Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Diet sehat


__ADS_3

Mira Andini saat ini tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu menatap ke arah sang supir untuk mengantarkan ke rumah. "Antarkan ke rumah saya."


"Baik, Nyonya." Pria yang masih fokus mengemudi tersebut menjawab sambil sekilas melirik ke arah spion dan sangat mengagumi kecantikan wanita di belakang.


'Wanita ini sangat cantik dan menggemaskan. Jika merupakan janda, sepertinya aku harus berusaha untuk merayu, agar bisa mendapatkannya. Sepertinya nanti mencari tahu alamat kontrakan wanita ini, agar bisa mendekatinya.'


Kemudian kembali fokus mengemudi setelah sibuk berbicara sendiri di dalam hati ketika mengagumi wanita yang baru saja ditemui pertama kali itu.


Putri lebih banyak diam karena merasa tidak nyaman jika mengobrol dengan Mira yang saat ini tengah menceritakan mengenai usaha di rumah.


"Aku nanti akan membantumu untuk membuka warung makanan karena memiliki langganan penjual bahan-bahan dengan harga murah di pasar. Mereka pasti akan memberikan harga miring dan juga diskon jika setiap hari berlangganan seperti yang kulakukan."


Mira yang saat ini terlihat menatap ke arah bayi laki-laki di gendongan Putri sangat menggemaskan ketika membuka mata dan bergerak menggeliat.


Tangan Mira saat ini menyentuh kening bayi mungil itu. "Putramu sangat tampan dan merupakan versi laki-laki darimu. Lihatlah saat melihat terlihat sangat menggemaskan. Siapa namanya?"


"Xander Caesar Mahesa. Panggil saja Xander." Putri yang saat ini menyunggingkan senyuman ketika menatap ke arah malaikat kecilnya, lalu beralih mencium kening putranya tersebut.


Sebenarnya tidak ingin Mira berbicara mengenai usaha membuka warung makanan di dalam taksi itu karena akan didengar oleh pria di balik kemudi. Namun, karena semuanya sudah terlanjur dan diketahui, akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Ia hanya menanggapi dengan singkat dan berharap nilai tidak lagi membahas mengenai dirinya. Untuk mengalihkan pembicaraan, Putri memilih untuk bertanya mengenai wanita itu.


"Kata suamimu, kamu memiliki beberapa karyawan yang membantu usahamu. Sekarang ada berapa orang? Pasti banyak pesanan dan mendapatkan keuntungan lumayan."


"Cukup untuk hidup dan ditabung, serta membayar para pegawai. Asalkan aku tidak rugi, pasti mendapatkan keuntungan yang lumayan. Sekarang ada 10 karyawan yang bertugas di bagian masing-masing karena aku saat ini sibuk mengurus putraku yang baru berusia 1 tahun dan tidak bisa diam karena sangat aktif berjalan ke sana."


Putri mengetahui bahwa Mira telah memiliki dua anak karena diceritakan oleh pria yang merupakan suami wanita itu. "Semoga nanti saat besar, anak-anak kita bisa berteman dengan baik."


"Tentu saja." Mira saat ini masih tidak berkedip menatap bayi yang menggemaskan tersebut. "Apa kamu baru memiliki anak satu ini?"


Refleks Putri buru-buru menggelengkan kepala dan langsung mengatakan mempunyai anak yang lain, sang sopir tidak lagi berpikir macam-macam padanya.


"Aku memiliki anak 3 dan sudah menikah dua kali. Putriku berusia 9 tahun dan putra kedua 4 tahun, sedangkan Xander baru beberapa bulan."


Ia bukanlah wanita polos yang tidak tahu apa-apa mengenai seorang lelaki, jadi merasa risi dan tidak nyaman jika ada yang menatap dengan tidak berkedip.


Jika dulu merasa sangat bangga memiliki paras yang cantik, tetapi saat ini sangat menyesal karena khawatir akan membuat para pria hidung belang alias berengsek mengganggu hidupnya.


'Semoga pria ini tidak berpikir macam-macam padaku,' gumam Putri saat ini yang bisa melihat ekspresi wajah terkejut dari Mira begitu mengetahui cerita sebenarnya.

__ADS_1


"Wah ... kamu masih semuda ini, tapi sudah mempunyai tiga anak? Aku benar-benar tidak percaya dengan kenyataan itu karena melihatmu seperti gadis perawan yang memiliki tubuh seksi. Padahal kamu baru melahirkan, tapi tubuhmu tetap langsing."


Mira Andini saat ini menunjuk ke arah beberapa lipatan lemak yang berada di bagian perut lengan dan juga pahanya. "Sangat berbeda denganku. Apa rahasiamu menjaga tubuh hingga terlihat masih sangat langsing seperti ini."


Sementara Putri saat ini hanya terkekeh geli mendengar tanggapan dari Mira yang memang wanita baik tersebut memiliki tubuh agak gemuk. "Asalkan sehat, tidak masalah sedikit berisi."


"Ini bukan berisi lagi, tapi kelebihan isi," sahut Mira Andini yang sebenarnya ingin sekali menurunkan berat badan, tetapi sangat susah dilakukan.


Refleks Putri tertawa mendengar jawaban Mira dan saat ini melihat bibir wanita itu mengerucut dan menggemaskan seperti anak kecil.


"Kelebihan isi sedikit tidak masalah, yang penting bukan mengalami obesitas karena itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Kalau kamu masih aman karena tidak gemuk." Putri berusaha untuk membesarkan hati Mira agar percaya diri.


"Aku tahu kamu sedang menghiburku agar tidak merasa kurang percaya diri dengan tubuh seperti ini. Cepat katakan padaku mengenai rahasiamu untuk menjaga bentuk badan agar tetap langsing seperti ini." Mira merasa penasaran dengan jawaban Putri karena ingin memiliki tubuh langsing yang terlihat tidak seperti wanita dengan anak tiga.


"Aku ingin menurunkan berat badan, agar suamiku makin cinta saat memiliki istri yang masih seksi setelah melahirkan dan mempunyai dua anak. Jadi, berikan resepmu."


Putri yang saat ini merasa bingung untuk menjawab, tengah menggaruk tengkuk belakang untuk berpikir. Itu karena memang lahir dari keturunan berbadan kurus dan tidak pernah gemuk, tapi tidak mungkin mengatakan hal itu karena khawatir akan membuat iri kaum wanita.


"Sebenarnya kelebihan berat badan itu disebabkan karena asumsi makanan dengan kalori tinggi yang berlebihan. Saat tidak dibutuhkan, akhirnya menumpuk menjadi lemak dan susah untuk diturunkan jika terus-terusan terjadi."

__ADS_1


"Lebih baik sekarang kamu diet sehat dengan mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan, mengurangi karbohidrat, agar kalori yang masuk ke dalam tubuhmu tidak terlalu banyak, selalu minum air hangat setiap hari. Aku jamin jika kamu rutin dan konsisten, pasti akan turun berat badan dan memiliki tubuh langsing."


To be continued...


__ADS_2