Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Dunia yang rumit


__ADS_3

Putri saat ini meringis kesakitan karena kulit kepalanya terasa panas akibat rambutnya yang ditarik sangat kuat oleh ibu dari Amira Tan yang sangat membenci ibunya karena dulu mantan pelayan di rumah keluarga itu.


Hingga akhirnya membuatnya terlahir ke dunia karena perbuatan terlarang antara ibunya dengan pria paruh baya yang saat ini menghentikan perbuatan sang istri.


Ia memang tidak berniat untuk melawan dan memilih pasrah untuk menerima apapun hukuman yang diberikan oleh wanita itu. 'Jika rasa panas di kulit kepalaku bisa membuat sedikit dosa ibuku berkurang karena dulu melakukan perbuatan terlarang dengan ayah Amira Tan, aku sama sekali tidak keberatan.'


Putri sama sekali tidak berteriak kesakitan karena memilih untuk menikmatinya dan menahan rasa sakit luar biasa ketika rambutnya ditarik sangat kuat. Hingga ia mendengar suara bariton dari ayah Amira Tan yang menghentikan ulah dari sang istri.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini? Memangnya kamu mengenal teman putri kita?" seru Edi Indrayana yang masih mencoba untuk menghentikan perbuatan sang istri dengan melepaskan tangan yang berada pada rambut yang sudah berantakan itu.


Hingga ia seketika merasakan hal yang sama karena kini beralih menarik rambutnya dengan sangat kuat dan membuatnya meringis menahan kenyeriaan.


"Apa yang kamu lakukan, Sayang?" Edi Indrayana bahkan masih merasa sangat bingung apa yang sebenarnya dilakukan oleh sang istri.

__ADS_1


"Cepat pergi dari sini karena aku sangat muak melihatmu! Kau pasti hanyalah seorang wanita hina dan murahan seperti ibumu!" sarkas Laila Sundari yang masih melampiaskan amarah pada suami serta anak tiri yang baru diketahuinya dekat dengan putri kandungnya.


Ia makan sama sekali tidak pernah menyangka jika putrinya selama ini berhubungan dengan wanita yang dianggap hanyalah anak haram itu. "Mama sama sekali tidak pernah menyangka jika kamu diam-diam membohongi Mama seperti ini, Amira Tan!"


Kemudian mengempeskan tangannya karena seperti kehilangan tenaga setelah mengetahui pengkhianatan putri kandungnya sendiri. Tidak ingin melihat lebih lama anak tiri dari sang suami yang sudah dekat dengan putrinya, hingga menyembunyikan kenyataan itu darinya, sehingga memilih berjalan pergi meninggalkan tempat yang dianggap neraka baginya.


Amira Tan merasa sangat bersalah pada sang ibu dan tidak tega, sehingga langsung berlari mengejar. Namun, sebelumnya mengatakan pada sang ayah dengan berteriak. "Biar aku yang mengurus Mama."


Sementara itu, Putri yang awalnya sama sekali tidak berniat untuk memperkenalkan diri sebagai Putri kandung dari pria paruh baya di hadapannya, sehingga kini memilih untuk pergi dan sebelumnya membungkuk hormat.


"Maaf, semua ini hanya kesalahpahaman. Saya harus pergi karena suami dan anak tengah menunggu di rumah." Putri sebenarnya ingin menemani Amira Tan untuk memberikan dukungan sampai proses operasi selesai, tapi mengurungkan niat begitu kekacauan terjadi.


Namun, baru beberapa langkah meninggalkan ruangan operasi, merasakan tangannya ditahan oleh pria yang tak lain adalah ayah kandungnya tersebut dan membuat detak jantungnya berdetak kencang melebihi batas normal.

__ADS_1


"Maafkan aku karena selama ini tidak pernah melakukan tugasku sebagai seorang ayah untukmu. Aku sebenarnya sudah tahu begitu pertama kali melihatmu, tapi harus berakting di depan ibu Amira Tan dengan berpura-pura tidak mengenalmu." Edi Indrayana tadinya berpikir jika sang istri bisa ditipu oleh aktingnya.


Ia bahkan merasa sangat bodoh karena berpikir jika hanya dirinya yang menganggap putrinya persis dengan sang ibu yang dulu sempat membuatnya tergila-gila.


Hingga ia menyadari jika luka di hati sang istri yang sudah bertahun-tahun tidak pernah sembuh dan kembali terbuka begitu melihat putri kandungnya.


"Maafkan aku, Putriku karena sama sekali tidak memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang ayah untukmu." Ia yang masih menggenggam pergelangan tangan putrinya, kini terlepas begitu diempaskan.


Putri sama sekali tidak berbalik badan untuk menatap ke arah ayah kandungnya yang selama ini tidak pernah melaksanakan kewajiban sebagai seorang ayah untuknya. Hingga ia benar-benar tidak kuat jika harus bersama dengan ayah kandungnya dan memilih untuk pergi.


'Jika kata maaf bisa mengobati luka yang selama ini tertanam di hati, mungkin dunia tidak akan pernah menjadi serumit ini,' lirih Putri dengan linangan air mata ketika melangkah semakin menjauh dari ayah kandungnya yang terdengar tulus menyesali kesalahan di masa lalu.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2