
"Aku sama sekali tidak menyukai ataupun tertarik pada Putri. Aku dulu bekerja sama untuk membuatmu cemburu. Apa kamu puas sekarang?" Noah yang tidak ingin bertele-tele dan berharap Amira Tan mempercayai bahwa perasaan cintanya selama ini sangatlah besar dan tidak pernah melirik wanita lain selain pengacara hebat yang arogan itu.
Ia merasa sangat heran kenapa bisa jatuh cinta pada seorang wanita berhati dingin dan datar seperti Amira Tan. Padahal dulu berharap mendapatkan seorang wanita seperti bidadari yang mempunyai sifat lembut.
Bahkan bisa dibilang jika dari dulu sangat membenci para wanita yang memiliki sifat arogan dan juga kasar. Namun takdir seolah mempermainkan begitu bertemu dengan sosok Amira Tan yang selama ini tidak pernah berbicara lembut padanya, tetapi malah membuat Noah sangat penasaran ingin menaklukkan wanita itu.
Hingga semua berakhir ketika berhasil bercinta di tempatnya dan semenjak saat itu berjanji tidak akan pernah melepaskan Amira Tan karena merasa sangat yakin jika wanita itu diciptakan hanya untuknya, bukan pria lain.
"Kamu tercipta hanya untukku, Amira."
Kenyataan yang baru saja didengar oleh Amira Tan dari bibir Noah saat ini, tentu saja membuatnya merasa sangat terkejut karena memang hal itu tidak pernah terpikirkan.
Amira Tan selama ini berpikir jika Putri bisa membuat semua pria terpesona, termasuk Noah. Namun, ternyata semua yang dipikirkannya salah.
Bahwa Noah hanya mencintainya dan sama sekali tidak pernah tertarik dengan saudara perempuan tiri yang sekarang entah di mana rimbanya.
Dengan suara serak karena gugup dan seperti bukanlah Amira Tan, saat ini membuka mulut. "Jadi, kalian hanya sedang mengerjaiku? Bahkan Putri pun setuju untuk bekerja sama denganmu?"
Noah langsung menganggukkan kepala untuk membenarkan perkataan dari wanita yang sangat dicintai tersebut.
"Karena Putri sangat ingin melihatmu bahagia, Amira Tan. Apalagi tidak tega ketika kamu sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari Bagus yang masih belum bisa move on. Jadi, Putri merasa sangat bersalah padamu dan juga berhutang budi."
__ADS_1
Noah akhirnya kembali menceritakan semua pembicaraannya dengan Putri ketika di rumah sakit.
"Putri bahkan mengatakan bahwa aku adalah seorang pria yang baik dan bisa membahagiakanmu. Padahal saat itu kami baru saja bertemu, tapi saudara perempuanmu itu sudah melihat cinta yang teramat besar di mataku untukmu."
Amira Tan saat ini tidak bisa berkata apa-apa lagi karena benar-benar terharu. Apalagi ketika mendengar pembahasan mengenai Putri yang merasa berhutang budi dan juga bersalah.
Padahal selama ini tidak pernah menganggap kebaikan yang dilakukan pada Putri menjadi sebuah utang. Ia sangat menyayangi Putri dan sebenarnya ingin sekali hidup berdekatan dengan saudara perempuannya tersebut.
Namun, sayang sekali tidak terjadi karena Putri memilih untuk pergi jauh tanpa meninggalkan pesan apapun. Seolah tidak menganggapnya sebagai saudara perempuan lagi setelah dikhianati oleh Arya.
Kini, Amira Tan tidak bisa menahan diri lagi atas kesedihan yang dirasakan begitu bulir air mata lolos tanpa seizinnya. Hingga tubuhnya dipeluk erat oleh pria yang berada di hadapan dan mengirimkan ketenangan lewat sentuhan lembut.
Noah yang merasa sangat iba sekaligus tidak tega melihat raut wajah Amira Tan sudah bersimbah air mata, sehingga saat ini beberapa kali mengusap lembut punggung wanita diperlukan untuk menyalurkan aura positif.
"Aku sangat yakin jika Putri dan putranya baik-baik saja. Suatu saat nanti, kita pasti akan bertemu mereka. Jadi, tunggu saja saat itu terjadi dan kamu bisa menghukum Putri sepuasmu untuk meluapkan semua perasaanmu.
Amira Tan masih tidak berkutik di pelukan Noah dan sangat berharap semua yang dikatakan oleh pria tersebut benar.
"Aku harap semua itu akan menjadi kenyataan. Aku sangat menyayangi Putri dan tidak akan pernah melupakan saudara perempuan malang yang saat ini tidak tahu di mana keberadaannya. Semoga Putri bisa hidup berbahagia suatu saat nanti."
"Aku merasa sangat bersalah saat bahagia ketika Putri hidup menderita." Putri saat ini mendengar menatap ke arah wajah dengan pahatan sempurna tersebut. "Jika aku menerima cintamu dan kita menjalin hubungan, lalu menikah, bagaimana dengan Putri yang masih menderita?"
__ADS_1
Noah merasa sangat lega sekaligus bahagia begitu mendengar kalimat terakhir Amira Tan dan berpikir bahwa saat ini hubungan mereka sudah dimulai karena wanita itu bisa membuka hati dan memberikan kesempatan.
"Putri merasa bahagia jika melihatmu menemukan pria yang bisa membahagiakanmu. Aku meneruskan perkataannya dulu ketika berada di rumah sakit. Jadi, jangan selalu menyalahkan dirimu atas semua yang terjadi pada Putri karena aku yakin saudara perempuanmu itu menyadari bahwa apa yang dialami merupakan buah dari perbuatan di masa lalu."
Amira Tan merasa sangat terhibur hari ini ketika meluapkan semua keluh kesah pada pria yang masih memeluknya dengan sangat erat.
"Terima kasih. Aku sekarang merasa lega setelah mengungkapkan semua yang kurasakan."
"Berarti sekarang kita sudah resmi menjadi pasangan kekasih, bukan? Apakah kau ingin aku langsung melamar pada orang tuamu?" tanya Noah yang tidak ingin membuang waktu untuk memiliki seutuhnya wanita dengan wajah cantik tersebut agar bisa segera menjadi istri.
Sementara itu, Amira Tan saat ini kembali dikejutkan dengan semua hal yang dilakukan oleh Noah. "Kenapa kau seperti terburu-buru?"
"Karena aku ingin menghentikan Jack yang setiap saat selalu mengganggumu dengan berpikir bahwa sebelum ada ikatan pernikahan, masih ingin berusaha mendapatkanmu."
Noah yang dulu sempat mengancam Jack agar tidak mendekati anak lagi karena sudah bercinta dengannya dan menjadi miliknya, tetapi mendapatkan jawaban seperti itu dan kali ini ingin membuat pria tersebut berhenti mengejar wanita yang tidak bisa dimiliki.
Apalagi hari ini Amira Tan sudah menegaskan bahwa tidak pernah menyimpan perasaan sedikitpun pada Jack karena berpikir bahwa pria itu suka sekali berganti-ganti pasangan. Bahkan hari ini Noah merasa senang karena berhasil menaklukkan seorang wanita arogan yang susah didapatkan oleh para pria.
Kini, ia mendekatkan bibir ke dekat daun telinga Amira Tan. "Aku ingin melamarmu dan menjadikan istriku, sehingga bebas bercinta kapanpun dan tidak akan pernah ada yang melarang."
To be continued...
__ADS_1