
Amira Tan yang tadinya berjalan keluar dari perusahaan, mengedarkan pandangan ke sekeliling area sana untuk mencari keberadaan Putri yang diketahui sedang terluka saat ini.
Ingin segera menguraikan kesalahpahaman karena tidak ingin hubungan yang selama ini baik kini akan berubah buruk dengan apa yang terjadi hari ini, ia buru-buru melangkahkan kaki jenjang menyusuri trotoar.
Ia merasa yakin jika Putri tidak ingin pulang bersama dan memilih naik kendaraan umum.
Beberapa saat kemudian, ia melihat Noah dan Putri yang saat ini tengah memunggunginya tak jauh dari tempatnya berdiri, sehingga merasa sangat lega.
Apalagi rasa bersalah pada Putri membuatnya ingin menguraikan kesalahpahaman yang terjadi dan berharap setelah menjelaskan semuanya, saudaranya mau mengerti.
"Syukurlah aku masih bisa bertemu dengannya," ucap Amira Tan yang kini berjalan cepat untuk semakin mendekati wanita dengan posisi memunggungi tersebut.
"Putri! Kita perlu bicara!" teriak Amira Tan yang kini semakin mempercepat langkah kaki karena melihat Putri sangat mengenaskan.
Ia mendengar Putri tertawa miris karena berpikir jika yang terjadi adalah mengungkapkan tentang sesuatu yang menyedihkan tengah dirasakan adik perempuannya tersebut.
__ADS_1
Kini, Amira Tan sudah berdiri di hadapan Putri dan bersebelahan dengan Noah. Kemudian memegang lengannya untuk mengungkapkan permohonan maaf.
Ia pun mulai menjelaskan tentang semua hal yang diketahuinya termasuk saat melihat Arya di Club malam bersama dengan wanita yang tadi berciuman di dalam ruangan.
Bahkan menjelaskan jika ia akan membantu kehidupan Putri untuk membesarkan Xander, tapi yang terjadi, saudara tirinya tersebut tetap ingin bersama Arya dan menyesal karena datang ke kantor.
"Aku sangat mencintai Arya dan tidak ingin bercerai dengannya. Jika aku tidak datang, mungkin akan tetap menjadi istrinya," lirih Putri dengan bersimbah air mata dan lunglai karena saat ini berjongkok di trotoar.
Sementara itu, Amira Tan dan Noah yang masih berdiri menjulang di hadapan Putri, kini saling bersitatap.
Ingin sekali Amira Tan mengumpat untuk melampiaskan kekesalan melihat sikap Putri yang dinilai konyol, tapi melihat Noah menggelengkan kepala, kini membuatnya mengurungkan niat.
Namun, tidak bisa diam melihat kebodohan Putri dan masih berusaha untuk menyadarkan. "Apa kau sudah gila dan kehilangan akal?"
"Apakah setelah melihat kenyataannya, kau ingin kembali saja ke perusahaan dan tetap akan menerima Arya kembali?
__ADS_1
Jika beberapa saat lalu, Amira Tan merasa bersalah pada Putri, tapi sekarang, yang tersisa hanyalah kebencian karena berpikir jika yang terjadi adalah kebodohan seorang istri saat tidak rela kehilangan suami.
Hal yang paling dibenci oleh Amira Tan dari Putri kini bertambah karena melihat kebodohan saudara perempuan tiri tersebut.
"Jika Arya saja sudah siap kehilangan dirimu, lalu untuk apa kau membuktikan cintamu yang bahkan sudah tidak dianggap. Ataukah kau ingin tetap berstatus sebagai nyonya Mahesa karena mengharapkan bisa menjadi bagian dari keluarga konglomerat?"
Refleks Noah menarik pergelangan tangan Amira Tan yang dianggap malah semakin menyakiti perasaan Putri. Bagaikan menyiram bensin ke dalam api, itu yang merupakan pepatah paling cocok untuk Amira Tan saat ini.
Noah memilih untuk mendekatkan wajah dan berbisik di dekat daun telinga Amira Tan. "Jaga perasaan saudaramu! Jangan semakin menambah lukanya. Saat ini, dia sedang hancur, jadi kamu harus bisa mengerti dan memahami posisinya."
Saat ini, Amira Tan sama sekali tidak memperdulikan hal itu karena satu-satunya yang diinginkan hanyalah ingin menyadarkan Putri. Bahkan kini merasa geram karena wanita itu sama sekali tidak berkomentar apapun dan memilih untuk mengunci rapat bibir.
Tanpa berpikir panjang, ia kini kembali meluapkan kekesalan pada saudara tirinya tersebut. "Kenapa diam saja? Cepat kembali ke perusahaan Arya dan berlututlah untuk memohon agar bisa tetap menjadi istri bajingan itu! Mulai sekarang, aku tidak akan pernah ikut campur masalah pribadimu."
Kemudian Amira Tan berjalan meninggalkan Putri dan juga Noah karena merasa sangat marah ketika niat baik tidak dianggap.
__ADS_1
To be continued...