
Satu minggu sudah Putri tinggal di tempat baru dan sekarang adalah hari pertama kali membuka usaha warung makan dengan dibantu oleh satu orang.
Bahkan Mira kali ini ikut repot membantu, hingga tidak mengawasi para pekerja di rumah yang sedang memproduksi pesanan, yaitu Apple Strudel yang merupakan salah satu nama hidangan tradisional khas negara Austria yang biasa disajikan sebagai makanan penutup dan sangat ramai diminati sebagai oleh-oleh.
Makanan jenis kue kering itu dibuat dari kulit berbahan dasar tepung terigu yang di dalamnya berisi campuran remah roti manis dan kismis dan selalu menjadi pesanan nomor satu di pusat oleh-oleh dan Putri pernah menikmati saat Mira membawakan beberapa hari lalu.
"Apa semuanya sudah selesai, Putri?" tanya Mira yang saat ini baru saja selesai membantu pekerja untuk membawa makanan yang telah masak tersebut ke depan etalase kaca.
Putri yang saat ini terlihat masih memakai kain penutup saat memasak dan dalam dunia memasak internasional, banyak chef menggunakan istilah apron dan dimanfaatkan untuk melindungi bagian depan tubuh dari noda saat memasak.
Bahkan bulir peluh membasahi pelipisnya karena sejak jam 4 pagi sudah memasak dan ini sudah pukul tujuh baru selesai.
"Sudah selesai semua karena hanya memasak 5 jenis makanan saja untuk mencari tahu selera dari pembeli. Aku khawatir jika tidak laku dan akhirnya rugi," sahut Putri yang baru saja melepaskan apron dari tubuh dan mengelap peluh dengan menggunakan tisu.
"Optimis, kamu harus optimis, Putri karena hasil dari sesuatu merupakan buah dari pikiran sendiri. Jadi, keyakinan sangat dibutuhkan dalam melakukan semua hal. Lagipula zaman sekarang semakin canggih dan bisa memanfaatkan media sosial untuk menawarkan apapun bisnis yang digeluti."
"Apalagi dalam dunia kuliner, sangat digemari akhir-akhir ini dan semua orang sangat malas untuk pergi membeli sendiri dan memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi mengenai makanan apapun dan juga memesan melalui aplikasi.
"Bahkan aku tadi sudah memasukkan semua makanan yang kamu jual di salah satu aplikasi online. Siapa tahu akan banyak mengundang pembeli dan laris manis." Mira kini menepuk pundak Putri yang terlihat sangat kelelahan.
Sebaiknya kamu mandi dan sebentar lagi kita buka warung karena menu sarapan untuk anak yatim dan orang miskin harus dibagikan setengah jam lagi. Mereka akan datang ke sini sebentar lagi dan kamu harus sudah siap. Kita akan buka dengan doa dari mereka yang pastinya akan menjadi berkah dari usaha barumu."
Putri merasa terharu karena selalu mendapat kebaikan dari wanita di hadapannya tersebut dan kini langsung memeluk erat sambil berkaca-kaca karena tidak bisa menahan bulir air mata yang selalu menghiasi hidupnya akhir-akhir ini.
"Terima kasih, Mira. Aku sangat berhutang budi padamu dan tidak tahu harus berkata apa," ucap Putri yang saat ini bergetar tubuhnya karena menangis saat merasa terharu.
Sementara itu, Mira menepuk punggung Putri untuk memberikan semangat agar tidak selalu menangis saat mendapatkan kebaikan darinya. "Kita adalah saudara dan jangan selalu menangis seperti ini."
__ADS_1
"Aku tidak ingin wajah cantikku berubah jelek hanya karena menangis. Sudah sana, cepat mandi karena kamu harus menyambut kedatangan orang-orang yang kuundang." Mira melepaskan pelukan Putri dan menatap intens.
"Aku akan memeriksa apakah Xander sudah bangun atau belum."
Putri yang mengusap bulir air mata di wajah, kini menganggukkan kepala dan berjalan menuju ke arah kamar mandi setelah melihat siluet Mira menghilang di balik pintu ruangan kamar yang menjadi tempat peristirahatan dengan putranya.
Dengan melangkahkan kaki telanjang menuju ke arah kamar mandi, ia segera membersihkan diri karena ingin tampil rapi dan wangi saat melayani para tamu yang diundang untuk mendoakan usaha barunya.
Menganggap para anak yatim dan juga orang miskin adalah tamu dan ia ingin memuliakan mereka.
Putri berharap doa dari mereka bisa membuat usahanya lancar dan berkah. "Semoga hari ini banyak pembeli yang datang," ucap Putri yang kiri sudah berada di kamar mandi dan langsung membasahi ujung kepala hingga kaki dengan air dingin.
Rasa segar yang langsung menjalar di tubuhnya, seketika menghilangkan peluh yang tadi membasahi tubuh karena sibuk memasak sendiri semua. Sementara salah satu pekerja hanya membantu untuk menyiapkan saja.
Bahkan dari semalam sudah sibuk mempersiapkan bersama pekerja yang saat ini tinggal bersamanya karena memang membutuhkan satu orang untuk membantu.
Akhirnya mengungkapkan pada Mira untuk mencarikan asisten rumah tangga yang sekaligus tinggal di sana bersamanya. Akhirnya saat ini menemukan satu orang wanita berusia 45 tahun dan mau tinggal di sana karena memang berasal dari luar kota dan mencari pekerjaan.
Setengah jam kemudian, ia sudah bersiap untuk menyambut kedatangan orang-orang yang akan diberikan makanan gratis 50 porsi makanan.
Sengaja ia melayani mereka sendiri dan menyuruh asisten rumah tangganya menggendong Xander.
Bahkan Mira saat ini juga ikut membantu mengambilkan makanan untuk orang-orang yang sudah datang dan sebelum itu meminta untuk mendoakan agar usaha baru itu berjalan lancar.
Setelah acara doa, semua orang menikmati makanan masing-masing dan merasa sangat puas saat menikmati karena memang camat lezat.
Putri terlihat berbinar ketika melihat semua orang lahap menikmati masakannya dan merupakan sebuah kepuasan saat kebaikannya dihargai oleh mereka.
__ADS_1
'Syukurlah jika mereka cocok dengan masakanku,' gumamnya yang saat ini melihat Mira sibuk berbicara dengan beberapa orang yang dikenal.
Begitu melihat wanita itu berjalan mendekatinya, langsung mengungkapkan apa yang ingin disampaikan.
"Jika tidak ada kamu yang membantuku, mungkin tidak akan seperti ini. Semua yang ingin kulakukan berjalan lancar karena mendapatkan bantuanmu. Terima kasih."
Kini, Mira yang masih menatap ke arah beberapa orang menikmati makanan, menampilkan bibir mengerucut karena sangat kesal dengan perkataan Putri.
"Aku sangat bosan mendengar kamu selalu mengucapkan terima kasih padaku. Oh ya, sebentar lagi mereka akan pulang dan aku yakin akan datang banyak pembeli karena doa-doa dari orang miskin dan juga anak yatim sangat mustajab dan sanggup mengetuk pintu langit untuk memberikan sebuah keajaiban karena didengar langsung oleh Sang penguasa alam semesta."
Putri merasa bahagia dan mengaminkan semua doa dari Mira. Meskipun merasa sangat lucu melihat wanita itu seperti sedang merajuk, sehingga hanya membuat gerakan untuk mencubit pipi.
"Kamu seperti anak kecil yang merajuk karena tidak dibelikan mainan saja. Terima kasih."
Putri berharap semua yang dikatakan oleh wanita itu benar adanya dan semakin menggoda Mira dengan mengucapkan terima kasih berulang kali di dekat daun telinga wanita itu.
Sementara itu, Mira saat ini hanya menampilkan wajah masam karena kesal pada sikap Putri yang malah menggoda. Refleks mengarahkan cubitan pada lengan wanita itu dan melihat respon meringis tampak dari wajah, sehingga berakhir tertawa.
"Astaga, sakit!" Putri yang saat ini meringis menahan rasa nyeri karena cubitan cukup kuat dari Mira.
Saat Putri ingin membalas perbuatan Mira dengan mencubit balik lengan, tidak jadi melakukannya karena mendengar suara seseorang dan membuat mereka menoleh ke arah depan.
"Apakah warungnya sudah buka?" tanya seorang pria yang baru saja memasuki halaman rumah dan melewati orang-orang duduk di kursi yang disediakan.
Putri seketika mengerjapkan mata begitu melihat seseorang yang sudah hampir dilupakan karena tidak pernah terlihat satu minggu ini.
To be continued...
__ADS_1