Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Menahan diri


__ADS_3

Amira Tan saat ini hanya diam saja tanpa berkomentar apapun setelah Jack mengatakan bahwa Noah mencari wanita lain.


Meskipun bibirnya menolak membenarkan tuduhan pria yang berada di balik kemudi tersebut, tetapi perasaannya tengah dilanda kegundahan saat khawatir jika sang kekasih pujaan hati benar-benar berpikir untuk mencari pengganti.


Apalagi beberapa saat lalu bertengkar dan besar kemungkinan jika saat ini Noah tengah melampiaskan kekesalan padanya dengan cara berselingkuh tanpa sepengetahuannya.


'Tadi bahkan Noah seperti tidak berkedip saat menatap wanita itu. Sebenarnya apa yang dilakukan mereka di depan minimarket?' gumam Amira Tan yang saat ini berpikir bahwa wanita yang tadi bersama sang kekasih terlihat memegang tangan.


Meskipun Amira Tan tidak jelas saat melihat interaksi dari mereka karena mobil melintas sekilas dan sangat hafal seperti apa siluet Noah. Bahkan masih memakai seragam kantor yang sama digunakan hari ini, sehingga merasa yakin bahwa itu benar-benar adalah Noah.


Ia yang tadi memilih untuk menghubungi Noah dengan mengatakan bahwa besok tidak perlu datang ke kantor karena atas perintah dari orang tua, sebenarnya melampiaskan amarah karena merasa cemburu.


Jadi, tanpa pikir panjang memilih menghukum dengan menyampaikan melalui telpon, bukan bertemu secara langsung. Ia tahu bahwa saat ini pasti Noah merasa sangat marah padanya dan hal yang sama juga dirasakan.


'Jika kamu marah padaku, aku pun juga sama. Bukankah sekarang kita impas,' gumamnya yang saat ini masih sibuk memikirkan bagaimana perasaan Noah.


Apakah merasa tenang dan masih bersenang-senang dengan wanita itu, ataukah marah serta kecewa padanya begitu dipecat dari kantor. Apalagi mulai besok tidak akan bisa setiap hari bertemu seperti biasanya dan hal itu membuatnya merasa frustasi.


Namun, menyadari bahwa tidak ada yang bisa dilakukan selain mematuhi perintah orang tua karena berharap sang ibu sehat, sehingga terpaksa melakukan hal di luar keinginan.


Saat Amira Tan tengah sibuk memikirkan pria yang dicintai, menyadari mobil berhenti dan berpikir jika sudah sampai di depan rumah. Namun, begitu mengedarkan pandangan, menyipitkan mata begitu melihat mobil ternyata terparkir di area depan sebuah restoran mewah.


"Kenapa berhenti di sini? Aku ingin segera pulang dan beristirahat karena sangat lelah." Ia tahu jika restoran adalah tempat untuk menikmati makanan yang lezat, tetapi dalam kondisi seperti ini, mana mungkin bisa selera makan.

__ADS_1


Apalagi bukan merupakan tipe wanita yang melampiaskan kekesalan dengan cara makan, tetapi sebaliknya karena tidak akan bisa menelan makanan saat patah hati.


Jack yang baru saja melepaskan sabuk pengaman setelah mematikan mesin mobil, menoleh ke arah wanita dengan wajah muram itu.


"Aku tahu kamu tidak berselera makan karena patah hati setelah mengetahui Noah bersama wanita lain, tapi aku sudah berjanji pada orang tuamu untuk selalu menjaga dengan baik. Jadi, kamu harus makan agar tidak sakit."


"Jika kamu sakit, siapa yang akan gantian menjaga tante? Apa kamu juga ingin terbaring lemah di rumah sakit?" Kemudian Jack meraih ponsel yang ada di saku celana dan menunjukkan pesan dari ayah Amira Tan.


"Lihat ini kalau tidak percaya!"


Amira Tan saat ini menatap ke arah benda pipih tersebut dan membaca pesan dari kontak sang ayah.


Putriku pasti tidak akan mau makan di rumah karena hanya sendirian, jadi ajak ke restoran untuk makan makanan lezat agar tidak sakit.


Apalagi mengalami berbagai macam masalah dalam hidup, seolah membuatnya tidak bersemangat melakukan apapun. Bahkan meskipun melihat yang sudah keluar dari mobil dan membuka pintu untuknya, Amira Tan masih tidak bergeming dari tempat duduk.


"Aku tidak lapar, Jack. Jika kau ingin makan, pergilah. Aku menunggumu di mobil." Saat ia mengembuskan napas kasar karena meluapkan hal yang saat ini seperti memenuhi perasaan dan mengganggu pikiran, melihat Jack membungkuk dan mendekat.


Hingga ia seketika menjerit atas perbuatan Jack yang perlahan menggendongnya keluar dari mobil. "Jack, apa yang kau lakukan? Turunkan aku! Sudah kukatakan bahwa saat ini tidak berselera makan."


Sementara itu, Jack yang sama sekali tidak berniat untuk memenuhi keinginan Amira Tan karena merasa bertanggung jawab dan sudah diberikan kepercayaan oleh calon mertua untuk menjaga wanita keras kepala tersebut, sehingga langsung bertindak.


Meskipun mengetahui bahwa Amira Tan merasa sangat kesal dan terlihat menggerakkan tubuh untuk meminta diturunkan, tetapi terus berjalan menuju ke arah pintu masuk restoran dan langsung disambut hangat oleh senyuman waiters.

__ADS_1


"Apa kamu ingin menjadi tontonan semua pengunjung restoran di sini? Aku sudah mendapatkan perintah dari ayahmu dan tidak akan mengecewakan. Jadi, jangan bersikap keras kepala seperti anak kecil atau remaja yang baru pubertas."


"Kamu bahkan sudah cukup tua dan sangat tidak pantas jika berlebihan saat patah hati karena seorang pria." Jack seketika menurunkan Amira Tan begitu merasakan kenyerian luar biasa pada bagian pinggang karena wanita yang digendong, mencubit cukup kuat di sana.


Amira Tan yang merasa tidak berguna ketika berbicara sebagai penolakan, memilih untuk langsung bertindak dan seketika merasa lega begitu berhasil turun. Apalagi merasa sangat risi dengan tatapan beberapa orang.


"Jika melakukan hal seperti ini lagi, aku akan jauh lebih kuat melakukannya!" Kemudian langsung berjalan masuk meninggalkan pria yang masih terlihat mengusap pinggang yang tadi dicubit.


"Astaga! Panas sekali!" gumam Noah yang saat ini mencoba mengurangi rasa nyeri akibat perbuatan Amira Tan.


Bahkan bisa melihat saat waiters menatap sambil menahan tawa, seolah merasa apa yang barusan dialami adalah sesuatu hal yang lucu.


Tidak ingin menjadi tontonan gratis dari para pengunjung restoran, Noah lalu beralih pergi dan berjalan menuju ke arah sosok wanita yang sudah duduk di kursi paling ujung.


Seolah tengah mencari sebuah ketenangan dengan memilih tempat paling belakang, sehingga tidak berbaur dengan banyaknya pengunjung yang sedang menikmati menu makanan lezat di restoran.


Jack saat ini mendaratkan tubuh di hadapan Amira Tan yang masih menampilkan wajah masam dan bibir mengerucut. Namun, melihat Amira Tan seperti itu, malah membuatnya merasa sangat gemas dan ingin sekali ******* bibir sensual berwarna merah jambu tersebut.


'Aku bahkan belum sekalipun merasakan bibir Amira Tan. Padahal kami sudah bertahun-tahun bersahabat dan sering bersama, tapi bajingan itu yang baru saja mengenal Amira Tan, malah sudah berhasil mencicipi semuanya.'


Mengingat akan hal itu, Jack mengepalkan tangan kanan yang berada di bawah meja. Mencoba untuk menahan diri agar tidak meluapkan emosi di depan wanita dengan wajah masam dan menatap ke arah air mancur di taman sebelah kiri tempat duduk mereka.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2