Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Mencoba


__ADS_3

Setelah dirawat di rumah sakit selama dua minggu lebih, Putri hari ini sudah diizinkan pulang ke rumah dan baru saja tiba di kontrakan dan disambut oleh para pekerja yang merasa lega begitu melihatnya datang.


Putri bahkan diantar khusus oleh seorang sopir yang merupakan pekerja dari Bambang Priambodo. Bahkan saat ini juga dibelikan sebuah kursi roda.


Seperti hari ini, Putri sudah duduk di kursi roda yang didorong oleh salah satu pekerja dan memangku putranya. Putri memang belum membuat keputusan untuk menerima niat baik dari Bambang Priambodo yang ingin membantunya.


Ia butuh seseorang sebagai teman berbagi keluh kesah dan meminta pendapat mengenai hal itu. Jadi, saat ini tengah berbicara dengan beberapa pekerja yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.


Hari ini kebetulan semua pekerjaan sudah selesai dan mereka semua tengah berbincang di ruang depan.


Putri pertama kali membuka pembicaraan dengan menatap ke arah kedua kaki. "Lihatlah keadaanku sekarang yang tidak berdaya seperti ini. Apakah aku bisa menerima semua ini dan menjalani kelumpuhan seumur hidup?"


"Bagaimana dengan putraku jika memiliki seorang ibu yang tidak berguna?" Putri berbicara dengan sangat miris dan saat ini tidak bisa lagi menahan bulir air mata yang lolos tanpa seizinnya.


Sementara beberapa wanita yang selama ini bekerja untuk Putri, merasa sangat iba dan mengungkapkan perhatian dengan menghibur.


Meski mengetahui bahwa itu tidak akan bisa membuat Putri menjadi lebih baik, tapi berpikir bahwa mungkin sedikit mengurangi luka dan juga beban di hati wanita itu.


"Jangan menyerah dengan keadaan dan tetap berusaha untuk mengubah takdir. Siapa tahu nanti memiliki uang untuk berobat agar bisa berjalan lagi."

__ADS_1


"Iya, jika melakukan terapi, mungkin akan bisa sembuh dari kelumpuhan yang kamu hadapi."


"Kamu harus bersemangat. Jangan mudah menyerah karena ada Xander yang selalu membutuhkan ibu kuat sepertimu."


Berbagai macam dukungan dari beberapa pekerja terdengar dan membuat Putri sedikit merasa terhibur. Hingga mengingat tentang tawaran dari pemilik perusahaan dan ia pun menceritakan mengenai masa lalu yang dulu pernah tinggal di desa dan juga hampir diperkosa.


Kemudian menceritakan mengenai tawaran dari pemilik perusahaan dan juga kekhawatiran yang dirasakan karena berharap mendapatkan saran untuk mengambil keputusan.


"Jadi, menurut kalian, apa yang harus kulakukan?"


Semua pekerja wanita tersebut saling bersitatap dan beberapa saat kemudian terlihat berbinar karena mendengar kabar baik yang baru saja disampaikan oleh Putri.


"Aku sering mendengar jika pemilik perusahaan itu selalu mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membantu yayasan maupun penggalangan dana untuk korban-korban yang membutuhkan," ucap wanita yang saat ini mengetahui bahwa pria bernama Bambang Priambodo tersebut sudah sangat terkenal dengan kebaikannya.


"Sepertinya memang kamu harus menghilangkan pikiran buruk atas trauma yang kau rasakan dan menganggap bahwa semua pria memiliki niat jahat padamu." Salah satu wanita berbadan gemuk kini ikut menasehati agar Putri berubah pikiran dan mau menjalani terapi agar bisa berjalan lagi.


"Kecuali kamu ingin selamanya berada di kursi roda dan hidup seperti itu." Poin terakhir disampaikan pada Putri yang dianggap memiliki nasib malang, sekaligus mendapatkan berkah tersebut.


Putri tidak langsung menjawab dan saat ini ingin memikirkan terlebih dahulu. "Aku sangat lelah dan ingin istirahat di kamar."

__ADS_1


Kemudian mengarahkan kursi roda ke dalam kamar sambil memangku putranya. Ia sebenarnya ingin mencari informasi mengenai pria yang ingin menolongnya untuk mengambil keputusan.


Begitu berada di dalam kamar, menurunkan putranya di atas ranjang dan membiarkan bermain robot-robot yang menjadi mainan favorit.


Kemudian mengambil ponsel yang ada di atas nakas karena sudah menyuruh bekerja untuk membeli yang baru ketika menyadari bahwa yang lama telah hancur ketika kecelakaan.


Kini, ia mencari informasi mengenai pria yang merupakan pemilik perusahaan dan berniat untuk menolongnya.


Hingga begitu mengetahui semua hal yang berhubungan dengan Bambang Priambodo dari mesin pencarian, kini mengerti bahwa pria itu memang sering melakukan kebaikan untuk menolong orang lain.


"Aku tidak pernah menyangka jika pria itu memang suka menolong dan bukan hanya aku yang ingin ditolong. Aku terlalu berpikiran buruk pada orang lain karena trauma yang kurasakan."


Meski sudah mengetahui bahwa pria tersebut adalah benar-benar orang yang baik, Putri tidak langsung menghubungi ataupun mengiyakan pertolongan karena ingin menjalani kehidupan sebagai seorang wanita yang cacat.


Apakah sanggup hidup di kursi roda atau tidak kuat. "Aku harus mencobanya terlebih dahulu."


Kini, Putri memutuskan untuk menjalani hari-hari sebagai seorang wanita cacat yang tentu saja membatasi semua aktivitas ketika hanya bisa duduk di kursi roda.


Berharap tidak akan mengeluh dengan apa yang dialami karena menyadari bahwa Itu semua adalah sebuah karma atas apa yang dilakukan di masa lalu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2