Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Pertanyaan Arya


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Aldiano tadinya berbicara dengan rekan bisnis bersama sang ayah, sama sekali tidak memperdulikan wanita yang sangat dibencinya.


Namun, setelah beberapa menit berlalu dan sang istri belum kunjung kembali, membuat sang ayah menoleh ke arah serta makanan khusus di sebelah kiri dan berkata padanya untuk menyapa beberapa orang yang berbicara dengan wanita itu.


"Sepertinya mereka adalah kenalan Putri. Jadi, dia juga mengenal beberapa orang penting di Jakarta karena terlihat sangat akrab dengan beberapa tamu undangan itu. Cepat sapa mereka dan tunjukkan bahwa kamu adalah seorang suami yang baik!" titah Bambang Priambodo pada putranya yang terlihat memerah wajahnya karena kesal.


Namun, tetap saja melakukan perintahnya dengan bangkit berdiri dan membuatnya tersenyum simpul karena tidak mempermalukannya dengan sikap sinis serta arogan pada Putri di depan orang banyak.


Aldiano yang sebenarnya merasa sangat malas untuk menyapa beberapa kenalan Putri yang dianggap sangat tidak penting, tapi tidak bisa menolak perintah dari sang ayah karena khawatir akan benar-benar dicoret dari surat wasiat dan kehilangan semua harta yang harusnya menjadi miliknya.


Kini, ia langsung mendekati Putri yang tengah berbicara serius dengan seorang wanita dan kebetulan ada satu orang pria juga yang ternyata memanggil dan membuatnya memicingkan mata karena mengenali pria tersebut adalah putra dari pemilik Mahesa Group.


Bahkan ia juga sering bertemu saat acara di beberapa perusahaan dan membuatnya heran bagaimana bisa Putri mengenal pria yang merupakan salah satu pewaris tunggal Mahesa Grup.


"Sayang, kenapa lama sekali?" Aldiano ya saat ini beralasan ketika mendekati wanita yang membuatnya heran karena bisa mengenal beberapa orang hebat dan salah satunya dua pengacara yang merupakan pasangan suami istri itu.


"Nyonya Putri," ucap Arya yang saat ini sama sekali tidak menyangka jika ternyata pria yang menjadi tuan rumah acara tersebut adalah istri dari wanita yang merupakan ibu dari anak kecil yang tadi menabraknya.


Ia tadinya berpikir jika anak laki-laki itu tersesat dan begitu mengatakan akan menyusul sang ibu dan menunjukkan padanya, sehingga berniat untuk mengantarnya. Namun, di saat bersamaan mendengar suara dari salah satu pria yang menjadi pengawal anak kecil itu.


Bahwa tadi pergi ke toilet sebentar, tapi malah ditinggalkan oleh anak kecil yang harus dijaganya. Namun, Arya tetap berniat untuk mengantarkan anak laki-laki itu yang mengajaknya untuk diperkenalkan kepada sang ibu.


Entah mengapa ia merasa tidak keberatan ketika diajak oleh anak kecil yang terlihat sangat menggemaskan tersebut. Apalagi beberapa saat yang lalu ia sempat berseteru dengan Calista yang mengajaknya pulang dengan alasan pusing.


Namun, ia menyuruh Calista pulang sendiri agar diantar supir dan akhirnya pergi tanpa berkata apapun padanya, sehingga sekarang bisa mengantarkan anak kecil itu pada ibunya. Ia menatap ke arah Aldiano dan menuju ke arah anak kecil di sebelahnya.


"Aku tadi tidak sengaja membuat putramu menabrakku. Jadi, sekarang aku mengantarkannya sebagai permohonan maaf. Putramu sangat tampan," ucap Arya yang saat ini tersenyum pada pemilik perusahaan serta sang istri yang diketahuinya bernama Putri dan baru disapa olehnya, tapi hanya ditanggapi dengan bersikap datar.


Aldiano yang saat ini terpaksa berakting untuk menganggap bahwa anak kecil yang tidak disukainya tersebut adalah putranya, kini membungkuk untuk mengusap rambut hitam berkilat Xander.


"Ya, putraku sangat tampan sepertiku. Terima kasih karena sudah mengantarkan putraku ke sini." Aldiano yang masih berusaha untuk berakting menyayangi Xander, seketika merasa gagal ketika anak laki-laki tersebut bergerak mundur dan memilih untuk menghambur ke arah sang ibu.

__ADS_1


Putri yang dari tadi merasa bingung harus bagaimana ketika pertama kali berhadapan dengan Arya setelah 5 tahun berlalu. Ia bahkan merasa dadanya sesak dan suara tercepat di tenggorokan, sehingga membuatnya kesusahan untuk membuka suara.


Apalagi melihat wajah pria yang dulu pernah sangat dicintainya dan membuatnya tergila-gila hingga berbuat apapun dan meninggalkan suami serta dua anaknya, masih bergetar hebat karena belum bisa menghilangkan dari pikirannya.


Rasa cintanya untuk Arya bahkan tidak pernah hilang sampai sekarang. Meskipun sudah disakiti oleh pria yang merupakan ayah dari putranya yang saat ini menghambur memeluknya karena menghindar disentuh oleh Aldiano.


Apalagi Aldiano notabene tidak pernah berusaha untuk mencuri hati putranya, sehingga tidak pernah dekat ataupun ada ikatan batin antara ayah dan anak. Meskipun terkadang ada ayah tiri yang sangat menyayangi putra sambung dan membuat ikatan batin cukup kuat.


Putri memilih untuk mengalihkan perhatian dari Arya dan menatap ke arah sang suami. "Sayang, maaf karena tidak cepat kembali untuk membawakan makanan untukmu. Kebetulan aku bertemu dengan beberapa teman."


Kemudian ia menoleh ke arah Amira Tan agar tidak kesal padanya karena tidak mengakui sebagai saudara tiri. "Ada wartawan di sini yang pastinya akan mencari tahu apa hubungan kita."


Ia sengaja mengatakan itu agar tidak ada kesalahpahaman yang dirasakan oleh Amira Tan. "Jangan sampai ada yang mengorek informasi mengenai kita yang hanya merupakan teman baik. Nanti dijadikan bahan untuk mencari uang oleh para awak media itu."


Amira Tan yang saat ini mengerti arah pembicaraan dari Putri, beralih menatap ke arah suami saudara tirinya tersebut dan mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri meskipun ia tahu jika terlihat di hadapannya tersebut mengenal siapa dirinya.


Apalagi ia dan Jack terkenal dengan sebutan couple pengacara hebat yang merupakan pasangan paling romantis, sehingga tersenyum pada pria yang berada di hadapannya tersebut.


"Aku sudah sangat sering mendengar kehebatanmu dan juga suamimu di pengadilan karena sering memenangkan kasus yang ditangani dan mengalahkan lawan dengan mudah. Aku sama sekali tidak menyangka jika istriku memiliki teman-teman yang hebat." Ia pun saat ini beralih bersalaman dengan suami dari wanita itu.


"Tuan Jack, senang berkenalan dengan Anda. Kemudian beralih berjabat tangan dengan Arya Mahesa dan mengatakan hal yang sama.


"Terima kasih," ucap Jack yang saat ini melihat putrinya sudah asyik bermain dengan Xander yang merupakan sepupu karena masih ada ikatan darah di antara mereka.


Sementara itu, Arya yang saat ini juga mengatakan hal yang sama seperti pengacara keluarganya, tersenyum simpul karena bisa berinteraksi secara langsung dengan sang tuan rumah pemilik acara hari ini.


"Merupakan suatu kehormatan bisa bertemu dengan orang hebat seperti Anda, Tuan Aldiano." Kemudian ia pun tersenyum pada wanita yang menurutnya sangat aneh karena bersikap datar seperti sangat dingin padanya.


'Apa yang sebenarnya terjadi pada wanita ini? Kenapa dia sepertinya tidak menyukaiku? Memangnya aku melakukan kesalahan apa? Bukankah aku tidak melakukan apapun padanya?' gumam Arya yang saat ini merasa ada sesuatu yang tidak beres.


Bahkan ia mengingat ketika perdebatannya dengan Calista beberapa saat lalu. Bahwa yang punya acara memperkenalkan menantunya, Calista seperti tidak nyaman berada di pesta itu dan selalu mengajaknya cepat pulang.

__ADS_1


Padahal di awal-awal sangat bersemangat berada di pesta itu karena memang dari dulu Calista sangat menyukai berada di pesta. Semuanya makin membuatnya curiga ketika anak kecil yang tadi menabraknya menunjuk ke arah wanita bernama Putri tersebut dan seketika Calista memaksanya pulang.


Namun, ia tidak memperdulikan Calista dan memilih mengantarkan anak kecil tersebut pada ibunya karena sudah berjanji. Akhirnya Calista langsung pergi dari pesta tanpa mempedulikannya dengan warna raut wajah memerah.


Hal itulah yang membuatnya merasa curiga jika wanita di hadapannya tersebut menjadi penyebab Calista tiba-tiba badmood dan ingin meninggalkan pesta. Namun, tidak mungkin bertanya saat ada banyak orang seperti saat ini ada sang suami wanita itu dan juga pengacara.


"Silakan nikmati makanan yang sudah disajikan. Kami harus kembali ke sana," ucap Aldiano yang saat ini menunjuk ke arah sang ayah yang berbicara dengan salah satu rekan bisnis penting perusahaan.


Sebenarnya alasan utamanya adalah tidak suka dengan orang lain, khususnya wanita. Jadi, saat ini menggunakan alasan itu agar tidak lagi berbicara lebih banyak.


"Terima kasih karena sudah mengantarkan putra saya." Akhirnya Putri hanya bisa mengantarkan hal itu saja dari bibirnya pada mantan suami sirinya tersebut dan beralih menatap ke arah Amira Tan serta Jack.


"Aku ke sana dulu. Kalian nikmati saja makanannya," ucapnya sambil melambaikan tangan dan tersenyum simpul pada saudara tirinya serta sang suami.


Ia tadinya mengajak putranya untuk kembali ke tempat duduk bersama mertua serta Aldiano, tapi ditolak karena ingin bermain dengan putri dari Amira Tan dan akhirnya menyuruh pengawal untuk menemani putranya bermain.


"Aku besok ingin datang ke tempatmu, Putri karena ada banyak yang ingin ku bicarakan," sahut Amira Tan sebelum melihat saudara tirinya tersebut berjalan pergi meninggalkannya.


Ia belum puas berbicara dengan saudara tirinya tersebut dan tidak leluasa jika ada suami dari wanita itu dan kini melihat Putri menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan.


Saat ia masih menatap interaksi antara Putri dan sang suami, ia beralih menatap ke arah Arya yang bertanya padanya.


"Apa kalian sudah lama mengenal? Kenapa aku merasa Putri seperti tidak asing? Bahkan tadi istriku juga bersikap aneh begitu melihatnya. Apakah kamu tahu apa alasannya? Aku sampai sekarang masih tidak mengingat tentang kenangan-kenangan pada beberapa tahun silam."


"Apakah ada kaitanya dengan wanita bernama Putri itu?" tanya Arya yang saat ini menatap intens sosok wanita di hadapannya.


Amira Tan seketika menoleh ke arah Jack karena merasa bingung ketika pertama kali Arya menanyakan sesuatu hal yang tidak biasa.


"Apa maksudmu, Arya? Kau sama sekali tidak mengenal atau pun ada hubungan dengan istri dari Aldiano Priambodo itu. Apa mentang-mentang dia adalah seorang wanita cantik dan seksi, membuatmu berpikir memiliki hubungan dengannya di masa lalu?" sarkas Jack yang saat ini langsung menyahut tanpa pikir panjang agar tidak terjadi keculigaan.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2