Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Akting


__ADS_3

Amira Tan tidak bisa langsung menjawab karena tengah sibuk memikirkan jawaban paling tepat, agar Jack percaya dan tidak curiga bahwa semuanya hanya penuh kepalsuan.


Tidak ingin ada keraguan sedikit pun, akhirnya Noah memutuskan untuk berbicara. Demi membantu Amira Tan agar tidak kebingungan.


"Sepertinya akulah yang harus mengatakan karena Amira Tan tidak tega padamu, Jack."


"Lebih baik kau diam karena aku tidak bertanya padamu. Aku hanya ingin berbicara pada Amira Tan untuk memutuskan mengakhiri perasaanku." Jack menggertakkan gigi ketika emosi menyeruak begitu Noah membuka suara.


Bukan merasa takut ketika mendapatkan tatapan sinis dari Jack, Noah semakin melancarkan aksi untuk memercikkan api yang membakar mereka bertiga.


"Aku tidak bisa diam karena ingin mengucapkan terima kasih padamu. Saat kamu menghajarku ketika membawa Amira Tan ke hotel. Jadi, aku langsung sakit dan ia merasa bersalah, lalu merawatku."


"Pada malam itu, pertama kali kami berciuman dan kejadian itu tepat saat kau malam-malam datang ke rumahku membuat keributan dan mengajak pulang. Semenjak saat itu, Amira Tan baru menyadari telah jatuh cinta padaku."


"Bahkan semalam ia menemaniku bekerja, tapi aku harus dipecat karena tidak bisa fokus. Karena hanya bisa fokus pada wanita arogan ini."


Kemudian ia beralih menatap ke arah Amira Tan. "Kamu pasti merasa tidak enak hati mengatakan pada Jack karena telah lama bersahabat, kan?"


Pertanyaan Noah seolah menyelamatkan Amira Tan dari keraguan yang dimiliki oleh Jack. Bahkan saat ini untuk sekedar melihat ke arah sahabat itu tidak berani karena jujur saja apa yang dikatakan Noah benar.


Seolah pria itu akan dengan gampang membaca pikiran orang karena selalu mengerti dengan apa yang ada di otak saat ini.


Amira Tan hanya mengangguk perlahan untuk membenarkan semua penjelasan Noah. Terlebih lagi, ada beberapa fakta yang memang benar terjadi di antara mereka.


"Aku sebenarnya ingin memendam cerita ini hanya untuk kami, tapi kamu yang memaksa kenyataan ini terungkap hari ini, Jack." Amira Tan memberanikan diri menoleh pada pria itu karena ingin melihat seperti apa ekspresi seorang casanova yang sedang patah hati.


'Ya, aku adalah Amira Tan yang sanggup menghancurkan seorang Jack Leus yang suka mematahkan hati para wanita. Apakah aku harus bangga dengan fakta ini?' gumam Amira Tan yang saat ini bisa melihat wajah mengenaskan dari sahabat yang mencintai selama bertahun-tahun lamanya.


Kini, Jack sudah tidak bisa lagi berkata apapun karena semua fakta yang baru saja didengar itu sangat menyakitkan dan tidak tahu apakah bisa menemui wanita itu lagi setelah ini.

__ADS_1


Jack tertawa miris pada perkataan Noah seolah menampar tepat pada sasaran karena semua itu bermula karena ulah diri sendiri yang selalu disebut sok pahlawan oleh Amira Tan.


Kini, Jack tertawa terbahak-bahak karena merasa seperti disalahkan atas perasaan Amira Tan pada Noah.


'Apakah aku harus percaya akan hal ini? Amira Tan tidak sedang menghindar dengan cara mengarang cerita ini, kan?' lirih Jack yang kini tiba-tiba berpikir sesuatu dan refleks langsung mengungkapkan pada Amira Tan dan membutuhkan jawaban yang dianggap sangat penting.


"Tunggu, Amira Tan!"


"Ada apa?" Amira Tan mengerutkan kening karena berpikir ada sesuatu yang mengganjal di hati Jack saat ini.


"Kamu bersama Noah kemarin ke Club."


"Ya."


"Kamu pulang ke rumah, kan? Kamu tidak menginap di hotel, kan?" Akhirnya pertanyaan dengan nada kekhawatiran itu lolos dari bibir Jack dan merasa lega dengan jawaban Amira Tan.


'Aku berkata jujur karena memang tidak menginap di hotel, tapi ....' Amira Tan tidak sampai melanjutkan gumaman karena Noah malah mengungkapkan kebenaran yang diketahui sangat menyakitkan untuk Jack.


"Tapi menginap di rumahku," sahut Noah yang kini sangat puas dan tersenyum menyeringai pada Jack.


Tentu saja ia sangat puas bisa mengalahkan sosok pria arogan yang selalu menganggap tidak pantas untuk Amira Tan. Apalagi seolah menganggap Noah bukan manusia yang pantas dicintai oleh Amira Tan.


"Kamu selalu berpikir Amira Tan hanya pantas untukmu, kan? Berpikir bahwa kamu adalah pria paling hebat di dunia ini dan berhak mendapatkan cinta Amira Tan. Sementara pria lain tidak baik. Apakah sekarang kamu sadar bahwa kenyataan telah menamparmu berkali-kali."


Bukan hanya kenyataan yang menampar Jack saat ini, tapi kata-kata pedas Noah berkali-kali mengulitinya. Seolah tidak punya harga diri lagi di depan pria yang telah merenggut semua harapan yang selama ini dipupuk.


Tidak tahu harus berkata apa karena senyuman penuh kelegaan barusan hanya berlangsung beberapa detik saja dan berganti dengan mendung gelap yang menghiasi hati Jack saat ini.


Jack kini menatap sayu pada wanita yang terlihat seperti sangat kebingungan dan gelisah tersebut. Bahkan dengan jelas dianggap sikap itu seperti seseorang yang baru saja ketahuan melakukan kesalahan.

__ADS_1


Sudah bisa dipastikan bahwa Amira Tan semalam tidak hanya menginap, tetapi diyakini telah melakukan hal yang biasa dilakukan oleh sepasang suami istri. Tidak ada yang lebih buruk dari itu dan benar-benar memupuskan harapan yang selama ini disemai di dalam hati.


Kini, Jack yang merasa kehilangan harapan, sudah mengangkat tangan dan bertepuk tangan di hadapan pasangan kekasih tersebut. Tidak hanya itu saja, Bahkan kini sudah tertawa miris.


"Aku yang selama ini menjagamu dengan sangat baik, hanya menerima balasan ini? Dihancurkan oleh harapan dan dikhianati oleh keyakinan. Sungguh luar biasa kamu membuatku seperti sampah yang terbuang."


Tidak ingin semakin sesak di dalam ruangan yang dianggap seperti neraka, Jack memilih untuk melangkahkan kaki panjangnya menuju ke arah pintu keluar.


Namun, sebelum membuka pintu, mendengar suara penuh penyesalan dari Amira Tan.


"Maaf. Semoga kamu menemukan wanita yang baik, Jack." Amira Tan hanya bisa mengungkapkan penyesalan ketika melihat raut wajah penuh kekecewaan dan kesedihan yang mengungkapkan tengah terluka amat mendalam atas kenyataan yang terjadi.


Tanpa berniat untuk menoleh ke arah belakang, Jack membuka pintu dan berjalan meninggalkan rasa sakit yang dikirimkan oleh wanita yang selama ini menjadi pusat harapan dalam dunia yang diciptakan sendiri.


Bahkan dunia laksana berhenti berputar saat itu juga dan Jack tidak bisa melihat apapun selain satu hal, yaitu kemesraan wanita yang dicintai selama 6 tahun lebih bersama sang bartender.


Sementara itu, di dalam ruang kerja, sosok wanita dan pria yang kini saling bersitatap penuh keheningan itu seperti merasa kebingungan dengan situasi yang mencekam dan sunyi begitu orang ketiga telah pergi.


Tidak ingin merasa semakin canggung dan aneh, kini Amira Tan memilih untuk membuka suara, tetapi gagal saat Noah terlebih dahulu berbicara.


"Akting kita sudah seperti aktor dan aktris saja, Amira Tan. Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika pria arogan itu mempercayai semua kebohongan ini. Sekarang aku akan bekerja karena tugasku untuk mengikuti permainanmu telah selesai."


Tanpa berniat untuk menunggu jawaban dari Amira Tan, Noah berbalik badan dan berjalan keluar dari ruangan kerja wanita yang sekarang adalah bos di tempat kerja.


Sementara Amira Tan masih berdiri terpaku di tempat dan melihat bayangan Noah telah hilang di balik dinding.


"Akting? Haruskah aku tertawa atau menangis dengan ini?" ujar Amira Tan yang kini duduk terhempas di kursi kerja di dalam ruang kerja yang penuh keheningan tersebut.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2