
Noah saat ini merasa sedikit lega karena berpikir jika mempunyai seorang mata-mata di Rumah Sakit yang bisa melaporkan apa saja mengenai sang kekasih, tanpa harus mengeluarkan banyak uang membayar perawat wanita tersebut.
Tentu saja kini ia tersenyum simpul ketika berjalan keluar dari mobil rumah sakit dan langsung naik bus untuk pulang ke kontrakan.
Berharap acara malam ini berjalan lancar dan bisa saling bekerja sama dengan Santi. Bahkan Noah dan saat ini sudah berada di dalam bus, mengeluarkan ponsel dan memeriksa pesan dari sang kekasih.
Ia berharap mendapatkan jawaban dari pesan yang dikirimkan, tapi sampai sekarang belum dibalas karena hanya dibaca saja.
Namun, meskipun ia merasa kesal pada Amira Tan, tetap saja tidak bisa membenci sang kekasih yang tadi memutuskan hubungan secara sepihak dengan perasaan kacau balau dan wajah memerah masih diingat olehnya.
Noah menghembuskan napas kasar ketika mengingat semua yang terjadi di antara mereka. "Amira Tan sepertinya benar-benar sangat marah padaku, sehingga tidak mau menjawab pesan."
Kemudian beberapa kali mengusap dada karena ingin menenangkan perasaan agar tidak dikuasai oleh angkara murka dan menghancurkan kembali hubungan percintaan di antara mereka.
Noah berpikir bahwa malam ini akan mengganti sang perawat demi menyamar sebagai kekasih wanita itu, lalu mendapatkan informasi mengenai apa saja yang dilakukan oleh Amira Tan ketika berada di Rumah Sakit.
Hingga beberapa saat kemudian, Noah sudah tiba di jalan raya dekat dengan gang kontrakan. Kemudian masuk ke dalam rumah setelah berjalan selama sepuluh menit.
Ia yang baru saja membuka pintu dan melangkah masuk, melihat motor miliknya dan sebenarnya harus dibawa ke bengkel, tetapi karena hari ini terburu-buru ingin menemui Amira Tan, sehingga memilih untuk naik ojek online dan bus.
Ia menuju ke ruang pribadi yang selama ini menjadi tempat penuh kenangan bersama sang kekasih, sehingga sekarang berbaring di atas ranjang dan memilih untuk memejamkan mata.
Tentu saja bayangan pertama yang terpatri di ingatan hanyalah wajah memerah sang kekasih yang tadi murka dan memutuskan hubungan secara setia saat dikuasai oleh emosi.
Bahkan saat ini merasa bersalah karena membuat Amira Tan marah. Berpikir bahwa menanggapi kemarahan sang kekasih dengan kemurkaan hanyalah berakibat buruk, sehingga tidak ingin hal itu terjadi lagi.
"Aku harus menahan diri agar tidak selalu bersikap kekanak-kanakan seperti yang dikatakan olehnya. Aku harus bisa menahan diri dan tidak terpancing amarah dalam situasi apapun," lirih Noah yang saat ini bertingkat untuk menjadi pria dewasa seperti yang diinginkan oleh Amira Tan.
Apalagi mengetahui bahwa sang kekasih lebih tua darinya dan pasti akan bersikap dewasa melebihinya.
__ADS_1
Kemudian berusaha untuk tidur agar nanti malam bisa bekerja sama dengan Santi untuk menyamar sebagai kekasih.
***
Suasana malam hari yang bertabur bintang dan bulan menghiasi cerahnya gugusan di langit, menegaskan bahwa hari ini tidak ada awan hitam yang biasa menyirami bumi ketika hujan.
Noah saat ini sudah berada di depan sebuah klab malam karena tadi Santi mengirimkan pesan mengenai alamat tempat mereka bertemu dan reuni diadakan.
Awalnya ia merasa sangat aneh karena mengadakan reuni di sebuah klab malam, tapi berpikir di zaman seperti ini, sudah menjadi hal biasa pergi ke klab malam untuk melakukan acara apapun sekaligus bersenang-senang.
Apalagi di klab malam dilengkapi dengan ruangan private yang pastinya tidak akan bisa mendengar suara dentuman musik DJ. Selama beberapa menit menunggu, ia akhirnya mendengar suara wanita yang ditunggu.
Ia saat ini melihat wanita yang berprofesi sebagai perawat tersebut terlihat sangat berbeda ketika mengenakan gaun pendek tanpa lengan.
Bahkan tidak pernah menyangka jika penampilan jauh berbeda ketika mengenakan seragam berwarna putih ketika bekerja.
"Maaf jika membuatmu terlalu lama menunggu. Aku tadi masih terjebak macet," ucap Santi yang hanya beralasan semata.
Namun, mengerutkan kening ketika melihat tatapan tajam dari sosok pria di hadapan. "Kenapa kau melihatku seperti itu?"
Noah menunjuk ke arah belahan dada rendah yang menampilkan dada yang menonjol dan masih kencang tersebut. "Kenapa memakai pakaian kurang bahan seperti itu? Apakah selama ini kau memang berpakaian seperti ini ketika tidak bekerja?"
Santi yang sebenarnya merasa terkejut karena Noah menunjuk ke arah bagian dada. Sebenarnya Santi tidak suka pakaian yang terbuka karena tadi lebih dulu membeli gaun yang dibilang kurang bahan tersebut.
Itu karena orang yang menyuruh untuk berpenampilan seksi ketika bersama Noah, sehingga membuatnya memberanikan diri tampil terbuka karena memakai gaun berwarna merah kurang bahan.
"Aku selalu diejek seorang wanita lugu dan ketinggalan zaman oleh mereka. Jadi, hari ini aku ingin menunjukkan bahwa sekarang telah berbeda dan mengikuti trend fashion. Sebaiknya kita segera masuk ke dalam dan kau harus berakting dengan sangat baik di depan mereka."
Setelah berbicara, Santi saat ini memilih untuk bergelayut manja di lengan kekar Noah dan mengajak berjalan masuk ke dalam klab malam untuk menemui teman-temannya.
__ADS_1
Bahkan itu bukanlah teman sesungguhnya karena merupakan orang suruhan juga seperti dirinya.
Noah saat ini hanya diam dan menuruti perkataan dari wanita itu. Ia percaya bahwa perawat tersebut memang terlihat tidak biasa memakai gaun seksi karena seperti merasa risi dengan penampilan.
Apalagi ia yang sebenarnya sangat tidak nyaman berjalan dengan seorang wanita selain Amira Tan, tapi berpikir bahwa apa yang dilakukan demi kebaikan dengan sang kekasih.
Kemudian mereka berakting di depan teman-teman yang juga membawa pasangan. Bahkan sudah berbaur dan berbicara panjang lebar.
Hingga makanan dan minuman datang. Kemudian mereka menikmati sambil sesekali bercanda untuk mengungkapkan banyak hal. Apalagi sesekali memuji pasangan masing-masing.
Saat para pria menuang minuman beralkohol dan melakukan cheers sebelum minum, Noah berusaha untuk menolak karena memang tidak suka. Namun, karena dianggap tidak menghargai, akhirnya terpaksa minum.
Awalnya tadi berniat satu gelas saja, tapi para pria yang berkali-kali menuangkan dan sama-sama minum beberapa teguk. Ia yang tidak terbiasa minum minuman, seketika mabuk setelah menghabiskan beberapa gelas.
Sementara itu, Santi yang saat ini mengabadikan momen mereka untuk diberikan pada orang yang menyuruh sebelum melaksanakan tugas utama, yaitu membawa ke hotel dan berpura-pura untuk bercinta.
Apalagi semuanya menjadi sangat mudah saat Nosh sudah kehilangan kesadaran. Sementara para pria yang merupakan orang suruhan lainnya biasa saja karena terbiasa minum.
"Tugas kita telah selesai sekarang karena telah membuat pria ini tidak sadarkan diri. Jadi, bantu aku untuk memapah keluar dari sini."
Santi yang mendapatkan anggukan kepala sebagai persetujuan dari orang-orang tersebut, kini menghubungi taksi yang akan membawanya ke hotel.
Beberapa saat kemudian, Santi dan Noah sudah masuk ke dalam taksi dan melaju meninggalkan area Club malam menuju hotel.
Santi saat ini duduk di sebelah sopir, sedangkan Noah di kursi belakang dan nanti berniat untuk meminta bantuan pada sopir taksi dan memberikan uang sebagai bayaran.
Berharap semua rencana akan berjalan lancar setelah mengambil foto yang dibuat oleh-olah ia bercinta dengan Noah dan langsung mengirimkan pada orang yang membayarnya.
To be continued...
__ADS_1