
'Supir taksi itu? Kenapa ada di sini? Padahal aku sudah merasa lega saat pria itu sama sekali tidak pernah terlihat satu minggu belakangan ini dan berpikir bahwa kekhawatiranku hanyalah berlebihan. Ternyata semua pikiran buruk yang selama ini aku takutkan benar.'
'Bahwa pria ini sengaja mendekatiku untuk mencari perhatian. Dari mana tahu bahwa aku hari ini membuka warung?' gumam Putri yang saat ini merasa sangat khawatir sekaligus ketakutan jika pria itu mempunyai rencana jahat padanya.
Bahkan degup jantung Putri berdetak sangat kencang melebihi batas normal dan berkali-kali menelan saliva dengan kasar saat menatap pria tersebut semakin mendekat dan tersenyum.
Mira yang baru saja melihat orang, tak lain adalah supir taksi karena masih hafal dengan wajah pria itu. "Kau? Apa yang kau lakukan di sini? Kebetulan sekali."
Sementara itu, Ardiansyah saat ini menyunggingkan senyuman dan bersikap seperti biasa untuk tidak menimbulkan sebuah kecurigaan dari dua wanita tersebut. Meski mengetahui bahwa tatapan Putri sangat berbeda dengan Mira.
Seperti jelas menampilkan ketidaksukaan dan hal itu tidak membuat Ardiansyah mundur untuk mendekati Putri yang mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi. Seolah sudah membaca niat untuk bisa merayu wanita itu.
Namun, tidak ingin menyerah karena tekad sudah bulat untuk serius dengan Putri yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Aku tadi ingin berangkat bekerja dan melihat tempat ini ramai orang. Begitu mengetahui bahwa hari ini adalah pembukaan warung makan, jadi datang dan ingin sarapan di sini karena sangat lapar." Ardiansyah berbicara sangat santai tanpa memperdulikan tatapan penuh kecurigaan dari Putri.
Putri saat ini masih diam dan sama sekali tidak menanggapi karena sibuk dengan pikiran buruk pada pria di hadapannya tersebut.
'Aku sangat yakin jika pria ini sengaja datang karena ingin mendekatiku,' gumam Putri yang berjenggit kaget begitu mendapatkan tepukan pada pundak oleh Mira dan juga suara tepat pada daun telinga.
"Putri, cepat layani dengan baik pelanggan pertamamu," ucap Mira yang beralih menatap ke arah Putri saat terlihat melamun.
__ADS_1
Putri kini menoleh ke arah Mira dan beralih pada pria yang dicurigainya tersebut. Karena tidak bisa menahan diri untuk diam saja seolah mempercayai pria tersebut, ia memilih untuk mengungkapkan sesuatu yang mengganggu di kepala.
"Bagaimana kau bisa berada di sini?" Masih belum berniat beranjak dari tempat berdiri untuk mengambilkan makanan karena ingin mengetahui jawaban dari pria yang membangkitkan kecurigaan.
Kini, Ardiansyah masih bersikap santai dan menjawab jujur pertanyaan dari Putri karena tidak ingin membuat beban pikiran dari wanita dengan tatapan mata tajam mengintimidasi tersebut.
Karena memang ingin wanita itu mengetahui bahwa tujuannya adalah berharap bisa dekat dengan wanita itu.
"Aku tinggal di sekitar sini dan baru pindah beberapa hari lalu karena tempat lama yang selama ini kutempati, akan direnovasi. Jadi, beberapa hari ini aku sibuk mencari tempat tinggal dan ada teman yang menawarkan untuk bertanya di daerah sini dan kebetulan ada kamar kosong yang disewakan."
"Sekarang aku hendak berangkat bekerja dan melihat ada warung makan dengan banyak orang, jadi merasa sangat tertarik dan ingin menikmati sarapan di sini. Apakah ada yang salah? Sepertinya kamu tidak suka aku makan di sini?"
Kalimat terakhir berhasil membuat Putri seperti diejek. Padahal sangat mengerti seperti apa perbuatan seorang pria yang ingin mendekati wanita. Apalagi saat ini bukan merupakan wanita lugu ataupun perawan tidak pernah dekat dengan seorang pria.
'Aku yakin jika pria ini sengaja tinggal di sini agar bisa selalu bertemu denganku. Bahkan aku sudah menduga jika semua ini akan terjadi. Kupikir semuanya baik-baik saja karena tidak pernah terlihat selama satu minggu ini, tapi ternyata hal yang kutakutkan terjadi.'
Putri saat ini masih bersikap datar dan tidak mau berkomentar karena sibuk dengan pikiran sendiri.
Sementara itu, Mira yang merasa aura ketegangan tercipta di antara Putri dan sopir taksi, kini memilih untuk menguraikan suasana tersebut dengan cara menjawab perkataan sang supir.
"Sepertinya Putri sedang mengalami mood tidak baik karena kelelahan telah berjam-jam memasak. Biarkan aku yang mengambilkan makanan untukmu. Memangnya kau ingin makan apa? Pilihlah menu yang dimasak oleh Putri hari ini."
__ADS_1
Kemudian Ardiansyah berjalan melewati sebelah kiri Putri untuk mengikuti Mira yang sudah menuju ke arah etalase kaca berisi aneka jenis makanan.
'Sepertinya wanita ini tidak suka aku mendekatinya. Ternyata sangat jelas terlihat dan itu tidak akan membuatku mundur ataupun menyerah begitu saja.'
Kemudian memberitahukan menu yang kebetulan merupakan kesukaan. "Aku ingin nasi dengan lauk ayam sambal hijau dan sayur daun singkong saja."
"Baiklah," ucap Mira yang saat ini langsung mengambil keranjang makanan berbentuk bulat seperti piring dan menaruh alas kertas minyak di atasnya.
Kemudian mengambil nasi di mesin penghangat, selalu menaruh sayur dan lauk yang diinginkan oleh pria itu. Kemudian menyerahkan.
"Silakan menikmati. Masih ada banyak kursi kosong dan kau bisa memilih ingin makan di mana. Maafkan sikap dingin Putri karena hari ini gugup ketika membuka usaha baru."
Saat Ardiansyah mengganggu perlahan dan akan mengatakan tidak mempermasalahkan sikap Putri, tetapi tidak jadi melakukan karena saat ini mendengar suara wanita dengan nada mengintimidasi dan seperti langsung mencekik pita suara.
Putri tidak bisa bersikap biasa pada seorang pria yang jelas-jelas diketahui tengah berusaha untuk mendekati.
Kemudian berjalan mendekati pria yang saat ini berbaring badan ke arahnya. Bahkan menatap penampilan rapi pria yang sangat wangi itu. Seperti sangat menjelaskan bahwa aroma wangi yang menguar di sekitar, akibat dari perbuatan terlalu banyak menyemprotkan parfum.
Kini, Putri sudah berdiri tepat di hadapan pria itu dan memilih untuk langsung mengungkapkan apa yang ada di pikirannya. Berharap setelah mengatakan semuanya, pria tersebut tidak akan pernah lagi muncul di hadapannya.
"Aku tahu gelagat seorang pria yang ingin mendekati wanita. Apakah aku salah jika berpikir bahwa kau tertarik padaku dan ingin mendekatiku? Ataukah kau ingin mengatakan bahwa aku terlalu percaya diri sebagai seorang wanita?"
__ADS_1
To be continued...