bekerja. "Lebih baik tenangkan pikiranmu di tempat yang sunyi seperti ini dan memikirkan jalan terbaik untuk hubungan kalian."


"Namun, pesanku adalah jangan berbuat nekad hanya karena tergila-gila pada seorang wanita. Namun, jika wanita itu berlari ke pelukanmu, kau bisa melakukan apapun untuk mempertahankan hubungan kalian."


Noah yang masih pada posisi berjongkok, hanya diam dengan mengunci rapat bibir karena tengah meresapi perkataan dari wanita yang telah membuka pintu dan meninggalkannya.


Entah mengapa ia merasa jika wanita tersebut bisa memberikan sedikit ketenangan padanya dengan kata-kata yang baru saja diungkapkan, sehingga tidak berapi-api lagi seperti beberapa saat yang lalu.


Sebenarnya ia menyadari bahwa perkataan perawat Itu memang masuk akal dan ada benarnya. Hingga berpikir bahwa mengandalkan emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan malah berakhir seperti ini.


Bahwa Amira Tan yang dikuasai oleh amarah, seketika memutuskan hubungan tanpa mempertimbangkan lagi. Sementara ia tidak terima diputuskan oleh sang kekasih karena berpikir tidak bersalah.

__ADS_1


Hal yang berasal dari keegoisan tersebut malah membuat hubungan mereka kandas. Sekarang ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sebenarnya ingin bertanya lebih banyak pada wanita yang dianggap lebih bijak darinya tersebut, tapi tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi.


To be continued...


__ADS_2