
Putri masih tidak menyerah untuk mencoba melindungi diri, sedangkan laki-laki yang tak lain adalah Ardiansyah sudah berusaha untuk bisa menghancurkan sikap dingin wanita yang susah ditaklukkan tersebut.
Bahkan sudah sangat bernafsu ketika berhasil menyentuh Putri. Hingga dengan sangat kasar merobek bagian atas tubuh wanita yang masih berusaha untuk melindungi diri tersebut.
'Setelah hari ini, kamu tidak akan pernah bisa menolakku lagi,' gumam Ardiansyah yang kini sudah berhasil membuat tubuh Putri dalam kuasanya.
Putri yang dari tadi tidak berhenti berdoa agar Tuhan menyelamatkannya dari pria yang hendak berbuat jahat. Bahkan sekarang tenaganya sudah habis terkuras untuk melawan, tetapi tidak bisa menghentikan perbuatan jahat pria yang sama sekali tidak mengeluarkan suara tersebut.
Sementara ia dari tadi berusaha untuk menghindar, tetapi bibirnya dibungkam oleh pria di atasnya yang sudah berhasil menyentuh bagian-bagian tertentu yang ingin dilindungi.
Bahkan ia sudah berlinang air mata dan berharap ada seseorang yang menolongnya dari ulah jahat seorang pria yang hendak memperkosa di tempat sepi tersebut.
Saat ia merasa sangat ketakutan ketika pria yang hampir berhasil memperkosa, indra pendengaran menangkap suara seseorang dan membuatnya lega.
"Siapa kalian?" sarkas seorang pria dengan membawa sesuatu di tangan, yaitu sabit yang biasa digunakan untuk mencari rumput dan merupakan ritual sehari-hari.
Pria yang membawa alat untuk memotong rumput tersebut biasa pergi untuk mencari pakan ternak, yaitu kambing setiap pagi dan sama sekali tidak pernah menyangka jika bisa bertemu dengan seorang pria dan wanita yang tengah berbuat hal tidak wajar di rerumputan.
Apalagi tadi merasa aneh ketika melihat ada kendaraan di tepi jalan dan berpikir bahwa itu milik orang yang juga tengah mencari rumput sepertinya.
Begitu mendengar suara-suara aneh di dekat tempat yang hendak dicari rumput, seketika mendekat dan membulatkan mata begitu melihat seorang pria berada di atas tubuh wanita dan seketika berjenggit kaget mendengar suaranya.
Putri yang merasa sangat lega karena ada seseorang yang datang dan berhasil menggagalkan rencana pria jahat itu.
Apalagi sekarang tubuhnya sudah terbebas dari kuasa pria yang dari tadi tidak berhenti mencium dengan kasar dan penuh nafsu, sehingga membuatnya sangat jijik.
Ardiansyah seketika bangkit dari tubuh Putri karena tidak ingin perbuatannya membuat pria yang tiba-tiba datang tersebut mengetahui niat buruk untuk menikmati tubuh seorang wanita.
Saat ini tengah berpikir untuk kabur atau mengarang sebuah kebohongan agar tidak disalahkan. Hingga keputusannya adalah memfitnah Putri untuk menyelamatkan diri sekaligus mendapatkan wanita itu. Kini, membuka penutup wajah dengan memperlihatkan tanpa merasa takut ataupun malu.
"Maaf, karena kami hendak bercinta di tempat ini. Kami adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan terbawa nafsu untuk bisa melakukan hubungan intim seperti layaknya suami istri."
"Astaga! Kalian benar-benar mempermalukan kampung ini. Semua orang harus tahu perbuatan bejat kalian!" Pria yang mengarahkan sabit tersebut untuk memberikan ancaman pada pria dihadapannya agar tidak kabur.
Bahkan saat ini tengah mengamati dua orang yang seperti pernah diketahui olehnya. "Kau ... adalah wanita yang membuka usaha warung dan catering itu, bukan? Sementara kau pria yang bukan asli warga sini."
__ADS_1
Sementara itu, Putri yang tadi memperbaiki pakaian bagian atas telah koyak karena perbuatan pria jahat dan membulatkan mata begitu mendengar suara yang sangat dihafal dan juga membuka penutup wajah.
Putri benar-benar merasa sangat shock dan tidak percaya bahwa pria yang berbuat jahat padanya adalah Ardiansyah.
Seorang pria yang selama ini dianggap adalah orang baik karena menolong tanpa pamrih. Namun, kejadian hari ini membuatnya benar-benar sangat membenci Ardiansyah dan tidak akan pernah memaafkan pria itu lagi.
Apalagi sudah memfitnah dengan mengatakan sebuah kebohongan yang tidak masuk akal. Bahwa mereka saling mencintai dan bernafsu untuk melakukan hubungan terlarang di rumput-rumput.
Wajah Putri saat ini memerah karena dikuasai oleh amarah ketika menatap pria yang berdiri di hadapannya. "Kau adalah pria paling jahat yang pernah kutemui."
"Setelah berusaha untuk memperkosaku, sekarang bahkan memfitnah tidak masuk akal. Dasar pria munafik yang tidak punya perasaan. Kau tak lebih dari binatang yang tidak pantas untuk dicintai oleh siapapun."
"Aku akan melaporkan pada polisi karena hendak memperkosa aku ketika pergi ke pasar. Kau akan membayar perbuatanmu dengan berada di penjara," sarkas Putri yang saat ini dikuasai oleh amarah dan wajah memerah.
Namun, suara Ardiansyah yang tertawa terbahak-bahak membuatnya semakin murka dan mengepalkan tangan. Bahkan mengarahkan sebuah tamparan keras pada wajah pria yang dianggap sangat munafik tersebut karena memutarbalikkan fakta.
Ardiansyah tidak ingin berakhir di penjara dan berusaha untuk membela diri dengan cara membuat Putri seolah-olah adalah wanita yang bersalah.
"Sayang, kenapa kamu sekarang berubah seperti ini saat ketahuan oleh orang lain? Bukankah semalam kita sudah berjanji untuk bertemu di sini agar bisa bercinta? Jangan mempermalukan diri sendiri dengan melibatkan polisi dalam hubungan kita."
Putri yang masih dikuasai oleh amarah melihat Ardiansyah, sama sekali tidak merasa takut ataupun berubah pikiran untuk melaporkan perbuatan jahat pria itu pada polisi.
Namun, suara pria yang tiba-tiba datang dan membuatnya selamat, seolah-olah lebih mempercayai Ardiansyah daripada dirinya dan tentu saja Putri frustasi dan juga merasa miris dengan nasib hidupnya karena tidak ada yang mempercayai apa yang disampaikan sebagai pembelaan diri.
"Sudah! Aku sudah sering melihat pasangan yang berusaha untuk tidak mengakui perbuatan ketika ketahuan. Kalian harus dibawa ke balai umum agar bisa bertanggung jawab atas kejadian hari ini."
Kemudian mengeluarkan ponsel dan menghubungi orang agar membantu untuk membawa pria dan wanita yang baru saja berbuat dilarang tersebut ke balai umum untuk disidang.
Sementara itu, Putri masih berusaha untuk membela diri agar pria tersebut mempercayainya bahwa Ardiansyah benar-benar berbuat jahat padanya.
Sementara itu, Ardiansyah hanya diam dan berpikir bahwa banyak bicara hanya akan membuat orang lain curiga dan tidak percaya, sehingga memilih untuk membiarkan Putri sibuk membela diri dengan mengumpatnya.
'Aku akan membuat semua orang lebih mempercayaiku dan berakhir menikahkan kita karena hanya itu yang kuinginkan darimu,' gumam Ardiansyah yang kali ini memilih untuk menyerahkan diri dan tidak melawan ketika ada dua pria yang datang dan membawa mereka untuk dibawa ke balai umum.
Hingga beberapa saat kemudian, Putri dan Ardiansyah sudah tiba di sebuah aula yang biasa menjadi tempat untuk menginterogasi tersangka yang berbuat hal buruk.
__ADS_1
Tentu saja Putri sama sekali tidak merasa takut dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Meski ada banyak tatapan mata yang seolah mencemooh dan menganggapnya adalah seorang wanita hina.
Apalagi status sebagai seorang janda yang dianggap suka menggoda para pria, seolah membuat Putri terpojok. Bahkan ada banyak pasang mata yang khususnya dari para wanita menatap tidak suka dan seolah tidak mempercayainya.
Sementara Ardiansyah merasa percaya diri bahwa semua orang akan lebih mempercayainya daripada Putri yang dari tadi tidak berhenti untuk membela diri demi mengelak.
Kini, di aula berukuran luas tersebut sudah dipenuhi oleh beberapa orang yang mendengar kejadian pagi ini dan ingin melihat sendiri proses interogasi yang dilakukan oleh polisi yang merupakan kepala keamanan di desa tersebut.
Bahkan suara para wanita yang selama ini merasa resah semenjak kedatangan Putri di kampung mereka karena banyak pria yang tergoda oleh wanita itu termasuk para suami.
"Lebih baik usir mereka dari kampung ini karena hanya akan membawa pengaruh buruk."
"Atau nikahkan mereka agar tidak semakin berbuat dosa dengan melakukan perbuatan terlarang di sembarang tempat."
"Dasar wanita tidak tahu malu yang suka menebar pesona pada para pria dan pasti berpikir bahwa semua orang menyukainya. Sangat meresahkan."
Suara-suara dari mayoritas wanita bisa didengar Putri dan mengerti bahwa selama ini sangat dibenci oleh warga. Bahkan sama sekali tidak menyangka karena kesibukannya dalam usaha warung dan catering, membuatnya tidak pernah berinteraksi dengan para tetangga.
Namun, meskipun tidak pernah mengusik orang lain, tetapi tetap saja dibenci dan hal itu membuatnya merasa sangat terpukul hari ini. Ia bahkan tidak berhenti bersimbah air mata untuk mengungkapkan kehancuran yang dirasakan.
Merasa bahwa kampung itu dianggap bisa menjadi tempat untuk memulai hidup baru dengan baik, ternyata berakhir sangat buruk dan benar-benar membuatnya ingin segera meninggalkan kampung itu.
'Aku tidak mungkin bisa hidup tenang jika terus berada di kampung ini. Apakah aku harus kembali ke ke kota saja?' gumam Putri yang mengungkapkan keluh kesah di dalam hati dan semakin merasa terpuruk ketika mendengar keputusan dari kepala keamanan di kampung itu.
"Semua tenang! Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh pria dan wanita ini bertolak belakang, tetapi tetap saja harus bertanggung jawab atas perbuatan buruk hari ini karena mencemarkan nama baik kampung, sehingga aku memutuskan untuk mereka harus menikah."
"Ini demi nama baik kampung ini agar tidak meresahkan orang lain. Jika kalian berdua menikah, itu merupakan tanggung jawab dan tidak akan ada para wanita yang resah karena berpikir ada penggoda suami."
"Sekarang kalian putuskan sendiri kapan akan menikah dan kita semua yang ada di sini akan mengawasi dan menunggu proses pernikahan dilakukan."
Putri seketika bangkit dari kursi dan menggebrak meja karena sama sekali tidak berniat untuk menuruti perintah pria tersebut. Apalagi saat ini sangat membenci Ardiansyah dan juga jijik pada pria yang dianggap munafik tersebut.
"Aku tidak akan menikah dengan pria bajingan ini! Lebih baik aku pergi dari kampung ini dan semua wanita tidak akan merasa ketakutan lagi akan kurebut para suami kalian!"
Kemurkaan Putri hanya ditanggapi dengan tatapan sinis dan tersenyum mengejek dan berpikir bahwa apa yang dikatakan hanyalah sebuah omong kosong untuk membela diri karena merasa malu telah ketahuan berbuat tidak pantas dengan seorang pria.
__ADS_1
To be continued...