Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Membahas lamaran


__ADS_3

Saat ini, Amira mengerti dengan apa alasan dari Noah yang terkesan terburu-buru untuk melamar setelah mereka resmi menjalin kasih hari ini. Memang Jack yang dulu dipikir akan menjauh dan tidak lagi menampakkan diri setelah mengetahui bahwa hubungan dengan Noah bersifat intim, tapi ternyata semua tidak seperti yang terjadi.


Jack masih terus datang tanpa memikirkan apapun karena mengatakan hal yang tadi diungkapkan oleh Noah. Bahwa Jack tidak akan pernah berhenti mengejar cintanya sebelum status berubah menjadi seorang istri.


Saat ini, Noah sudah mengubah posisi mereka dengan duduk di kursi kerja sambil memangku Amira Tan. Ini adalah pertama kali aku merasakan kursi nyaman milik sang kekasih pujaan hati.


"Ternyata duduk di kursi mahal memang beda rasanya. Apalagi pada posisi memangku wanita cantik yang menjadi kekasih. Rasanya seperti dunia milik berdua." Noah berbicara sambil tersenyum simpul ketika melihat wajah menggemaskan dari wanita yang beberapa saat lalu seperti enggan duduk di pangkuannya.


Namun, sekarang seperti menikmati apapun yang dilakukan dan terlihat pasrah dengan wajah merah, sehingga membuatnya semakin gemas dan rasa cintanya bertambah tiap detik.


"Amira, kenapa kamu sangat cantik dan menggemaskan seperti ini?"


Amira Tan masih tidak berkutik saat tangan kekar dengan buku-buku kuat milik Noah mendarat pada pinggang rampingnya. Mendengar kalimat rayuan dari pria yang saat ini berstatus sebagai kekasihnya tersebut, tentu saja membuatnya merasa sangat malu.

__ADS_1


Ini adalah pertama kali menjalin kasih dengan seorang pria dan merasa sangat aneh sekaligus bahagia dan terasa menyenangkan karena mendapatkan banyak kejutan dari sikap manis Noah yang ditunjukkan padanya.


"Kenapa sekarang kau pintar merayu?" Amira Tan hanya bisa menjawab singkat atas semua perkataan bernada manis dari pria dengan pahatan sempurna dan sebenarnya ingin sekali ditelusuri dengan jemarinya yang lentik.


Namun, seperti biasa, ego dan gengsinya terlalu besar dan memilih untuk menahan diri sekuat tenaga, agar tidak melakukan itu. Karena berpikir bahwa hal tersebut akan mempermalukan diri sendiri dan dianggap tergila-gila pada seorang pria.


Amira Tan khawatir jika nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Seperti seorang pria yang menganggap wanita berada dalam kuasa dan mau melakukan apapun yang diperintahkan, sehingga tidak memikirkan logika.


Apalagi sering mengetahui contoh dari perbuatan seorang pria yang menyakiti hati wanita, sehingga meninggalkan luka mendalam.


Amira Tan tidak ingin menunjukkan betapa besar rasa yang dimiliki untuk pria di hadapannya tersebut. Jadi, masih bersikap jual mahal dan tidak terlalu memperlihatkan rasa cinta. Padahal pada kenyataannya, diam-diam ia sangat mengagumi dan merasa berbunga-bunga ketika pria itu mengungkapkan perasaan.


Apalagi Noah berpikir untuk membuat surat perjanjian yang tidak pernah dipikirkan, sehingga merasa sangat bahagia mendapatkan hati seorang Noah Martin yang belum pernah terlihat menggoda seorang wanita. Apalagi dekat dengan lawan jenis.

__ADS_1


Jujur saja ia merasa sangat bangga bisa menjadi kekasih Noah Martin dan sangat berharap hubungan mereka akan selamanya baik dan tidak pernah ada pengkhianatan.


"Aku sama sekali tidak merayumu, Sayang karena hanya mengungkapkan perasaan yang kurasakan padamu. Jadi, jangan salah persepsi dengan semua yang kulakukan?" Noah saat ini merapikan anak rambut anak yang terlihat berantakan.


Jika selama ini di tempat kerja, AmiraTan selalu menggelung rambut ke atas agar tidak berantakan.


Akan tetapi, sekarang sedikit berantakan karena sudah tidak tertata rapi akibat perbuatannya tadi.


"Aku sebenarnya lebih suka kamu menggerai rambutmu karena lebih terlihat menawan. Kalau saat di kantor seperti ini, kamu terlihat sangat elegan dan membuat setiap pria tidak percaya diri untuk mendekati wanita sehebat dirimu."


"Aku selama ini tidak pernah berpikir seperti itu pada seorang pria. Apalagi pada kenyataannya, aku tidaklah sehebat yang kamu sering katakan. Aku juga sering dikalahkan oleh lawan yang curang. Jadi, jangan selalu memujiku hebat. Sebenarnya aku merasa sangat risi dengan kalimat itu, yang selalu lolos dari mulutmu."


Setelah mengungkapkan apa yang selama ini dirasakan, Amira Tan ingin kembali membahas masalah lamaran yang tadi diungkapkan oleh Noah.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2