
Hari ini, entah sudah berapa kali Amira Tan menelan saliva dengan kasar ketika suara tercekat di tenggorokan. Bahkan ketika melihat tatapan Jack yang sangat berbeda dari biasa karena seperti langsung membunuh tepat di jantung bagaikan tombak tajam dan membuat luka tak berdarah di sana.
Amira Tan bahkan sampai sekarang tidak mungkin bisa melupakan foto yang tadi dikirimkan oleh wanita itu. Melihat pria yang dicintai tengah bercinta dengan wanita lain, tentu saja membuat hatinya terluka sekaligus marah.
Berpikir bahwa saat ini hanyalah seorang wanita biasa yang lemah, meskipun terlihat sangat arogan di depan semua orang, tetap saja hatinya tidak sekuat itu.
Apalagi ketika mendapatkan larangan dari Jack yang seperti menegaskan agar membalas dendam dengan memanfaatkan pria itu, ia bahkan tidak mampu menanggapi.
Bahkan saat ini berpikir jika Jack mengorbankan diri hanya agar ia bisa membalas dendam pada Noah.
Jack sebenarnya ingin langsung menyerang dan memenuhi keinginan Amira Tan, tetapi bersikap seperti seorang pria yang bermartabat dan membiarkan wanita itu melakukannya terlebih dahulu.
Jack ingin berperan menjadi seorang pria yang baik dari awal sampai akhir dan membuat perasaan Amira Tan goyah, lalu berpaling padanya tanpa menoleh lagi ke belakang.
Kemudian Jack berbalik badan dan berniat untuk berjalan keluar. Berpura-pura menjadi seorang pria berhati malaikat, sebenarnya membuat Jack merasa mual dan ingin muntah karena tidak sesuai dengan diri sendiri.
Hingga beberapa saat kemudian, Jack memegang kenop pintu dan hendak membuka, tapi mendengar suara lirih Amira Tan yang masih bisa tertangkap indra pendengarannya.
"Kau terlalu baik menyuruhku untuk memanfaatkan demi membalas dendam pada Noah. Aku tidak akan melakukan itu dan menodai hubungan kita, Jack."
"Namun, seperti yang kau bilang, mana mungkin aku bisa melakukan balas dendam dengan pria lain yang mungkin bisa memanfaatkanku." Amira Tan akhirnya mengungkapkan semua yang dirasakan pada Jack.
__ADS_1
Berpikir bahwa pria itu akan mengerti bagaimana isi hatinya yang tidak ingin menyakiti teman baik yang sudah bertahun-tahun lamanya menjadi tempat curahan hati dalam situasi apapun.
Amira Tan benar-benar penasaran dan bingung apa yang harus dilakukan ketika perasaan membuncah memenuhi jiwa dan bergejolak untuk memintanya membalas dendam.
Menunjukkan pada Noah bahwa ia juga bisa melakukannya dan tidak akan menangis tersedu-sedu seperti remaja bodoh yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Namun, tetap saja merasa bersalah jika mengorbankan Jack.
Jack menurunkan tangan dari kenop pintu dan kembali berbalik badan untuk kesekian kali. "Aku lebih suka kamu memanfaatkanku daripada dimanfaatkan oleh orang lain."
"Jadi, jangan pernah berpikir untuk melakukan hal itu dengan pria lain karena aku akan membunuhnya. Apalagi nama baikmu dipertaruhkan dan juga itu sebuah perbuatan dosa. Meskipun kamu menganggap bahwa pernikahan kita hanyalah sebuah perjanjian semata atau sandiwara, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ini tercatat sah di mata agama dan negara."
"Jika kamu membalas dendam dengan pria lain yang bukan suamimu, yang terjadi adalah karirmu akan hancur dengan nama baik menjadi tercoreng, lalu orang tuamu akan terpukul dan syok, terakhir adalah dosa yang kamu tanggung sangat besar karena mengkhianati suami."
Bahkan tatapannya hanya fokus pada satu titik, yaitu sosok wanita yang beberapa menit lagi akan menyerahkan diri padanya. "Jika kamu melakukannya denganku, itu adalah sebuah hal yang wajar dan tidak berdosa. Jadi, tidak ada yang salah dengan balas dendammu."
"Apakah kita perlu melakukan hal yang sama dengan mengirimkan gambar pada Noah? Biar aku saja yang mengirimkan agar dia berpikir bahwa akulah yang berniat untuk membalas dendam padanya. Jadi, tidak akan menyalahkanmu."
Saat Amira Tan mendengar semua yang dikatakan oleh Jack, semakin membuatnya merasa bersalah pada pria yang berdiri menjulang di hadapannya tersebut. Apalagi selama ini selalu memanfaatkan pria itu dan tidak pernah mengeluh, sehingga membuatnya merasa dibebani rasa penyesalan.
Namun, ketika menyadari bahwa semua yang dilakukan pria itu karena mencintainya dengan tulus dan tidak pernah memaksa, ia saat ini diliputi rasa penyesalan karena tidak pernah memikirkan perasaan Jack.
Bahkan Amira Tan menyadari bahwa semua yang dikatakan oleh Jack adalah hal yang benar dan masuk akal, sehingga membuatnya merasa yakin untuk membalas dendam pada pria yang telah menyakiti perasaan hingga sangat membenci Noah.
__ADS_1
"Kau memang benar, Jack. Apapun yang kulakukan padamu bukanlah hal yang salah karena kita adalah suami istri yang sah di mata agama dan negara. Jadi, saat aku membalas dendam pada bajingan itu, tidak ada yang salah dengan perbuatanku, bukan?"
Jack hanya menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan dan tersenyum simpul. Berusaha sekuat tenaga untuk tidak bersorak kegirangan menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh Amira Tan.
Wanita yang saat ini sudah berstatus sebagai istrinya tersebut dianggap hanyalah seorang wanita lemah dan mudah dibodohi, bukan lagi Amira Tan yang arogan dan kasar.
'Seorang wanita yang sedang patah hati, sangat mudah untuk ditaklukkan. Termasuk Amira Tan yang selama ini adalah seorang wanita arogan dan sangat tangguh. Namun, hari ini sangat lemah karena dengan sukarela menyerahkan diri padaku,' gumam Jack yang saat ini tengah memikirkan sesuatu untuk membuat wanita di hadapannya mengakui bahwa ia lebih baik dari Noah.
"Tidak ada yang salah," ucap Jack yang saat ini perlahan mendekati Amira Tan dan ketika hanya berada pada jarak beberapa senti saja, mengarahkan tangan untuk mengusap pipi putih wanita dengan wajah pucat tersebut.
"Kamu sangat pucat." Kemudian menaruh punggung tangan pada dahi Amira Tan untuk memeriksa. Apakah saat ini demam atau tidak.
Bahkan beberapa kali membandingkan dengan dahinya sendiri dan merasa normal, sehingga menurunkan tangan yang tadi berada di wajah Amira Tan.
Sementara itu, Amira Tan yang membiarkan Jack berbuat apapun, masih menatap intens sosok pria di hadapannya tersebut. Apalagi melihat jika Jack terlihat sangat mengkhawatirkannya dan membuatnya merasa terharu. Hingga ia membuka suara untuk mengawali.
"Jack, biarkan aku memanfaatkanmu untuk membalas dendam pada Noah dan kirimkan foto kebersamaan kita pada bajingan itu. Aku bukanlah wanita lemah yang bisa dipermainkan oleh seorang pria. Aku bisa membalas dendam dengan melakukan hal yang sama."
"Baiklah," ucap Jack yang saat ini mengangukkan kepala dan menunggu kapan wanita di hadapannya tersebut segera menyerangnya.
To be continued...
__ADS_1