Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Surat perjanjian


__ADS_3

Amira Tan yang hanya bisa menelan ludah dengan kasar, masih mencoba untuk menormalkan perasaan yang saat ini membuncah dan masih seperti beberapa saat lalu, degup jantung tidak beraturan.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya? Apakah kau tidak tahu bahwa hari ini aku banyak pekerjaan? Bukankah kau juga harus bekerja? Apa kata para staf lain saat mengetahui bahwa kau dari tadi tidak keluar dari ruangan ini?"


Masih mencoba untuk mengalihkan topik utama yang dibahas oleh Noah, Amira Tan berusaha untuk menormalkan perasaan agar tidak terlihat sangat jelas sedang gugup di depan pria yang memiliki bulu mata lentik indah tersebut.


Refleks Noah menggelengkan kepala karena tidak sependapat dengan Amira Tan yang belum memberikan jawaban atas pernyataan cinta dan juga merasa sangat geram.


"Aku tahu bahwa kamu tidak akan bisa berkonsentrasi bekerja hari ini karena memikirkan Putri setelah Jack datang. Apalagi setelah kita bercinta di dalam ruangan ini, sepertinya kamu akan selalu terbayang dengan momen intim kita di atas sofa."


"Mengenai tanggapan dari para staf lainnya, aku sama sekali tidak peduli karena bagiku yang terpenting adalah dirimu, Sayang." Noah saat ini berbicara sambil tersenyum simpul dan mengakhiri dengan mengedipkan mata.


Jika tadi Amira Tan menginginkan pria di hadapannya tersebut kembali menyebut sayang, tetapi yang terjadi adalah berkali-kali dipanggil seperti itu dan merasa sangat senang sekaligus berbunga-bunga perasaan seperti anak remaja yang baru pertama kali jatuh cinta.


Amira Tan sebenarnya merasa sangat gugup karena semua yang dilakukan oleh Noah, tetapi hari ini mencoba untuk menghilangkan hal itu dan berdehem sejenak sebelum berbicara.


"Apakah kau yakin mencintaiku?"


Wajah yang tadi terlihat berbinar karena merasa bahagia, seketika berubah menjadi muram karena Noah sangat kesal dengan pertanyaan wanita yang jelas-jelas membuatnya tergila-gila.


"Pertanyaan macam apa itu? Apakah kamu pikir aku bercinta denganmu karena nafsu semata tanpa memiliki rasa cinta? Apakah kamu sengaja ingin meremehkanku karena hanyalah seorang pekerja rendahan di bawahmu, sehingga tidak pantas bersanding dengan pengacara hebat sepertimu?"


Refleks Amira Tan seketika memijat pelipis begitu kalimat panjang lebar yang dianggap konyol lolos dari bibir pria yang sudah dua kali pecinta dengannya.


"Astaga! Aku hanya bertanya satu hal, tapi kenapa kau berbicara seperti rel kereta api yang sangat panjang? Jangan menambah rasa pusing di kepalaku hari ini. Aku sudah terlalu banyak memikirkan masalah."


Amira Tan yang baru saja menutup mulut dengan wajah masam karena kesal pada Noah, seketika mengerjapkan mata begitu indra pendengaran menangkap suara bariton dari pria yang mengulang-ulang perkataan untuk menjawab pertanyaan barusan.

__ADS_1


"Aku sangat tergila-gila padamu, Sayang."


"Aku sangat mencintaimu."


"Aku tidak akan pernah mencintai wanita lain selain dirimu?"


"Karena aku sangat mencintaimu. Apakah sekarang kamu puas dengan jawabanku?" seru Noah dengan wajah memerah karena sangat kesal pada sosok wanita di hadapan tersebut malah terbahak ketika mendengar berkali-kali mengungkapkan perasaan cinta.


Amira Tan sama sekali tidak pernah menyangka jika Noah akan berkali-kali menyatakan cinta dan malah terdengar sangat lucu di telinga. Apalagi ketika melihat jika pria yang terlihat menggemaskan tersebut karena menampilkan wajah masam, seolah sangat kesal padanya.


"Sebenarnya apa yang membuatmu tergila-gila padaku? Aku ingin mengetahuinya, baru akan memutuskan jawabanku."


Noah saat ini masih merasa geram karena Amira Tan selalu berhasil menjungkir balikkan perasaan dengan sikap arogan yang dimiliki.


Bahkan kesal saat mengingat wanita yang sangat dipuja dan ingin sekali menjadikannya satu-satunya di dalam hati, tapi bersikap sangat datar. Seolah sedang menguji kesabaran yang dimiliki saat ini.


"Wah ... aku saat ini seperti sedang mendapatkan interview saat melamar kerja saja. Seperti menjelaskan kelebihan dan kekurangan, baru akan diputuskan diterima atau tidak sebagai pangeran di hati pengacara cantik."


"Aku selama ini tidak pernah menjalin hubungan lebih dari seorang teman bersama pria manapun. Bahkan Jack sekalipun karena hanya menganggapnya teman. Jadi, kau harus tahu dan memahami apa yang saat ini kurasakan karena pertama kali dekat dengan seorang pria secara emosional, masih belum terbiasa."


"Aku selama ini berpikir bahwa semua pria seperti Jack, yang tidak pernah bisa setia hanya dengan satu wanita saja. Hingga aku menemukan pria berhati malaikat seperti Bagus dan membuat hatiku bergetar. Namun, sayangnya meskipun aku berusaha dengan sangat keras, tetapi tidak diterima dan meninggalkan luka tak berdarah di sini."


Amira Tan menyentuh bagian dada untuk memberikan sebuah informasi pada Noah bahwa sebenarnya saat ini tidak sedang baik-baik saja karena ada luka tak kasat mata di sana.


"Bahkan alasan saat aku pertama kali bertemu denganmu, juga karena Bagus yang menolakku. Hingga aku berakhir di Club malam karena minum minuman beralkohol dan berakhir mabuk, lalu kau menolongku."


Tentu saja Noah mengingat akan pertemuan pertamanya dengan wanita hebat yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.

__ADS_1


Bahkan saat bertemu pertama kali, merasa sangat geram pada seorang wanita yang memiliki watak arogan tersebut. Tidak pernah menyangka jika saat ini bisa berakhir mencintai dan bahkan tergila-gila pada seorang pengacara hebat itu.


"Itu adalah takdir yang mengikat kita untuk bersatu, Amira Tan. Semua orang punya masa lalu dan pastinya pernah jatuh cinta, tapi itu tidak menghentikan masa depan yang berada di depan mata dan menanti untuk merasakan kebahagiaan. Aku sangat mencintaimu dan hanya akan menjadikanmu satu-satunya wanita di hatiku."


"Apakah kamu ingin aku membuktikannya dengan melamar pada orang tuamu dengan membawa orang tuaku dari kampung?" Akhirnya Noah memakai jurus terakhir yang selalu membuat seorang wanita luluh.


"Karena di dunia ini tidak ada satu orang pun wanita yang tidak ingin dinikahi. Tujuan dari awal hubungan adalah pernikahan dan jika sama sekali tidak ada pemikiran seperti itu, sudah dipastikan bahwa hanyalah ingin main-main saja. Sementara aku tidak pernah bermain-main dengan perasaanku yang memilihmu."


Kekhawatiran yang selama ini mengganggu pikiran Amira Tan seolah seperti terbuka begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Noah.


Bahkan saat selalu khawatir dengan adanya perselingkuhan yang semakin marak terjadi di antara pasangan dan membuatnya ragu untuk menjalin hubungan dengan seorang pria, kini pikirannya seperti terbuka lebar.


Entah mengapa ia selalu mempercayai apa yang dikatakan oleh Noah. Padahal selama ini selalu menganggap bahwa semua pria merupakan playboy seperti Jack. Apalagi besar dalam rumah tangga orang tua yang tidak harmonis saat dulu mengalami konflik berat ketika sang ayah berselingkuh.


Seolah memutuskan perasaan Amira untuk melabuhkan hati pada seorang pria, kecuali Bagus yang dianggap seperti malaikat berhati emas.


Namun, kali ini seperti ingin memberikan kesempatan pada pria yang masih menatap intens dan berdiri menjulang di hadapannya itu dengan memberikan kepercayaan penuh bahwa saat ini Noah sangat mencintainya dengan tulus dan tidak akan pernah berkhianat.


"Aku ingin mempercayaimu, tapi khawatir jika kau menodai kepercayaanku dengan berselingkuh seperti yang dilakukan ayahku dulu dengan ibunya Putri. Tidak mudah bagiku untuk menghilangkan memori buruk itu di pikiranku."


"Seperti perselingkuhan sudah melekat di kepalaku. Apalagi pekerjaanku sebagai pengacara, juga sering mendapatkan kasus seperti itu dan selama ini tidak ada kepercayaan pada para pria."


Amira Tan saat ini membulatkan mata karena tiba-tiba tangannya ditarik oleh Noah dan langsung memeluknya dengan sangat erat. Hingga mendengar sebuah jawaban yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.


"Berikan satu kesempatan untuk mempercayaiku dan setelah kita menjalin kasih, ingin membuat surat perjanjian yang berisi salah satu di antara kita tidak boleh ada yang berselingkuh. Jika sampai terjadi hal itu, maka korban boleh mengakhiri hidup tersangka."


Noah merasa sangat yakin dengan perasaan cintanya pada Amira Tan dan berharap wanita itu mempercayai sepenuhnya semua yang dikatakan karena memang sangat serius dan ingin menikah dengan pengacara hebat yang sangat arogan tersebut.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan status sosial karena sangat mencintai Amira Tan hingga membuatnya memilih untuk mengungkapkan apa yang ada di kepala mengenai surat perjanjian.


To be continued...


__ADS_2