Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Pernikahan besar-besaran


__ADS_3

Amira Tan saat ini terdiam di tempat ketika melihat Jack sudah pergi setelah mengatakan kabar mengejutkan yang tidak pernah diduga dan dibayangkan. Bahkan saat ini kembali mengingat saudara perempuan yang bernasib malang dan tidak tahu di mana keberadaannya.


"Putri, sekarang kamu ada di mana? Apa yang akan kamu pikirkan begitu mengetahui bahwa Arya hilang ingatan? Apakah kamu akan menunjukkan bukti bahwa cintamu jauh lebih besar dibandingkan wanita itu?"


"Calista bahkan selama ini setia menunggu Arya di rumah sakit untuk menunjukkan bukti cintanya. Namun, kamu menghilang ditelan bumi dan pastinya akan dianggap sama sekali tidak lagi mengharapkan Arya."


Amira Tan yang saat ini masih terdiam di tempat duduk, belum bisa melanjutkan bekerja karena memikirkan tentang kabar baik sekaligus buruk yang baru saja didengar. Hingga saat beberapa menit melamun ketika memikirkan nasib Putri saat ini, mendengar ketukan pintu dari luar.


Begitu pintu terbuka setelah ia menyuruh masuk, kali ini melihat pria yang tadi berhasil membuatnya mendesah hingga meledak dalam puncak kenikmatan sudah berjalan mendekat.


"Apa yang dilakukan Jack di sini?" tanya Noah yang berjalan mendekat dengan membawakan teh hangat kesukaan Amira Tan.


Setelah memforsir tenaga wanita itu ketika bercinta beberapa saat lalu, ia memberikan teh hangat, agar tenaga bisa kembali setelah meminum minuman manis.


Namun, memilih menunggu hingga Jack keluar dari ruangan karena tidak ingin berkelahi ataupun berdebat dengan pria itu yang dianggap tidak penting.


Apalagi ia sudah berhasil membuat Amira Tan jatuh dalam pelukannya ketika tidak menolak apapun yang dilakukan saat bercinta di atas sofa beberapa saat lalu.


Noah meletakkan teh hangat ke hadapan Amira Tan. "Minumlah karena itu masih hangat, pasti akan terasa nyaman untuk tubuhmu."


Amira Tan yang masih diam dan tidak menanggapi perkataan dari pria di hadapannya karena tengah disibukkan dengan nasib dari saudara perempuan yang harus mengalami penderitaan setelah diceraikan oleh Arya.

__ADS_1


Ingin menormalkan perasaan yang sangat tidak karuan, kini ia meraih gelas berisi teh hangat tersebut dan langsung meneguknya. Selama ini, ia memang setiap hari membuatkan teh hangat dan selalu dinikmatinya.


Bahkan sudah terbiasa dan seperti merasa ada yang kurang jika pria itu belum membuatkan minuman untuknya. Setelah tersisa, Amira Tan yang sudah menaruh gelas di atas, kini beralih menatap ke arah Rey dan ingin mengungkapkan apa yang tadi diceritakan oleh Jack.


Kemudian mulai menceritakan semua tanpa terkecuali dan ingin mendengar apa tanggapan pria itu mengenai hal yang terjadi pada Arya.


"Jadi, seperti itu. Menurutmu bagaimana?" tanya Amira yang yang saat ini melihat Noah memilih untuk duduk di kursi.


Noah benar-benar sangat terkejut dan tidak pernah menyangka dengan kenyataan yang baru saja diketahui hari ini. Karena selama ini berpikir bahwa tidak ada harapan untuk Arya hidup dan menganggap Itu adalah sebuah karma yang harus dijalani pria yang telah berselingkuh dari istri.


Hingga mengorbankan anak yang baru saja lahir di dunia. Kemudian masih melihat ekspresi wajah Amira Tan yang terlihat seperti menanggung beban berat.


"Aku tidak pernah menyangka jika ternyata Arya sadar dan berakhir amnesia. Aku sangat yakin bahwa orang tuanya dan wanita itu merasa menang karena berhasil membuat Arya patuh setelah kehilangan ingatan."


Sebenarnya semua yang dikatakan oleh Noah memang benar adanya karena ia juga merasa kasihan pada nasib Arya. Jika rumah tangga mereka tidak ada campur tangan dari orang tua, pasti tidak akan berakhir seperti ini.


Namun, nasi sudah menjadi bubur dan kali ini tidak bisa berbuat apapun untuk mengubah semua yang terjadi pada rumah tangga mereka yang diawali dengan perselingkuhan dan berakhir dengan hal yang sama.


"Aku memang kasihan pada Arya yang menjadi boneka orang tua, tetapi jauh lebih kasihan pada nasib Putri yang masih belum jelas karena kita belum menemukan keberadaan ibu dan anak itu. Apakah mereka baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk?"


Amira Tan hanya bisa meremas pakaian yang dikenakan untuk meluapkan perasaan bersalah pada saudara perempuan yang pergi tanpa pamit.

__ADS_1


Hal yang paling disesali oleh Amira Tan adalah belum sempat meminta maaf pada Putri dan merasa sangat bersalah karena membuat ibu dan anak terlunta-lunta tanpa bisa membantu karena tidak mengetahui keberadaan mereka.


Hingga jawaban bernada positif dari Noah membuatnya sedikit lebih tenang.


"Semua akan baik-baik saja. Aku sangat yakin jika Putri dan Xander saat ini berada di suatu tempat yang membuat mereka tenang membuka lembaran baru tanpa ada satupun orang yang mengenal. Putri adalah seorang wanita yang kuat dan pasti bisa membesarkan putranya tanpa bantuan Arya."


Noah pernah mendengar cerita dari Putri ketika menjenguk di rumah sakit mengenai awal-awal perjuangan menjadi seorang istri pria muda yang berasal dari keluarga berada.


"Putri bahkan harus bekerja sebagai asisten rumah tangga saat hamil muda sampai hampir melahirkan karena Arya saat itu tidak ingin bekerja kasar. Arya hanya ingin bekerja di perusahaan sang ayah dan nasib baik sebelum melahirkan, mendapat tawaran dari ayahnya untuk bekerja."


"Namun, ia tidak pernah menyangka jika itu awal dari rencana licik mertua untuk memisahkan mereka. Hingga sekarang rumah tangga Arya dan Putri benar-benar berakhir."


Saat Noah baru saja menutup mulut, memikirkan sesuatu yang saat ini langsung ada di pikirannya. "Jadi, Arya dan selingkuhannya akan menikah?"


"Sepertinya itu adalah rencana orang tua Arya yang tidak tahu diri karena tetap saja mengorbankan putra sendiri demi ambisi." Amira Tan menjawab dengan wajah memerah dan bersungut-sungut karena selalu saja merasa murka begitu membayangkan perbuatan jahat dari orang tua iparnya tersebut.


"Sabarlah. Semua ini ini sudah diatur oleh Tuhan dan kehidupan rumah tangga mereka memang tidak bisa diselamatkan. Jika benar Arya menikah dengan wanita itu, bukankah akan digelar pesta pernikahan megah dan mewah ala konglomerat?"


Noah bertanya sambil mengamati reaksi dari Amira Tan dan begitu melihat wanita di hadapannya menganggukkan kepala, kini mengungkapkan apa yang baru saja terlintas di pikiran.


"Jika memang benar seperti itu, maka media sosial akan ramai memberitakan pernikahan mereka, bukan? Aku sangat yakin jika Putri nanti akan mengetahui kabar itu karena juga memakai ponsel," ucap Noah yang kini ingin melihat respon dari Amira Tan.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2