
Jack sebenarnya merasa sangat senang karena melihat Amira Tan yang marah-marah dan berpikir bahwa ia akan benar-benar memperkosanya. Bahkan masih tertawa melihat sikap Amira Tan yang semakin terlihat menggemaskan saat khawatir sekaligus kesal.
"Jack, aku akan menghabisimu jika melakukannya karena sama sekali tidak takut padamu!" sarkas Amira Tan yang saat ini masih tidak mengalihkan pandangan dari sosok pria yang bahkan dari tadi asyik tertawa.
Seolah menganggap apa yang dikhawatirkan sangat lucu. "Apa kau ingin aku memotong senjatamu?"
Refleks Jack kembali tertawa mendengar kalimat vulgar dari Amira Tan yang dianggap sudah kembali seperti dulu lagi. Karena sejujurnya dari tadi merasa tidak nyaman karena wanita yang kini berstatus sebagai istrinya diam saja saat berjalan bersamanya keluar dari rumah sakit.
Jack ingin Amira Tan kembali seperti dulu lagi yang menjadi sahabat dan menceritakan apapun padanya karena merasa sangat nyaman. Namun, setelah hari ini resmi menikah, seolah sikap wanita itu berubah total menjadi pendiam, sehingga sangat tidak menyukainya.
Namun, karena hari ini tidak menanggapi pertanyaan Amira Tan, sehingga wanita itu kembali bersikap arogan dan seperti biasa, selalu marah-marah dan mengancam. Sebuah hal yang paling disukai oleh Jack dan tidak pernah didapatkan dari wanita lain yang pernah berkencan dengannya.
Apalagi selama ini para wanita yang menjadi pelampiasannya selalu takut padanya dan tidak pernah menolak apapun yang diinginkan. Tentu saja berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Amira Tan padanya karena selalu bersikap sesuai dengan apa yang dirasakan.
__ADS_1
Tanpa merasa takut jika ia akan kesal ataupun marah, tetapi yang terjadi malah sering mendapatkan kemurkaan dari Amira Tan dan Jack seperti biasa, selalu saja mengalah.
Kini, Jack menghentikan tawa setelah puas melakukannya dan menjawab tanpa mengalihkan tatapan pada sosok wanita yang berada di sebelah tersebut.
"Aku pun ingin menjadi anak yang berbakti pada orang tua dengan menuruti perintah. Seperti yang kau lakukan pada mamamu. Jika aku tidak membawa pulang ke rumah, mamaku pasti akan merasa sangat kecewa karena usahanya dianggap tidak dihargai."
"Aku selama ini selalu menuruti apapun keinginanmu, bukan? Apakah sangat berat jika sekali saja tidak protes ataupun menolak keinginanku? Aku bahkan sudah menandatangani surat perjanjian itu dan tidak ingin berakhir menikmati dinginnya tinggal di balik jeruji besi."
Jack berusaha untuk meyakinkan Amira Tan agar percaya padanya karena surat perjanjian yang dibuat oleh sang pengacara berisi sebuah hukuman penjara jika sampai menolak atau pun melanggar.
Di mana kanan kiri jalanan yang dilalui atau banyak bangunan tinggi menjulang yang semakin membuat ibukota terlihat cantik dan megah.
"Sepertinya kali ini aku kalah dan patuh padamu," sahut Amira Tan tanpa berpaling dari jalanan yang dilihat.
__ADS_1
"Tentu saja kamu harus patuh padaku karena ini demi kebaikan bersama." Jack sesekali melirik ke arah Amira Tan yang dari tadi tidak mengalihkan pandangan.
Dalam hati, merasa sangat senang karena wanita di sebelahnya sudah masuk dalam jebakan.
'Akhirnya kelinci kecilku berjalan perlahan ke dalam jebakan,' gumam Jack yang saat ini menambah kecepatan karena ingin segera tiba di rumah dan menunjukkan pada Amira Tan kamar yang selama ini ditempati dihiasi oleh banyaknya foto-foto wanita cantik itu.
'Aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksimu ketika ada banyak foto di kamarku. Apakah kamu akan merasa terharu atau sebaliknya.'
Ia selalu tidak suka dengan pikiran Amira Tan yang selalu merasa bersalah ketika mempunyai perasaan pada wanita itu.
Hal yang selama ini ditunggu adalah bisa menikahinya, sehingga sama sekali tidak memperdulikan ketika mengetahui bahwa wanita yang dicintai sudah menjalin hubungan dengan pria lain layaknya seperti suami istri.
Jack saat ini menginginkan Amira Tan menjadi miliknya dan membuat wanita itu menyadari bahwa cintanya jauh lebih besar dari pria yang selama ini dipuja-puja.
__ADS_1
Jack berencana untuk bersikap dingin setelah Amira Tan menyerahkan diri padanya dan berharap wanita itu beralih mengejarnya. Sebenarnya Jack sudah sangat lelah mengejar Amira Tan dan berharap setelah berhasil melaksanakan rencana, akan membuat wanita itu mengejarnya.
To be continued...