Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Kesalahpahaman


__ADS_3

Aldiano yang sudah hampir sampai di area Rumah Sakit, kini mengurangi kecepatan mobil yang dikemudikan, tapi mengerutkan keningnya kala melihat kemacetan di depannya. "Apa yang terjadi? Sepertinya kecelakaan."


Awalnya ia masih mengemudi dengan lirih dan tidak memperdulikan kecelakaan karena tujuannya adalah ingin segera menjemput Putri yang ada di Rumah Sakit. Namun, begitu indra penglihatan melihat siluet seorang wanita yang sangat dihafalnya karena mengenakan gaun pesta.


"Itu? Bukannya pelacur itu? Ngapain ****** itu di pinggir jalan?" Aldiano segera menepikan mobilnya dan ingin memastikan jika pandangannya tidak salah.


Bahkan ia kini sudah menyeberang jalan dan pandangannya masih fokus pada wanita yang diyakininya adalah Putri dan begitu semakin dekat, jelas dilihatnya sosok pria yang tadi merupakan tamu di acara ulang tahun perusahaan.


'Dasar wanita murahan! Sebutan pelacur dan ****** memang sangat pantas untuknya! Bahkan dia berduaan dengan pria yang merupakan pewaris utama keluarga Mahesa. Lihat saja nanti, aku akan mengatakan ini pada papa,' gumam Aldiano yang kini langsung membuka suara untuk menyadarkan wanita yang tengah memunggunginya tersebut.


"Apa yang kamu lakukan di tepi jalan seperti ini, Sayang? Apa yang terjadi?" Aldiano yang kini berakting totalitas untuk menampilkan wajah khawatir pada Putri, padahal sangat membenci wanita itu, bahkan sudah beralih menatap ke arah sosok pria yang kini bangkit berdiri tanpa menyambut uluran tangan.

__ADS_1


Putri sama sekali tidak menyangka akan melihat Aldiano dan benar-benar sangat terkejut atas kedatangan tiba-tiba pria yang kini menatapnya penuh pertanyaan. Tentu saja ia langsung berakting seperti pria itu dan bersikap layaknya pasangan suami istri bahagia.


"Sayang ? Kamu ke sini? Aku tadi hendak pulang dengan naik taksi, tapi melihat kecelakaan dan hampir membuat tuan Arya Mahesa celaka. Nasib baik hanya luka ringan." Putri ingin Arya ikut menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Arya yang mengerti arti dari tatapan Putri, kini langsung mengangukkan kepala dan menunjukkan luka di telapak tangan serta siku. Tadi ia sudah melepaskan jas dan melipat lengan kemeja, sehingga terlihat jelas darah di lukanya.


"Iya, itu benar. Semua yang dikatakan istri Anda benar. Nyonya Putri baik hati menolong saya tadi. Jadi, jangan berpikir macam-macam pada istri Anda yang sebaik ini." Saat Arya ingin melanjutkan perkataannya, sudah dipotong oleh pria yang terlihat memicingkan mata penuh kecurigaan.


"Kenapa Anda di sini? Apa sengaja membuntuti istriku sampai Rumah Sakit?" Aldiano bahkan berpikir jika ia ingin membuat Putri dan Arya mengakui bahwa mereka saling tertarik dan endingnya berujung perselingkuhan.


"Aku akan memudahkan keinginanmu jika apa yang saat ini kupikirkan benar." Ia ingin mendengar secara langsung bagaimana Putri membela diri saat bukti-bukti sudah di depan mata.

__ADS_1


'Ingin sekali aku mengumpat jika dia hanyalah seorang wanita munafik, tapi jika sampai ada yang melihat dan masuk berita ekslusif, pasti papa akan langsung memecatku sebagai anak,' gumam Aldiano yang kini sama sekali tidak tertarik mendengar penjelasan dari Putri.


Namun, Putri tetap berbicara dengan sangat tegas untuk membuatnya percaya akan tipu muslihatnya.


"Tuan Arya datang ke Rumah Sakit ini karena istrinya baru saja mengalami kecelakaan dan saat ini tengah berduka. Jadi, jangan berpikiran buruk karena seharusnya kamu mengucapkan bela sungkawa," seru Putri yang merasa tidak terima dituduh saat tidak melakukannya.


Apalagi ia seperti mengalami Dejavu karena tuduhan Aldiano membuatnya mengingat tentang masa lalu.


"Iya. Istri Anda benar, Tuan Aldiano. Jadi, jangan salah paham. Saya tadi buru-buru menyeberang dan kecerobohan tadi membuat hampir kehilangan nyawa." Kemudian beralih menatap ke arah sosok wanita yang berdiri di hadapannya.


"Terima kasih karena sudah bersedia menolongku tadi." Saat ia membungkuk ketika hendak pergi, melihat seorang aparat berjalan mendekat. "Lebih baik kalian pergi agar tidak terlibat urusan di kepolisian karena kecelakaan ini."

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2