Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Sibuk dengan kesedihan


__ADS_3

Sosok pria dan wanita yang saat ini telah duduk dalam ruangan kerja ketika istirahat setelah selesai makan siang, membicarakan hal yang selama ini mengganggu keduanya.


Sosok wanita yang duduk di sofa berhadapan dengan pria itu, tak lain adalah Amira Tan dan Noah masih berada di ruangan wanita yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.


"Satu bulan Putri pergi tanpa kabar dan aku sudah mencarinya dengan menyuruh banyak orang, tapi sama sekali tidak ada hasil. Seolah dia seperti menghilang ditelan bumi. Bahkan Arya pun sampai sekarang masih koma."


"Takdir macam apa yang sedang mempermainkan dua orang itu? Kenapa mereka yang saling mencintai berakhir mengenaskan seperti ini. Arya mengalami kecelakaan di hari Putri pergi dan tidak jadi melakukan perkenalan dengan wanita selingkuhan."


"Sementara Putri tidak tahu bagaimana kabarnya. Apakah mereka baik-baik saja? Aku benar-benar merasa bersalah dan menyesal karena telah menjadi penyebab dia pergi. Mungkin jika aku tidak mengantarkannya ke perusahaan Arya, mungkin masih bisa melihat mereka."


Saat Amira Tan merasa sesak ketika mengingat Putri yang selama ini sangat disayangi sebagai seorang saudara perempuan kandung, selalu menyesal dan tidak bisa tidur nyenyak setiap malam.


Rasa bersalah selalu menguasai dirinya dan berusaha memperbaiki semuanya dengan membayar para detektif untuk mencari keberadaan Putri yang sudah pergi tanpa kabar satu bulan yang lalu.


Tentu saja Amira Tan merasa sangat khawatir karena Putri adalah seorang wanita yang membawa anak. Berpikir bagaimana jika ada orang jahat yang berbuat buruk pada mereka.


Amira Tan tidak akan pernah bisa hidup tenang ataupun memaafkan diri sendiri jika sampai hal buruk terjadi pada ibu dan anak tersebut.


Amira Tan merasa tenggorokannya kering dan suara terdekat di tenggorokan begitu kesedihan merongrong jiwa, memilih untuk meneguk minuman di atas meja.


Noah yang menjadi saksi dari penderitaan Amira Tan karena selama ini wanita itu berubah menjadi lebih murung semenjak kepergian Putri.


Bahkan jika dulu pengacara itu identik dengan sikap arogan dan berbuat sesuka hati tanpa memperdulikan perasaan orang lain, tetapi sekarang sudah berbeda.


Sekarang, Amira Tan lebih pendiam dan berbicara beberapa patah saja dengan siapapun, kecuali dirinya. Bahkan saat Jack datang pun hanya ditanggapi dengan datar. Namun, beruntung sikap itu tidak berlaku saat bersamanya.

__ADS_1


Amira Tan masih berbicara panjang lebar dan selalu mengeluhkan semua padanya. Jadi, ia mendapatkan hikmah dari kepergian Putri dengan hubungannya bersama Amira Tan menjadi lebih baik dan semakin dekat. Bahkan Amira Tan selalu mengungkapkan keluh kesah di hati pada.


Hal yang tidak pernah didapatkan oleh Jack—pria yang dianggap sebagai saingan saat berada di dekat Amira Tan. Bahkan Noah merasa pria itu seperti tidak tahu malu karena masih terus menampakkan diri di depan Amira Tan setelah ditolak berkali-kali.


Seolah sengaja ingin membuatnya kesal dan merasa cemburu. Namun, Noah lega karena Amira Tan sama sekali tidak memperdulikan Jack karena sibuk dengan pekerjaan dan juga mencari keberadaan Putri.


"Aku tahu kamu sangat bersalah dan menyesal setelah yang terjadi pada Putri. Namun, semuanya itu tidak ada gunanya karena lebih baik memperbaiki keadaan dengan tidak menyerah mencari mereka. Aku pun tengah berusaha untuk membantu sebisa mungkin."


"Aku mempunyai kawan di beberapa kota dan menyuruh mereka untuk menyebarkan foto Putri. Jika ada orang yang melihatnya, aku akan langsung mendapatkan telpon. Sepertinya kita berdoa saja agar Putri ditemukan dan mereka saat ini dalam keadaan baik-baik saja."


Sebenarnya Noah ingin sekali memeluk wanita yang saat ini tengah menampilkan wajah sangat murung tersebut, tetapi khawatir jika Amira Tan marah dan tidak mau berbicara seperti ini lagi karena hubungan mereka sudah lebih dekat setelah sering pergi bersama untuk mencari keberadaan Putri.


Amira Tan dari tadi menatap ke arah gelas kaca di atas meja. "Aku selama ini masih merahasiakan ini pada Bagus. Menurutmu bagaimana? Apakah aku harus mengabarkan padanya bahwa Putri tidak ada di kota ini dan sudah pergi satu bulan lalu tanpa kabar?"


Noah refleks menggelengkan kepala karena mengetahui bahwa pria yang merupakan mantan suami pertama Putri tersebut hidup menderita karena perselingkuhannya hingga hamil dan menikah.


"Aku tidak setuju jika kamu mengusik kehidupan pria yang mungkin sudah lebih tenang setelah tertatih-tatih mengobati luka di hati karena perbuatan istri yang berselingkuh hingga hamil. Apakah kamu berpikir bahwa Bagus akan tenang atau menutup mata setelah mendengar kabar buruk mengenai mantan istrinya?"


"Tidak!" Amira Tan seketika menjawab tanpa berpikir karena mengetahui seperti apa Bagus dan pastinya akan merasa kebingungan dan mencari keberadaan Putri.


"Aku yakin dia akan berusaha untuk mencari keberadaan Putri hingga ditemukan. Jika aku tidak memberitahunya, apakah akan marah dan menghinaku tidak punya belas kasihan karena keterlaluan membuat Putri melihat sendiri perselingkuhan Arya?"


Ada kegetiran defensif dari suara serak Amira Tan saat ini. Bahkan sudah berkaca-kaca ketika membahas mengenai Bagus yang pernah dicintai dan juga saudara perempuan tiri yang sangat disayangi.


Tentu saja merasa sangat bersalah pada dua orang itu karena sikap yang berbuat sesuka hati.

__ADS_1


Sementara itu, Noah tengah berusaha menahan diri dengan sekuat tenaga agar tidak memeluk tubuh Amira Tan untuk menenangkan. Jadi, memilih untuk menghibur agar tidak selalu terpuruk ketika mengingat kepergian Putri.


"Justru kamu akan semakin menambah beban pria tidak bersalah yang saat ini tengah berjuang untuk membesarkan dua anak. Aku sangat yakin bahwa luka di dalam hatinya belum sembuh karena perbuatan Putri, lalu masih harus berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak tanpa seorang istri."


"Jika dia mengetahui Putri tidak ada di kota ini karena pergi tanpa pamit setelah melihat perselingkuhan Arya, aku yakin akan segera datang ke sini dan mencari. Lalu bagaimana dengan nasib dua anaknya? Apakah kamu memikirkan dampak negatif dari hal itu?"


Saat Amira Tan menganggap pandangan dan bersitatap dengan Noah, membenarkan apa yang baru saja dikhawatirkan. Menyadari bahwa semua yang dikatakan oleh pria di hadapannya tersebut benar dan beresiko agar mengorbankan dua anak yang tidak bersalah.


Apalagi mereka sudah tidak merasakan kasih sayang ibu dan tidak mungkin memisahkan dari ayah karena sibuk mencari Putri jika sampai mengetahui kabar tersebut.


"Kamu benar dan aku akan kembali merasa berdosa karena membuat nasib dua keponakanku menderita. Tidak merasakan kasih sayang ibu dan juga ditinggalkan oleh ayah yang sibuk mencari sang ibu dan entah sampai kapan pergi."


"Apakah Putri akan menghilang selamanya dan tidak akan menampakan diri di depan kita? Ataukah akan kembali suatu saat nanti ke kota ini?"


Amira Tan sangat berharap kalimat terakhir yang menjadi jawaban atas pertanyaan darinya, tetapi jawaban Noah membuatnya frustasi.


"Jika kamu jadi Putri, apakah mungkin mau kembali ke tempat di mana banyak penderitaan didapatkan? Kalau aku, mungkin sudah pergi dari sini tanpa kembali karena tidak ingin semakin sakit hati dan memilih hidup tenang di tempat lain dengan membuka lembaran baru."


Sebenarnya dulu Noah berniat melakukan itu saat mendapatkan penolakan dari Amira Tan ketika ingin bertanggung jawab dan merasa seperti tidak diharapkan oleh wanita yang telah bercinta dengannya tersebut.


Namun, setelah kepergian Putri dan melihat wanita itu selalu bersedih, tidak bisa pergi meninggalkannya dengan perasaan terluka. Hingga berakhir di dekat wanita itu sampai sekarang.


Meski tidak ada hubungan yang spesial di antara mereka karena selama ini sibuk dengan kesedihan ketika memikirkan Putri.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2