Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Mengungkapkan alasan


__ADS_3

"Apa kamu sudah gila, Jack?" sarkas Amira Tan yang saat ini sudah menatap sosok pria yang selalu saja melamarnya ketika sedang merasa cemburu.


Ya, ia sudah terbiasa dengan sikap dari sahabat sekaligus pria yang mencintainya tersebut karena saat merasa cemburu, selalu saja mengajaknya untuk menikah. Ia sudah berkali-kali mengatakan tidak mempunyai perasaan cinta pada Jack.


Bahkan ia selalu saja menolak jika pria itu membahas tentang ajakan menikah. Tentu saja ia tahu jika Jack sangat serius dan tidak main-main dengan perkataannya. Namun, Amira Tan tetap pada pendiriannya bahwa tidak akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak dicintai.


"Aku sudah berkali-kali mengatakan padamu bahwa tidak mencintaimu. Bahkan kamu mengetahui bahwa pria yang kucintai hanyalah seorang sopir taksi, kan? Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa mencintai pria itu."


"Ada sesuatu hal yang membuat hatiku lemah dari pria itu dan tidak kamu miliki." Amira Tan yang baru saja menutup mulut, menyadari bahwa ia selalu tidak bisa lepas dari Jack.


Awalnya ia berpikir akan lepas dan menghindar dari sahabatnya tersebut setelah berbohong mengenai Noah. Namun, kali ini malah membahas tentang pria lain yang merupakan adik iparnya dan diam-diam dicintai olehnya.


'Jack selalu saja seperti ini dan membuatku merasa risi. Meskipun aku tahu bahwa dia tidak main-main dengan ajakan menikah, tapi aku sudah terlanjur tidak menyukainya dan ilfil karena sering berganti pasangan.'


Lamunan Amira Tan seketika buyar saat mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya dan membuatnya memang harus jujur. Ia menyadari bahwa jika terus diam dan tidak mengatakan hal yang sebenarnya, Jack akan tetap mengejarnya.


Jack yang merasa sangat frustasi karena selalu ditolak ketika berbicara serius pada wanita yang selama ini dicintai, membuatnya ingin mengetahui apa penyebab Amira Tan tidak menerima lamarannya.


"Katakan padaku, kenapa kamu tidak menerima ajakanku untuk menikah? Padahal bagi seorang wanita, lamaran adalah sesuatu yang paling ditunggu. Atau kamu hanya ingin bermain-main dengan seorang pria dan tidak berencana untuk menikah?"


"Pria yang merupakan adik iparmu itu sama sekali tidak mencintaimu. Sadarlah itu, Amira Tan. Jika ia selamanya tidak akan menerimamu, apakah kamu tidak akan menikah?"


Pertanyaan Jack yang membuat Amira Tan merasa ragu untuk menjawab, kini masih terdiam karena sedang memikirkan apa yang akan ia ungkapkan pada pria itu. Hingga ia memilih untuk berada di jalur aman.


"Sekarang pertanyaan itu aku balikkan padamu. Apakah kamu tidak akan menikah jika aku tidak menerimamu? Meskipun aku tahu bahwa kamu selama ini selalu bermain-main dengan para wanita. Bagaimana kamu bisa berpikir bahwa aku akan menerima seorang pria yang suka berganti-ganti pasangan?"


"Dari dulu, aku sangat memimpikan mempunyai seorang pasangan yang sangat mencintaiku dan tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun karena menjadikan aku satu-satunya yang dicintai. Aku tidak berpikir yang rumit ketika mencari seorang pasangan."

__ADS_1


"Pada dasarnya, seorang wanita hanya ingin pria menjadikan pasangan satu-satunya. Bahkan aku bermimpi jika pria yang nanti akan menikahiku, tidak pernah mempunyai hubungan sama sekali dengan lawan jenis."


"Ya, aku ingin pria itu tidak pernah jatuh cinta pada seorang wanita karena akulah cinta pertamanya. Bukankah kamu tidak bisa memenuhi impianku?" Amira Tan menatap ekspresi wajah dari sosok pria yang saat ini terdiam membisu.


Jack seolah merasa tertampar dengan kalimat terakhir yang memojokkannya dan membuatnya harus sadar diri. Meskipun di dalam hati kecilnya tidak bisa menerima itu.


Embusan napas kasar terdengar jelas dan sangat mewakili perasaan Jack saat ini. "Kamu juga tidak mendapatkannya dari supir taksi itu. Harusnya kamu tahu bahwa aku bisa seperti ini karena ada penyebabnya. Kamulah yang yang menjadikan aku suka mempermainkan para wanita."


Amira Tan saat ini memicingkan mata dan menatap kesalahan pada Jack karena dijadikan alasan atas perbuatan buruk dari pria itu. "Jadi, sekarang kamu menyalahkanku atas perbuatan buruk yang kamu perbuat?"


Kemudian ia tertawa terbahak karena merasa miris ketika dijadikan sebuah alasan untuk pembenaran diri dari pria yang selama ini dianggapnya sebagai sahabat.


Hingga ia seketika terdiam begitu mendengar alasan yang terdengar masuk akal saat Jack berbicara.


"Sadarlah, Amira Tan! Aku jatuh cinta padamu dan kamu tidak pernah melirikku sama sekali. Jadi, aku ingin mendapatkanmu dengan cara membuatmu merasa cemburu ketika melihatku selalu bersama seorang wanita."


Amira Tan terdiam karena merasa terkejut saat pertama kali mengetahui alasan yang membuat Jack tidak lagi menutupi penyebab selalu berganti-ganti pasangan.


"Kamu tahu, Jack. Aku justru malah merasa jijik karena melihatmu suka mempermainkan wanita." Amira Tan melangkahkan kaki jenjangnya dan beberapa saat kemudian sudah tepat berada di hadapan Jack.


Jarak di antara mereka hanya ada beberapa centi saja dan seketika ia mengarahkan jari telunjuk pada bibir Jack. "Bibir ini sudah berkali-kali ternoda. Aku bahkan membayangkan kamu berciuman dengan banyak wanita memakai ini."


"Jadi, setiap kali aku melihatmu, hanya itu yang terlintas di kepalaku. Jadi, mana mungkin aku bisa menerima pria yang membuat merasa jijik. Belum lagi saat membayangkan kamu membawa mereka ke hotel dan bercinta dengan penuh gairah."


Refleks Amira Tan yang merasa sangat jijik, ini berjalan mundur dan membersihkan jari telunjuk yang tadi digunakan untuk menyentuh bibir Jack. Ia mengusapkan pada pakaiannya, seolah ingin menghilangkan kuman yang menempel di sana.


Hingga suara tawa yang membuatnya mengerutkan kening ketika melihat Jack terbahak. Jadi, ia sangat kesal atas apa yang dilakukan oleh pria itu.

__ADS_1


"Bukankah kamu ingin tahu apa penyebab aku menolakmu? Lalu, kenapa kamu malah tertawa dan menganggapku bercanda?" Wajah Amira Tan bertambah memerah karena kesal saat dikelilingi oleh tiga pria yang membuatnya kesal dan marah.


Meskipun sebenarnya saat ini, ia sangat merindukan Bagus karena sudah beberapa hari tidak bertemu. Ia berencana akan menemui besok karena ingin menyerahkan surat cerai yang sudah selesai ditangani olehnya.


Ya, itu sebenarnya hanyalah sebuah alasan semata karena tujuan utama adalah ingin bertemu pria itu untuk melepas rindu. Hanya dengan melihat wajah yang dicintai saja, sudah membuatnya merasa senang dan lega.


'Jika yang mengajakku menikah adalah Bagus, aku akan langsung menerima tanpa berpikir panjang karena pria seperti itu sangat langka dan sulit didapatkan,' gumam Amira Tan saat ini malah memikirkan pria lain dihadapan cek yang sangat mencintainya.


"Aku mencintaimu dan ingin membuatmu cemburu, sehingga melakukan hal konyol. Tidak pernah terpikirkan olehku, jika responmu akan seperti ini."


"Sekarang kamu malah mengatakan jijik padaku dengan membayangkan aku adalah seorang pria berengsek." Jack merasa miris dalam hidupnya ketika mengetahui alasan utama Amira Tan selalu menolak ketika ia melamar.


"Sekarang, katakan padaku apa yang harus kulakukan, agar menerima lamaranku untuk kita bisa mengarungi bahtera rumah tangga bersama?" Ada nada miris yang mewakili perasaan saat ini.


Jack terlihat sangat frustasi dan kecewa karena telah membuat sosok wanita yang dicintai ilfil padanya. Ia bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga memilih untuk bertanya dan menunggu jawaban yang akan diungkapkan oleh Amira Tan.


Namun, jawaban dari wanita yang dicintai, semakin membuatnya frustasi. Ia ingin sekali menghambur pada wanita itu dan langsung menculik, serta memperkosanya, agar menjadi miliknya seorang.


"Lupakan aku dan menikahlah dengan wanita lain karena tidak pernah mencintaimu, Jack. Jadi, jangan lakukan apapun karena aku tidak mengharapkannya." Amira Tan yang sudah berbicara jujur, berbalik badan dan melangkah masuk ke dalam pintu gerbang rumah.


Ia sama sekali tidak menoleh ke belakang lagi karena memang ingin pria yang selalu melamarnya tersebut melupakannya.


'Aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, Jack. Jadi, aku harus mengatakan ini untuk membuatmu sadar dan menikah dengan wanita lain,' gumam Amira Tan yang saat ini berpikir bahwa apa yang diungkapkan oleh Jack sangat konyol.


"Saat kamu selalu berkencan dengan wanita lain dan sering berganti-ganti pasangan, mana mungkin aku bisa menikah dengan pria sepertimu. Meskipun akulah alasan yang membuatmu seperti itu, tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa jijik yang kurasakan."


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2