
"Ternyata sepertimu bisa mengenal orang-orang hebat seperti mereka," ejek Aldiano yang saat ini berjalan sambil mengungkapkan kekesalannya karena harus bersusah payah untuk menjemput wanita itu atau suruhan dari sang ayah.
Putri yang sama sekali tidak berniat untuk menjawab karena berpikir jika itu sangat percuma, sehingga saat ini hanya diam saja dan duduk di tempat yang tadi.
Memang konsep sajian pada tamu-tamu undangan adalah prasmanan akan memudahkan semua orang mengambil menu yang sesuai dengan selera masing-masing. Bahkan ada banyak menu sajian mulai dari lokal, western maupun kekinian seperti Korea dan Jepang.
Sementara makanan khusus untuk para petinggi perusahaan seperti mertuanya dan juga sang suami adalah menu khas negeri Timur Tengah. Ayah dan anak tersebut memang menyukai makanan dengan khas rempah yang jarang disukai oleh orang lain.
Bahkan makanan jenis berat itu sangat disukai mertuanya, yaitu nasi briyani lengkap dengan aneka toping lauknya. Ia tadi juga mengambilkan untuk sang suami, tapi tertunda karena bertemu dengan saudara tirinya yang kini sudah bahagia dengan Jack.
"Kamu ternyata mengenal pasangan suami istri yang merupakan pengacara hebat itu, Putri? Bahkan tadi aku melihat pria yang merupakan putra dari Ari Mahesa datang menghampirimu," ucap Bambang Priambodo yang saat ini merasa penasaran dengan menantunya yang ternyata seperti bukanlah wanita sembarangan.
Putri saat ini hanya tersenyum simpul dan tidak ingin menyombongkan diri karena sejatinya ia hanyalah seorang wanita biasa yang dulu tersesat, sehingga bisa mengenal orang-orang hebat. Ia tidak mungkin menceritakan perselingkuhan dari sang ibu dengan ayah Amira Tan.
Jadi, seperti yang dikatakan pada Aldiano tadi bahwa merupakan teman yang tidak sengaja bertemu di Jakarta. "Jangan berbicara seperti itu, Pa. Aku dulu tidak sengaja bertemu dengan mereka saat mengurus sesuatu dan akhirnya mengenal dengan baik."
Meskipun tidak puas dengan penjelasan dari menantunya, tapi Bambang saat ini hanya tersenyum simpul dan kini menikmati makanan yang tadi diambilkan salah satu staf perusahaan.
"Kamu memang tidak pernah menyombongkan diri, Putri. Aku tidak menyesal memilihmu sebagai menantu." Kemudian menyuapkan satu sendok makanan khas rempah ke dalam mulutnya.
"Papa selalu memujiku, tapi terima kasih karena sudah memilih untuk menjadi menantu di keluarga sehebat ini." Putri kini menikmati makanan setelah sebelumnya menyuruh sang suami makan.
"Apa ada yang kurang? Nanti aku akan mengambilkannya lagi," ucap Putri yang saat ini tengah menatap ke arah sosok pria yang tadi hanya diam tidak berkomentar apapun ketika ia ada di samping mertuanya.
Aldiano saat ini hanya menggelengkan kepala dan menikmati makanan kesukaan dengan lahap. Ia yang merasa sangat kesal melihat sang ayah selalu bersikap baik pada wanita yang dianggapnya adalah seorang wanita murahan, membuatnya merasa sangat lapar dan memilih untuk melampiaskan dengan menikmati makanan.
Bahkan ia sangat lahap menikmati makanannya tanpa menoleh ke arah wanita yang sangat dibenci. 'Rasanya aku ingin sekali membuang wanita ini di tempat prostitusi agar sesuai dengan kastanya yang hanyalah seorang wanita murahan.'
Putri saat ini bisa membaca pemikiran dari sosok pria yang duduk di sebelahnya tersebut. 'Baginya, aku sama dengan pelacur. Bahkan mungkin jauh lebih buruk.'
Ia saat ini memilih untuk mengalihkan perhatiannya dari pria yang selalu menganggapnya hanyalah seorang wanita murahan dan mencari keberadaan putranya apakah masih bermain dengan putri dari Amira Tan.
Hingga ia pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling area ballroom hotel tersebut dan tanpa sengaja bersitatap dengan iris tajam berkilat milik sosok pria yang tak lain adalah Arya.
Putri merasa seperti dihunus tombak tajam kala bersitatap dengan pria yang pernah menjadi orang terpenting dalam hidupnya. Tentu saja melihat tatapan Arya, membuatnya kalang kabut dan memilih untuk mengalihkan perhatian.
'Kenapa dia melihatku seperti itu? Bukankah Arya hilang ingatan? Lalu kenapa menatapku seperti itu?' gumam Putri yang saat ini mendengar notifikasi dari ponsel miliknya dan langsung memeriksa pesan dari siapa.
Hingga ia pun saat ini membaca pesan dari Amira Tan yang tadi berbicara dengan Arya. Bahwa mantan suaminya tersebut bertanya mengenai masa lalu. Apakah dulu mengenal dirinya atau tidak dan langsung dijawab oleh Jack jika tidak ada hubungan apapun.
__ADS_1
Putri saat ini langsung membalas pesan dari saudara tirinya tersebut dengan mengucapkan terima kasih karena telah merahasiakan semuanya. Ia akan meminta Amira Tan dan juga sang suami agar tidak membuka tentang masa lalu demi melindungi putranya.
'Arya dan istrinya bahkan tidak memiliki keturunan meskipun sudah 5 tahun menikah. Aku khawatir jika mereka akan merebut Xander dariku. Jika sampai itu terjadi, aku akan melakukan segala hal untuk melindungi putraku karena selama ini tidak diakui oleh keluarga Arya,' gumam Putri yang saat ini akan menggunakan kekuasaannya yang merupakan menantu dari Bambang Priambodo.
Ia akan melawan keluarga Arya Mahesa jika sampai berani mengusik putranya yang bahkan dipalsukan hasil tes DNA. Bahkan ketika mengingat semua itu, ia merasa sangat marah. Apalagi ketika Arya dulu menjatuhkan talak dan menuduhnya menipu dengan kehadiran Xander yang dianggap mengincar harta keluarga Mahesa.
'Aku bukanlah Putri lima tahun yang lalu yang bisa diinjak-injak dan dihancurkan. Aku akan menghancurkan siapapun yang berani mengusik putraku. Bahkan meskipun mengorbankan nyawaku sekalipun,' gumam Putri pada saat ini ingin segera meninggalkan hotel dan membawa putranya pulang ke rumah agar tidak bertemu dengan Arya lagi.
Ia sangat khawatir jika ikatan batin antara ayah dan anak dirasakan oleh keduanya, jadi ingin segera mengajak pulang.
Sampai pada saat ia menemukan keberadaan putranya dan membuat degup jantungnya berdetak kencang melebihi batas normal karena melihat Arya yang tadi menatapnya, kini bergerak untuk mendekati Xander. Seolah ingin mencari perhatiannya melalui putranya.
'Apa sebenarnya niat Arya mendekati putraku?' gumam Putri yang saat ini merasa khawatir jika Arya terus-menerus mendekati putranya, hanya akan membuatnya ketahuan jika dulu merupakan mantan istri siri dan melahirkan keturunannya.
Ingin melindungi putranya, kini ia menoleh ke arah mertuanya. "Pa, apakah aku boleh mengajak Xander pulang ke rumah? Tiba-tiba kepalaku rasanya sangat pusing."
Agar terlihat meyakinkan, ia pun saat ini memijat pelipis dan berakting seperti benar-benar sakit kepala. Padahal sebenarnya ia aku sangat mengkhawatirkan pria yang saat ini mengajak putranya berinteraksi.
Hingga ia mendengar suara bariton dari mertuanya yang membuatnya merasa lega seperti terbebas dari neraka yang membakarnya hingga menjadi abu.
"Jika kamu tidak enak badan, pulang saja dengan supir. Lagipula Xander pasti juga sudah mengantuk." Bambang Priambodo saat ini mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan cucunya dan mengerutkan kening ketika tengah berinteraksi dengan Arya Mahesa.
Kemudian melirik ke arah putranya agar menyadari jika Xander lebih suka berdekatan dengan orang lain daripada Aldiano yang berstatus sebagai ayah sambung. "Kau harus berusaha untuk mencuri hati Xander, Aldiano. Jangan terus-menerus membuatnya merasa takut berdekatan denganmu karena kamu adalah ayah sambungnya."
Aldiano yang saat ini baru saja menghabiskan makanan, kini menatap ke arah anak laki-laki yang sama sekali tidak membuatnya tertarik untuk melakukan perintah dari sang ayah.
Namun, ia mencari aman dengan menganggukkan kepala. "Ya, Pa. Aku akan berusaha." Saat ia baru saja menutup mulut, kembali merasa kesal karena mendapatkan perintah yang sama sekali tidak ia sukai.
"Antarkan istri dan putramu ke depan sampai masuk ke dalam mobil agar tidak ada yang berpikir jika kamu adalah seorang suami tidak bertanggung jawab!" sarkas Bambang untuk mengingatkan putranya agar terus berakting menjadi suami bertanggung jawab.
Putri yang tidak ingin semakin mendapatkan kebencian dari Aldiano, kini hanya menggelengkan kepala. "Tidak perlu, Pa. Aku pergi bersama pengawal saja."
Kemudian ia segera bangkit berdiri dari posisinya karena tidak ingin mendapatkan tatapan tajam penuh kebencian dari Aldiano. Namun, ketika melihat pria itu melakukan hal sama sepertinya, sehingga tidak mungkin menolak.
"Jangan buat aku terlihat buruk di mata orang lain yang hadir di sini." Aldiano merasa sangat kesal atas sikap dari wanita di sebelahnya tersebut.
Ia pun kini terpaksa kembali berakting meskipun sangat muak dan memberikan tangannya agar wanita di sebelahnya tersebut berjalan dengan menggenggam tangannya.
Putri sama sekali tidak berbicara apapun dan langsung mengikuti akting dari pria yang memiliki ketidaknormalan tersebut, selalu berjalan mendekat ke arah putranya yang saat ini berinteraksi dengan mantan suami yang merupakan ayah biologis dari darah dagingnya.
__ADS_1
Selama berjalan, ia merasa gugup dan selalu saja degup jantung tidak beraturan ketika semakin mendekat ke arah Arya. Hingga beberapa saat kemudian berhasil menghampiri putranya.
"Sayang, ayo kita pulang," ucap Putri yang saat ini melambaikan tangan pada putranya yang tengah berbicara dengan Arya. Hingga ia mendengar suara dari mantan suaminya tersebut yang menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Putra kalian benar-benar membuat semua orang menyukainya karena sangat tampan dan menggemaskan. Aku pun tidak bosan berbicara dengannya," ucap Arya yang saat ini tengah menatap ke arah pasangan suami istri di hadapannya.
Entah mengapa saat menatap ke arah wanita itu dan putranya, ada perasaan aneh yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, sehingga membuatnya tertarik untuk mendekat. Ia tidak bisa menolak keinginan untuk mendekati bocah laki-laki yang terlihat sangat tampan itu.
Apalagi merasa curiga jika wanita di hadapannya tengah menyembunyikan sesuatu karena tadi langsung mengalihkan perhatian ketika ia menatapnya.
'Aku sangat yakin jika wanita ini mengenalku karena seperti gugup ketika aku menatapnya dari jauh. Aku harus mencari tahu siapa wanita ini dan apakah berhubungan denganku di masa lalu.'
'Aku akan bertanya kepada Calista terlebih dahulu nanti saat tiba di rumah dengan menelponnya karena sudah tidak tinggal bersamaku lagi,' gumam Arya yang saat ini memilih untuk mencari tahu sendiri.
Apalagi tadi saat bertanya pada pasangan suami istri yang merupakan pengacara tersebut, merasa jika mereka membohonginya.
Hingga perhatiannya kini teralihkan begitu mendengar suara huru-hara dari depan.
"Ada pembunuhan! Ada kejadian penusukan!" teriak beberapa orang yang saat ini baru saja melihat korban yang bersimbah darah di toilet.
Putri yang saat ini seketika membekap mulutnya serta langsung mendekap erat putranya untuk melindunginya, bertanya-tanya siapa yang mendapatkan kemalangan di acara pesta ulang tahun perusahaan mertuanya.
"Siapa yang ditusuk?" teriak Aldiano yang saat ini ingin mencari tahu dan berjalan ke arah beberapa orang yang berteriak.
Hingga suara teriakan histeris dari seorang wanita menggema di ballroom hotel tersebut.
"Tidak!"
Putri yang sangat mengenal suara dari wanita itu, seketika menyuruh pengawal untuk menjaga putranya dan ingin melihat apakah pemikirannya benar. Kemudian ia berlari tanpa memikirkan keselamatannya karena ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri.
Arya pun langsung berlari mengejar wanita yang dianggapnya sangat ceroboh karena tidak memperdulikan keselamatan sendiri. 'Berani-beraninya dia berlari ke arah sana. Jika pembunuh itu masih berada di sana, mungkin dia yang akan terbunuh.'
Aldiano yang sudah berjalan paling depan untuk memeriksa keadaan bersama dengan beberapa pengawal, menuju ke arah toilet yang ada di sudut sebelah kiri ruangan dan ingin tahu siapa yang menjadi korban pembunuhan.
Hingga ia saat ini bisa melihat seorang wanita yang terduduk di lantai dengan memangku kepala sang suami yang sudah bersimbah darah di bagian perut. Ia benar-benar tidak menyangka akan terjadi kemalangan di acara pesta ulang tahun perusahaan.
"Cepat panggil ambulans agar bisa segera dibawa ke rumah sakit. Jangan lupa juga periksa CCTV dan pastikan untuk mencari tahu siapa yang melakukan ini!" Aldiano saat ini berjalan mendekat untuk memeriksa apakah korban penusukan tersebut masih bernapas atau sudah kehilangan nyawa.
To be continued...
__ADS_1