Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Menjadi sebuah rahasia


__ADS_3

Begitu mengetahui jika Amira Tan sama sekali tidak berkomentar apapun dan hanya menambah luka di dalam hati, akhirnya Jack saat ini segera mengatakan tujuan datang ke kantor wanita itu.


"Tuan Ari Mahesa ingin segera membereskan mengenai masalah perceraian antara Arya dan saudara perempuan tirimu. Itulah kenapa aku sekarang berada di sini untuk memberitahukan hal ini karena pasti kamu mengurus semua hal yang berhubungan dengan Putri, bukan?"


Amira Tan sama sekali tidak pernah berpikir akan mengurus hal itu setelah mengetahui jika Arya ternyata mengalami kecelakaan hebat ketika pulang dari kontrakan Putri.


Hal itu membuat Amira Tan berpikir jika Arya sudah mendapatkan karma secara langsung begitu menyakiti Putri dan putra kandung sendiri. Jadi, berpikir bahwa orang tua Arya sudah menyadari kesalahan dan memperbaiki keadaan.


Apalagi sudah meledakkan amarah ketika di rumah sakit, berpikir bahwa orang tua Arya menyadari akan kesalahan yang diperbuat dan bertaubat dengan tidak lagi mencampuri urusan rumah tangga putranya yang diketahui koma dan sudah satu bulan ini.


Bahkan sempat terlintas di pikirannya saat terus berusaha untuk mencari keberadaan Putri, bahwa mungkin Arya akan sadar jika bisa mendengar suara mantan istri karena pria itu sangat menyesal karena telah menyakiti.


Namun, ternyata semua pemikiran itu seketika musnah begitu mendengar suara bariton dari sosok pria yang baru saja datang itu. Wajahnya seketika berubah memerah karena saat ini dikuasai oleh emosi.


"Jadi, pria tua bangka dan istrinya itu sampai sekarang belum sadar juga telah melakukan kesalahan pada putra mereka? Aku pikir sudah menyadari bahwa apa yang mereka lakukan salah, sehingga Arya menjadi korban dari ambisi mereka."


"Arya yang malang sekaligus bodoh karena bisa dikelabui oleh orang tua saat dihancurkan oleh hasil tes DNA palsu, sehingga berakhir berselingkuh dengan wanita lain dan meninggalkan anak istri demi sebuah kehancuran."


Amira Tan yang saat ini terlihat mengepalkan tangan di bawah meja karena berpikir jika orang tua Arya sudah tidak mempunyai perasaan setelah melihat putra sendiri menjadi korban.


"Ternyata percuma aku mengomel di rumah sakit hingga mulut berbuih." Amira Tan memilih meredam amarah yang membuncah di dalam hati dengan cara meraih gelas di sebelah kanan meja dan meneguknya tanpa tersisa.


Hingga tenggorokan kering yang seolah sangat menyiksa, kini telah membuatnya sedikit merasa lega. "Jadi, mereka ingin segera mengurus surat-surat agar status Arya berubah?"


Jack yang dari tadi bisa melihat kemurkaan Amira Tan, bisa memahami perasaan wanita yang sedang terluka karena ingin melindungi saudara perempuannya. Namun, tidak bisa melakukan apapun untuk sekedar memberikan semangat.


Apalagi diri sendiri saja sedang terluka dan tidak baik-baik saja, sehingga hanya menjawab singkat mengenai pekerjaan.

__ADS_1


"Kamu benar. Itulah tujuanku datang ke sini. Selain sebagai rekan kerja, sekaligus teman karena terbiasa untuk melaporkan terlebih dahulu padamu sebelum kita bertemu di pengadilan. Namun, kali ini aku sangat menyesal karena hari ini Kamu telah membuatku kembali kecewa dan sakit hati."


Sebenarnya ada sebuah kabar penting yang tadi ingin diceritakan oleh Jack pada Amira Tan, tetapi tidak kuat berlama-lama di ruangan itu dan melihat wajah wanita yang berhasil membangkitkan pikiran liar dan buruk.


Saat menatap Amira Tan, Jack selalu membayangkan Noah berhasil menyatu dengan wanita itu. Hal itu bagaikan sebuah tombak tajam yang menembus jantung dan meninggalkan luka menganga di sana.


Tidak ingin terluka untuk kesekian kali, Jack kini bangkit berdiri dari kursi dan mengarahkan tatapan sendu. "Kita bertemu di pengadilan satu minggu lagi."


Amira Tan saat ini sudah membalas tatapan pria yang berdiri menjulang di hadapannya dan tidak berkomentar apapun lagi saat merasa sudah tidak ada lagi harapan untuk Arya dan Putri kembali bersama karena telah dikendalikan oleh orang tua.


Namun, ia membuka mulut begitu melihat Jack memegang kenop pintu. "Sepertinya Ari Mahesa dan istrinya baru akan sadar setelah putra mereka meninggal karena sudah koma satu bulan, menurutku tidak ada lagi harapan."


"Aku akan menunggu mendapatkan kabar buruk dan mengucapkan berbelasungkawa pada mereka nanti." Amira Tan masih belum memalingkan wajah dari pria dengan posisi memunggungi dan beberapa saat kemudian bersuara.


Jack yang berniat untuk membuka pintu, kini meluruskan perkataan Amira Tan yang tidak akan pernah terjadi. Kini, berbalik badan dan saling menatap dengan jarak cukup jauh.


Amira Tan yang merasa sangat terkejut sekaligus tidak percaya karena berpikir jika pria itu hanya bercanda. "Kau berbohong padaku karena sengaja melakukan hal ini untuk mengerjaiku?"


"Benarkah Arya telah sadar dari koma?" Amira Tan seketika bangkit berdiri dan kali ini merasa sangat senang mendengar kabar baik itu.


Meskipun tadi berbicara sangat sinis, tapi sebenarnya itu hanyalah sebuah kepalsuan karena tidak mengharapkan Arya meninggalkan dunia ini. Ia bahkan ingin sekali Arya sadar dan berencana akan bekerja sama untuk mencari keberadaan Putri.


Berpikir jika pria yang saat ini sudah sadar tersebut pasti tidak akan menolak dan senang hati membantu mencari keberadaan Putri.


Namun, wajah Amira Tan awalnya terlihat berbinar itu seketika berubah sendu begitu mendengar jawaban dari pria yang masih berdiri di dekat pintu ruangan kerja.


"Kamu benar. Arya sudah sadar dan keluarga Mahesa langsung memutuskan untuk menikahkan dengan wanita bernama Calista. Mungkin sebentar lagi akan digelar acara pernikahan megah sebagai bentuk rasa syukur dari orang tua karena Arya telah sadar."

__ADS_1


Jack yang saat ini sudah memberitahukan kenyataan sebenarnya, kembali ingin membuat Amira Tan tidak mengacaukan semua dan kembali membuka suara.


"Akibat kecelakaan itu, terjadi benturan sangat hebat pada kepala Arya dan dampak negatifnya adalah saat ini tidak mengingat apapun. Ia memang telah bangkit dari koma, tetapi bukan sebagai Arya, tapi menjadi orang baru yang tidak tahu siapa-siapa."


Seketika Amira Tan jatuh terduduk begitu mengetahui hal lebih buruk terjadi pada Arya saat ini. Bahkan tidak pernah memprediksi jika hal seperti ini akan terjadi.


Hilang ingatan saat mengalami masalah yang harus diselesaikan membuatnya seperti kehilangan harapan yang baru saja dirajut.


'Takdir macam apa ini, Tuhan? Apakah kisah cinta antara Arya dan Putri benar-benar akan berakhir secara tragis karena amnesia? Bahkan sekarang Arya seperti terlahir kembali sebagai orang lain karena ingatan telah bersih dan sama sekali tidak mengingat Putri.'


Saat ini, Amira Tan masih merasa sangat shock dan lamunan seketika musnah begitu mendengar suara bariton dari Jack.


"Sepertinya memang takdir saudara perempuanmu bukanlah bersama Arya karena sama sekali tidak bisa bersatu lagi setelah hari ini. Seolah semesta telah mendukung keinginan dari tuan Ari Mahesa dan nyonya Rani yang dari dulu menginginkan memiliki menantu sederajat dengan keluarga mereka."


Jack kini ingin Amira Tan sadar dan menyerah untuk mengurus masalah rumah tangga saudara perempuan yang menang lebih baik berakhir.


Wanita bernama Calista itu, bahkan sudah menunjukkan besarnya rasa cinta dengan cara selalu menunggu Arya yang koma di rumah sakit. Bagaimana orang tua Arya tidak semakin menginginkan wanita itu untuk menjadi menantu mereka?"


Kali ini, Amira Tan yang merasa sudah tidak mempunyai harapan lagi, akhirnya benar-benar menyerah dan hanya berharap jika Putri menemukan kebahagiaan di tempat lain bersama pria yang tepat karena Arya bukanlah jodoh terbaik untuk saudara perempuannya.


'Putri, di mana pun kamu berada, aku harap kamu menemukan kebahagiaan dan ada seorang pria tulus yang mencintaimu dan melepaskanmu dari penderitaan,' gumam Amira Tan di dalam hati dan beralih menatap ke arah sosok pria yang berdiri di hadapannya.


"Sepertinya kali ini aku tidak bisa membantah perkataanmu itu. Mereka memang tidak bisa lagi bersatu dan aku akan mengurus semua perceraian. Katakan pada klienmu itu untuk jangan khawatir karena sebentar lagi, surat duda untuk Arya akan keluar."


"Tuan Ari tidak ingin Arya mengetahui hal ini dan menyuruhku untuk memberitahumu bahwa ini akan menjadi sebuah rahasia. Jadi, jangan pernah mengungkit hal ini di depannya." Kemudian Jack berbalik badan dan berjalan menuju ke arah pintu.


Begitu membuka pintu, Jack langsung melangkahkan kaki pergi meninggalkan ruangan Amira Tan tanpa mendengar tanggapan wanita itu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2