Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Menikah besok


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Jack yang baru saja masuk ke dalam ruangan perawatan orang tua Amira Tan, langsung mencium punggung tangan pasangan suami istri paruh baya tersebut.


Tentu saja Edi Indrayana dan Laila Sundari terlihat menyunggingkan senyuman karena merasa senang saat pria yang ingin dijodohkan dengan putri mereka telah datang.


"Selamat malam, Om, Tante."


"Akhirnya kamu datang juga, Jack. Kami dari tadi menunggumu dan ingin segera menyuruh berakting di depan Amira saat membahas mengenai masalah pernikahan." Edi Indrayana menepuk bahu kokoh calon menantu idaman tersebut.


Sementara itu, sosok wanita yang dari tadi berbaring di atas ranjang tersebut tidak lupa menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh sang suami.


"Akhirnya Amira setuju untuk menikah denganmu dan kita berhasil membuat pria itu pergi. Saat ini dia sedang pergi ke kantin untuk membeli makanan karena tadi katanya sangat lapar. Meskipun sebenarnya aku tahu bahwa putriku tidak akan bisa makan karena setelah mendengar perintahku, wajahnya terlihat sangat kecewa."


Laila Sundari yang sebenarnya sangat menyayangi putrinya melebihi diri sendiri, tapi tetap tidak bisa membiarkan putrinya hidup bersama dengan seorang pria yang bahkan tidak mempunyai masa depan.


Sebagai seorang ibu, ingin putrinya hidup berkecukupan dan juga mempunyai seorang suami yang hebat dan sepadan agar tidak berat sebelah. Menganggap bahwa seorang pengacara hebat bersanding dengan pengangguran, tentu saja akan terlihat seperti tidak sebanding.


Pastinya akan ada banyak konflik jika dua orang yang memiliki banyak perbedaan itu menikah dan hidup dalam satu rumah. Apalagi pernikahan tidak melulu membahas masalah cinta saja, jadi sebagai orang yang lebih berpengalaman dalam membina biduk rumah tangga, tidak ingin putrinya menyesal.


Apalagi jika sampai berakhir bercerai karena ketidakcocokan dan menjadi seorang janda yang pastinya akan banyak mendapatkan cibiran dari semua orang.


Ada banyak hal pertimbangan yang membuat Laila Sundari mempertahankan calon suami idaman untuk putrinya, yaitu sangat mendukung Jack daripada memberikan restu pada pria bernama Noah yang sangat tidak disukai.


"Duduklah, Jack. Jangan berdiri terus." Laila Sundari dari dulu memang sangat menyukai Jack yang sopan dan juga selalu menjaga putrinya selama bertahun-tahun.


Namun, meskipun sudah menunggu cukup lama kabar baik dari hubungan putrinya dan Jack, tapi tak kunjung mendapatkan hal yang sangat diharapkan, sehingga kali ini melakukan segala cara agar pria di hadapannya tersebut menjadi menantu di keluarga mereka.


Jack yang membalas dengan tersenyum simpul, saat ini menuruti perintah wanita paruh baya tersebut dan mendaratkan tubuhnya pada salah satu kursi yang berada di dekat ranjang.

__ADS_1


"Semua yang Tante katakan memang benar. Amira Tan terlihat sangat muram dan penuh kesedihan tadi."


Laila Sundari dan sang suami saling bersitatap dan beberapa saat kemudian menyipitkan mata. Kemudian menatap ke arah pria di hadapannya tersebut.


"Apakah kamu sudah bertemu dengan putriku?" tanya Laila Sundari yang akhirnya meloloskan pertanyaan untuk mengobati rasa penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi di antara mereka.


Tentu saja Jack menganggukkan kepala perlahan untuk membenarkan pikiran dari wanita paruh baya tersebut. Kemudian menceritakan perihal yang terjadi mengenai pertemuannya dengan Noah dan juga Amira Tan.


Bahkan tidak menyembunyikan mengenai perjanjian pernikahan yang ditawarkan oleh Amira Tan beberapa saat lalu. "Jadi, seperti itu yang terjadi beberapa saat lalu."


"Amira Tan memang merupakan putri yang berbakti pada orang tua karena mematuhi perintah meskipun tidak sesuai dengan keinginannya. Dia sangat menyayangi Tante. Bahkan aku sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan olehnya. Menurut Om dan Tante bagaimana?"


Sebelum Amira Tan kembali ke ruangan, Jack segera mendengar tanggapan dari calon mertuanya tersebut mengenai kontrak pernikahan yang tadi dibicarakan oleh Amira Tan.


Sementara itu, Edi Indrayana yang bisa mengerti bagaimana perasaan Jack, kini seolah tengah memikirkan kelanjutan rencana mereka untuk memisahkan putrinya dengan Noah.


"Iya, Om."


Meskipun merasa sangat dirugikan karena seperti hanya dimanfaatkan untuk status saja, tetapi Jack merasa yakin jika setelah tinggal serumah nanti bersama Amira Tan, akan bisa mengambil celah untuk mencuri hati wanita yang dari dulu sangat dicintainya tersebut.


"Pasti Om dan Tante sangat khawatir jika aku tidak bisa mempertahankan pernikahan kami, bukan?" Jack menatap pria paruh baya di sebelah kiri dan juga calon ibu mertua yang terlihat seperti kecewa.


"Jika ada surat perjanjian, bagaimana kamu bisa membuat putriku terikat olehmu? Padahal aku sangat berharap kalian segera memiliki keturunan." Laila Sundari memang sama sekali tidak mengetahui jika hubungan putrinya dengan Noah bahkan sudah jauh.


Sementara itu, Jack saat ini tengah memikirkan keadaan Amira Tan karena sudah pernah bercinta dengan Noah.


'Aku tidak akan membiarkan Amira Tan hamil anak pria berengsek itu karena hanya boleh hamil benihku dan akan melakukan apapun untuk mencegah hal itu terjadi,' gumam Noah di dalam hati yang saat ini tengah memutar otak untuk bisa membuat Amira Tan tidak sampai hamil.

__ADS_1


Hingga mendapatkan sebuah ide dan akan melakukan niatnya atas kerjasama dari calon ayah mertua. Tentu saja akan mengatakan hal sebenarnya agar pria paruh baya tersebut mau membantu. Namun, kali ini jack berpura-pura untuk menanggapi keinginan wanita di hadapannya.


"Mengenai keturunan, memang dibutuhkan waktu dan tidak mungkin aku bisa langsung memenuhi keinginan Tante, tapi akan berjanji bahwa Amira Tan nanti akan melahirkan keturunanku."


Wajah muram Laila Sundari seketika berbinar begitu melihat rasa percaya diri dari Jack. Bahkan kali ini berkali-kali menepuk lengan pria di hadapannya. "Tante memang tidak salah pilih untuk menikahkanmu dengan putriku."


"Lakukan apapun agar putriku takluk padamu karena akan setuju atas semua rencanamu. Aku yakin bahwa kamu bisa membuat putriku bahagia."


"Iya, Tante. Percaya saja padaku karena akan membahagiakan Amira Tan setelah menikahinya. Mungkin sebentar lagi dia akan kembali dan sepertinya sekarang kita bahas mengenai kapan pernikahan dilangsungkan."


Merasa tidak ingin membuang waktu karena berpikir nanti akan semakin membuat putrinya lengket dengan Noah, Edi Indrayana saat ini menatap ke arah Jack.


"Kalau bisa secepatnya, Jack. Kamu harus berbicara dengan orang tuamu terlebih dahulu, baru kami akan menyampaikan rencana untuk menikahkan kalian di sini. Mengenai acara resepsi bisa dipersiapkan setelah sandiwara istriku berakhir, tapi sepertinya hal itu malah akan membuat Amira Tan merasa bebas."


Jack sebenarnya sama sekali tidak tertarik untuk melakukan acara resepsi pernikahan secara besar-besaran seperti yang dilakukan oleh para konglomerat dan artis karena baginya sudah sah menjadi suami Amira Tan, bahkan itu lebih dari cukup.


Apalagi saat mengerti maksud dari pria yang selalu dipanggil om tersebut, bahwa kemungkinan besar Amira Tan akan menuntut cerai setelah sang ibu terlihat sehat.


"Kalau bisa, Tante tidak boleh terlihat sehat di depan Amira Tan, meskipun sudah keluar dari rumah sakit. Jadi, itu akan membuatnya tidak berani macam-macam karena mengkhawatirkan keadaan Tante.


Sementara itu, Laila Sundari membenarkan perkataan suami maupun Jack dan memilih untuk patuh pada keduanya. "Lalu kapan kira-kira kamu akan menikahi putriku?"


"Semakin cepat lebih baik, Tante. Bagaimana kalau besok? Jadi, hari ini akan memberitahukan orang tua agar langsung mengurus semuanya." Baru saja Jack selesai berbicara, melihat Amira Tan yang baru masuk ke dalam ruangan.


"Apa? Besok?" tanya Amira yang yang membulatkan mata begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Jack karena seperti sedang terburu-buru membuat keputusan.


Padahal ia belum memikirkan tentang beberapa poin yang akan dicantumkan ke dalam surat perjanjian. Apalagi suasana hati sedang tidak baik karena kesal pada Noah yang dianggap sangat berlebihan ketika memikirkan mengenai masalah pernikahan palsu dengan Jack.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2