
Noah merasa yakin jika Amira Tan melihat ketika diobati oleh perawat tersebut dan menuduh telah mencari wanita pengganti. Padahal sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh Noah, sehingga berpikir bahwa yang terjadi adalah dipermainkan oleh takdir.
Saat semua berbalik arah dan kondisinya tidak memungkinkan untuk melawan Jack—pria yang dianggap sangat licik dan berhasil mempengaruhi Amira Tan dengan mudah.
"Apa yang harus kulakukan sekarang saat Amira Tan sudah menjadi istri pria sialan itu?" Noah mengacak frustasi rambut dan saat ini membayangkan jika hari ini kemungkinan besar mereka akan tinggal dalam satu kamar.
Bahkan membayangkan sang kekasih bercinta dengan pria lain, membuatnya sangat frustasi dan ingin sekali meninju tembok yang ada di sebelahnya.
Namun, tidak ingin berakhir menjadi seorang pria cacat saat memiliki tangan yang bengkok karena patah tulang, sehingga memilih untuk beberapa kali menarik rambut demi melampiaskan amarah.
Entah sudah berapa lama ia meluapkan amarah di pintu darurat tersebut tanpa ada yang mengetahui dan benar-benar penuh ketenangan, sangat berbeda dengan perasaannya yang sangat kacau.
Satu jam telah berlalu dan ia masih berada di tempat sama. Hanya saja, saat ini tidak lagi berjongkok karena sudah duduk di lantai. Selama beberapa saat mengembuskan napas kasar, kini perasaan sedikit lebih tenang.
Noah mencoba untuk tenang dan mengingat semua yang diungkapkan oleh Amira Tan ketika marah padanya.
__ADS_1
"Aku adalah seorang pria yang kekanakan dan tidak bisa menghargai usaha Amira Tan untuk menyelamatkan hubungan kami. Aku harus percaya pada kekasihku yang pasti akan menjaga hati dan setia karena hanya mencintaiku."
"Dia memang benar karena selama ini hanya berteman dengan Jack meskipun sudah bersama selama bertahun-tahun dan hanya menjalin hubungan denganku. Harusnya aku menyadari itu dan tidak mengandalkan kecemburuan. Hingga hilang akal, sehingga malah membuatnya merasa murka."
Selama beberapa menit intropeksi diri dalam kesunyian di anak tangga darurat, kini Noah berpikir jernih untuk tidak lagi menyerang Amira Tan dengan ketidakpercayaan dan kecemburuan.
Merasa bahwa perasaan jauh lebih baik dan tidak terbakar amarah seperti beberapa saat lalu, ia saat ini mengeluarkan ponsel miliknya dan tidak lagi marah-marah pada sang kekasih.
Noah memilih untuk mengirimkan pesan dan berharap Amira Tan membaca dan mau memaafkannya, sehingga menarik kata-kata untuk memutuskan hubungan di antara mereka.
Maafkan aku atas keegoisan dan kecemburuanku padamu. Aku benar-benar sangat mencintaimu dan tidak ingin hubungan kita berakhir. Aku tidak akan mempermasalahkan pernikahanmu dengan Jack.
Aku akan menunggumu hingga situasi mereda dan mempercayai apapun yang kamu lakukan, hingga kita kembali bersama.
Setelah mengetik cukup banyak pesan panjang lebar tersebut, Noah lalu mengirimkan pada Amira Tan dan berharap wanita yang masih sangat dicintai mau membalas setelah membaca.
__ADS_1
"Hanya ini satu-satunya harapanku karena tidak tahu apa yang harus kulakukan selain bersabar dan mempercayai apapun yang dilakukan oleh Amira Tan."
Meski merasa tidak tenang ketika sang kekasih akan tinggal bersama dengan pria lain yang berstatus sebagai suami, Noah berusaha memenuhi pikiran dengan hal-hal positif.
Memilih untuk mengendalikan cemburu dengan bisa percaya sepenuhnya kepada sosok wanita yang dicintai. "Aku akan berusaha untuk menghargai usahamu mempertahankan hubungan kita dengan cara menjadi anak yang berbakti kepada orang tua."
"Semoga kamu segera bercerai dengan pria sialan itu karena jika terlalu lama bersama dengan seorang Jack yang licik, aku takut hatimu yang terlalu lemah akan berpaling pada si berengsek itu."
Noah saat ini berusaha untuk mengambil napas teratur agar tidak dikuasai oleh amarah ketika mengingat pria yang mengincar sang kekasih.
Apalagi berpikir bahwa seorang pria seperti Jack bisa melakukan apapun untuk bisa mendapatkan wanita yang dicintai. Bahkan mengibarkan bendera perang padanya dan mengatakan akan menjadi pemenang.
Hal yang selalu mengganggu dan ingin menyampaikan pada Amira Tan agar berhati-hati, tetapi sepertinya wanita pujaan hati entah telah percaya sepenuhnya karena berteman sangat lama.
"Kuserahkan semuanya padamu, Tuhan karena manusia hanya bisa berencana dan Engkaulah yang menentukan."
__ADS_1
To be continued...