Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Mempermalukan keluarga mertua


__ADS_3

"Nyonya Putri ... Nyonya?" panggil pelayan yang saat ini baru saja menghampiri majikannya tengah melamun menunggu putranya yang bermain mobil-mobilan di taman halaman rumah.


Sementara itu, Putri yang dari tadi melamunkan tentang masa lalu kelam ketika ia berniat untuk membuka lembaran baru di tempat Mira dulu, tapi malah mendapatkan kemalangan dan hendak diperkosa oleh pria yang malah terobsesi padanya.


Hingga ia memilih kembali ke Jakarta dan akhirnya dengan susah payah berjuang dari awal lagi, bisa mempunyai banyak pelanggan. Namun, ujiannya tidak berhenti saat usaha cateringnya sudah semakin besar, malah kecelakaan dan cacat selama 1 tahun.


Namun, takdir masih berpihak padanya karena bertemu dengan pria baik hati yang mau membiayai pengobatan karena iba padanya. Hingga akhirnya ia menolong pria itu setelah bisa berjalan lagi dengan menutupi aib ceramah kota yang memiliki ketidaknormalan karena menyukai sesama jenis.


Hingga tanpa terasa pernikahannya sudah berjalan lebih dari satu tahun dan tentu saja ia sama sekali tidak disentuh oleh sang suami karena merasa jijik padanya. Namun, merasa bahwa apa yang dijalani saat ini merupakan karena dari perbuatan di masa lalu yang berselingkuh, jadi tidak pernah mengeluh dan menjalani dengan ikhlas.


Ia yang saat ini menoleh ke arah pelayan, menyadari jika tadi melamunkan masa lalu. "Ya, Bik. Maaf karena tadi aku sedang memikirkan sesuatu. Ada apa, Bik?"


Sebenarnya pelayan wanita itu merasa sangat iba pada nasib majikannya yang sama sekali tidak bahagia menjadi istri dari putra pengusaha sukses di Jakarta. Namun, tidak pernah berkomentar karena takut salah dan berakhir dipecat.


"Itu, Nyonya. Tadi tuan Bambang menelpon Anda, tapi katanya nomor tidak aktif. Jadi menelpon rumah dan mengatakan untuk menyampaikan pada anda jika malam nanti ada undangan di salah satu hotel dan akan dihadiri oleh tuan besar dengan tuan Aldiano." Ia kini menatap ke arah majikannya yang terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja disampaikan.


Putri yang selama ini tidak pernah ikut acara di pertemuan perusahaan, merasa sangat aneh dan ingin bertanya pada mertuanya apa alasan pertama kali menyuruhnya untuk menunjukkan diri. Memang ia menikah dengan Aldiano Priambodo sudah diketahui publik, tapi wajahnya dibuat blur agar tidak ada media yang menyorotnya.


Jadi, sekarang merasa sangat aneh karena mertuanya tiba-tiba menyuruh untuk ikut di pertemuan penting perusahaan. "Apa aku boleh meminta tolong, Bik?"


"Tentu saja, Nyonya." Sang pelayan selalu merasa tidak enak karena majikannya tersebut selalu bersikap sopan padanya meskipun ia hanyalah seorang pelayan.

__ADS_1


"Aku tadi memang tengah mengecas ponsel dan mematikan data agar cepat penuh. Tolong ambilkan ponsel saya di dalam kamar karena ingin menelpon papa mertua." Putri sebenarnya tidak suka menyuruh karena biasanya mengambil sendiri apapun yang dibutuhkan.


Namun, hari ini suasana hatinya sedang tidak baik ketika merasa lelah saat mengingat masa lalunya yang penuh dosa.


"Tentu saja, Nyonya. Saya akan mengambilnya sekarang." Kemudian ia langsung melaksanakan perintah dari wanita yang dianggap memiliki hati seluas samudra karena tidak pernah sekalipun terdengar mengeluh meskipun sangat menderita memiliki seorang suami yang suka berteriak dan memaki.


Bahkan semua yang ada di rumah mengetahui bagaimana majikan memperlakukan istri karena tidak pernah berbicara dengan lembut.


"Terima kasih, Bik," ucap Putri yang saat ini menatap ke arah siluet belakang wanita paruh baya tersebut, masih memikirkan apa alasan mertuanya menyuruh untuk ikut.


Ia saat ini merasa sangat khawatir karena jika sampai yang datang adalah para pengusaha besar di Jakarta, pasti akan bertemu dengan pria yang sampai saat ini masih meninggalkan luka mendalam di hatinya.


Putri menggelengkan kepala berkali-kali untuk tidak membenarkan pemikirannya saat ini. "Tidak mungkin! Jakarta sangat luas dan banyak pengusaha sukses di sini. Aku tidak mungkin bertemu dengan Arya. Aku pun tidak tahu bagaimana kabarnya karena sengaja menutup segala akses yang membuatku mengetahui tentangnya."


Saat ia mengingat tentang pria yang lebih memilih selingkuhannya dari darah daging sendiri, kini ia kembali mendengar suara pelayan yang sudah kembali dan memberikan ponsel miliknya.


"Apa ada hal lain yang Anda butuhkan, Nyonya?" Masih menunggu perintah selanjutnya setelah memberikan benda pipih di tangannya tersebut pada majikan.


Putri saat ini hanya menggelengkan kepala karena saat ini ingin berbicara dengan mertuanya untuk mencari tahu tentang kegiatan malam nanti. "Tidak, Bik. Lebih baik Bibik, istirahat saja."


"Iya, Nyonya. Saya masuk dulu." Membungkuk hormat sebelum berlalu pergi dari hadapan majikannya.

__ADS_1


Putri yang tersenyum simpul pada, kini beralih memencet tombol panggil pada kontak mertuanya karena ingin segera mengetahui apa maksud ia diajak ke pertemuan.


Begitu mendengar suara bariton dari seberang telepon, ia langsung mengucapkan salam sebelum mengungkapkan apa yang ingin diketahui.


"Maaf, Pa karena tadi ponsel sedang dicas di dalam kamar dan kumatikan datanya agar cepat penuh. Tadi bibik mengatakan bahwa Papa ingin aku ikut ke acara pertemuan malam nanti. Sebenarnya ada apa?" Putri yang bahkan tidak pernah menelpon sang suami, sehingga apa-apa selalu bertanya pada mertuanya tersebut.


Di tempat berbeda, sosok pria paruh baya yang tak lain adalah Bambang Priambodo, kini langsung menjelaskan sesuatu hal yang sangat penting dan menyangkut nama baik keluarga.


Bambang Priambodo kini mengungkapkan keluh kesah yang sudah lama dirasakan. "Ada banyak orang yang bertanya-tanya tentangmu, Putri. Bahkan karena tidak pernah mengajakmu ke acara acara penting perusahaan yang selalu dihadiri oleh keluarga, sehingga muncul gosip miring bahwa kamu hanyalah sebuah kepalsuan semata. Bahwa putraku menikah dengan kebohongan hanya untuk menutupi ketidaknormalan."


Ia menjeda perkataannya dan mengembuskan napas kasar ketika memikirkan tentang banyaknya berita buruk tentang putranya.


"Jadi, sudah saatnya aku menampar mereka dengan mengajakmu ke acara penting perusahaan. Hari ini adalah ulang tahun perusahaan yang akan dihadiri banyak pengusaha hebat di Jakarta. Aku ingin menunjukkan bahwa putraku benar-benar mempunyai seorang istri yang cantik dan kamu benar-benar nyata."


Ia mengakhiri penjelasan panjang lebar dan berharap menantunya tersebut tidak keberatan untuk disorot oleh media setelah 1 tahun lebih berada di balik layar. "Bagaimana, Putri? Kamu bersedia untuk diperkenalkan pada awak media, kan?"


Putri saat ini merasa kebingungan menjawab karena jujur saja ia dari dulu tidak pernah berpikir akan diperkenalkan secara resmi di hari penting perusahaan. Bahkan selama ini hanya menganggap pernikahannya adalah sebuah sandiwara semata.


Jadi, sekarang ada banyak hal yang mengganjal di pikirannya, khususnya adalah kekhawatiran tentang wajahnya yang mungkin akan menghiasi televisi dan media sosial.


'Bagaimana jika Arya melihatku? Atau ada orang lain yang mengenalku, akan menjelekkan namaku karena mempunyai masa lalu kelam dan pastinya mempermalukan keluarga mertua,' gumamnya di dalam hati yang saat ini merasa kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari mertuanya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2