Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Teman


__ADS_3

Putri yang sebenarnya tadi tidak pergi dari sekitar area ruangan jenazah karena ingin mendengarkan apa yang dibicarakan oleh keluarga Arya Mahesa, tentu saja mengetahui semuanya. Awalnya ia merasa sangat marah mendengar perkataan dari mantan mertuanya yang tidak pernah menganggapnya sebagai menantu.


Bahwa wanita yang selalu membencinya dan tidak pernah menganggapnya ada ataupun ibu dari keturunan keluarga Mahesa itu berniat untuk merebut putranya setelah memasukkan tes DNA.


Ia awalnya berniat untuk kembali menghampiri mereka dan mengumpat untuk melampiaskan amarah, tapi tidak jadi melakukannya apakah itu mengetahui respon dari Arya yang benar-benar menepati janji sesuai dengan apa yang tadi diucapkan di depannya dan juga saudara tirinya di depan ruangan operasi.


Putri benar-benar merasa sangat lega begitu mengetahui bahwa Arya melindungi putranya. "Ternyata Arya baik hilang ingatan seperti ini karena berubah menjadi seorang pria bertanggung jawab dan tidak lemah."


"Arya yang amnesia bukan lagi seorang anak mama yang mudah dikelabui oleh sang ibu. Syukurlah, dia tidak berniat untuk merebut putraku dengan menuruti orang tuanya," lirih Putri yang buru-buru melangkah pergi begitu mengetahui jika Arya marah pada orang tuanya dan meninggalkan mereka.

__ADS_1


Ia bahkan sedikit berlari untuk kembali ke ruangan operasi karena tidak ingin Arya melihatnya menguping pembicaraan mereka. Ia juga merasa sangat khawatir pada saudara tirinya dan juga ingin mengetahui bagaimana hasil dari operasi.


Beberapa saat kemudian, ia berhasil bersembunyi dari Arya dan kini sudah berjalan mendekati sosok saudara tirinya yang tengah berbicara dengan pasangan suami istri yang di tempatnya adalah orang tua serta mertua Amira Tan.


Putri merasa sangat ragu untuk menghampiri mereka karena akan bertemu dengan ayah kandungnya yang sangat lama tidak pernah ia lihat. 'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku pergi saja dari sini tanpa berpamitan pada Amira Tan?'


'Tapi jika melakukannya, seperti orang yang tidak mempedulikan kemalangan saudara sendiri,' gumam Putri yang saat ini membulatkan tekadnya untuk tetap bersikap biasa meskipun bertemu dengan ayah kandungnya.


"Maaf." Putri tidak tahu harus memulai dengan apa dan akhirnya hanya satu kalimat itu yang lolos dari bibirnya dan tentu saja langsung membuat pasangan suami istri di hadapannya menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Siapa kamu?" tanya orang tua Jack yang saat ini bahkan tengah menetap ke arah sosok wanita yang tidak dikenal.


Sementara itu, orang tua Amira Tan hanya diam karena sudah diwakili pertanyaannya oleh besannya tersebut. Bahkan sang ayah yang kini menoleh ke arah Amira Tan agar menjelaskan. Namun, hanya mendapat gelengan kepala dari putrinya dan membuatnya merasa sangat aneh.


"Biar dia yang menjawab sendiri tanpa aku menjelaskan siapa dirinya." Amira Tan sebenarnya ingin sekali mengatakan pada sang ayah jika itu adalah anak kandung juga.


Namun, ia tidak bisa melakukan itu karena ada sang ibu dan khawatir jika terjadi sesuatu hal yang buruk seperti beberapa tahun silam hingga membuatnya berakhir harus menikah dengan pria yang bahkan sama sekali tidak dicintai.


"Dia adalah temanku, Pa, Ma," ucap Amira Tan yang kini menatap ke arah Putri dan memberikan sebuah kode ketika mengarahkan tatapan pada sang ibu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2