Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Cinta terhalang kasta


__ADS_3

Setelah menjebak Noah, Santi kini langsung menyuruh orang untuk membantu mengantarkan pria yang mabuk berat itu ke kontrakan.


Nasib baik tadi Santi sempat bertanya pada Noah mengenai kunci rumah di simpan di mana. Jadi, begitu mengetahui bahwa ada di bawah alas kaki depan pintu, sehingga memudahkan membuka dan membawa pria itu ke kamar bersama dua orang punya yang dibayar untuk membantu.


Kemudian Santi pergi dari rumah Noah dan meninggalkan pria itu yang saat ini tidur pulas di atas ranjang.


Selama dalam perjalanan pulang dengan diantar oleh dua pria yang tadi membawa mobil, tidak berhenti berlinang air mata karena menghancurkan hidup seorang pria yang bahkan tidak bersalah.


Namun, menyadari bahwa tidak ada pilihan lain karena hidup sang ibu dipertaruhkan.


'Maafkan aku, Noah. Aku melakukan ini karena semuanya demi ibuku. Aku mengorbankan hidupmu agar ibuku selamat dan bisa dioperasi. Aku butuh uang untuk biaya operasi dan juga perawatannya, sehingga tidak bisa menolak mendapatkan tawaran dari orang itu.'


Santi tidak tahu siapa orang yang menghubungi tanpa pernah bertemu. Bahkan mengetahui bahwa ia sempat beberapa kali berinteraksi dengan Noah, sehingga langsung menyuruh untuk menghancurkan pria itu dengan cara menjebak.


Kemudian langsung ditransfer uang muka untuk biaya operasi sang ibu. Kini, Santi mendengar notifikasi dari ponsel dan begitu mengecek, tidak berhenti mengucap syukur karena kembali mendapatkan uang sisa dari pembayaran perbuatannya untuk menjebak Noah.


Tadi ia memang sudah mengirimkan foto-foto pada nomor wanita yang tak lain adalah kekasih Noah. Namun, sama sekali tidak pernah menyangka jika uang sisa hasil pekerjaannya tersebut akan langsung ditransfer hari ini juga


Santi merasa sangat lega begitu melihat rekeningnya dini terisi dengan nominal fantastis yang mungkin tidak akan pernah bisa melihat karena hanya bekerja sebagai seorang perawat dengan gaji standar.


Kini, Santi masih tidak berkedip menatap saldo pada rekening yang cukup untuk biaya operasi serta perawatan sang ibu.


'Akhirnya aku bisa membawa ibu operasi. Semoga setelah itu, akan sembuh dan sehat lagi seperti dulu,' gumam Santi kembali mendengar suara notifikasi dan mulai membaca pesan yang membuatnya membulatkan mata dan membuka mulut.


Mulai hari ini, kau harus mengundurkan diri dari Rumah Sakit dan jangan pernah menampakan diri lagi di depan pria itu. Kau harus tutup mulut dan juga Noah tidak boleh bisa menemukanmu.


Uang yang baru ditransfer termasuk bonus dari pekerjaanmu dan anggap itu adalah pesangon kau keluar dari rumah sakit.


Santi yang baru saja mendapatkan pesan dari orang yang menyuruh menjebak Noah, meskipun sangat berat untuk mengundurkan diri dari Rumah Sakit, tetapi menyadari bahwa tidak ada pilihan lain.

__ADS_1


Apalagi sudah mendapatkan banyak uang dan tidak perlu bekerja keras demi biaya orang tua operasi. Embusan kenapa sekarang saat ini terdengar mewakili perasaan Santi.


Setelah mobil yang mengantarkannya tiba di depan rumah kontrakan, langsung turun dan saat ini berjalan masuk ke dalam rumah. Ia harus segera bersiap untuk datang ke Rumah Sakit karena sang ibu satu minggu ini telah dirawat yang tak jauh dari rumah.


Santi berniat untuk sementara tidak bekerja dan fokus mengurus sang ibu yang akan dioperasi dan berharap tidak akan pernah bertemu dengan Noah lagi.


"Semoga kelak mendapatkan wanita yang kau inginkan, Noah. Sekali lagi maafkan aku," lirih Santi yang saat ini masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.


Ia menghapus make up tebal karena tadi pergi ke klab dalam acara reuni palsu. Tidak ingin sang ibu melihatnya tampil seksi dan juga dandanan menor, sehingga membersihkan wajah agar kembali seperti semula.


***


Keesokan harinya, Noah yang baru saja terbangun dari tidur, memijat pelipis yang terasa pusing dan membuka mata. Begitu melihat di ruangan yang tak lain adalah kamarnya, saat ini mengerutkan kening karena tidak mengingat apa yang terjadi semalam.


Noah kemudian mengingat kepingan kejadian semalam dan hal terakhir yang diingat adalah dipaksa minum oleh teman-teman perawat itu.


"Sial! Gara-gara mereka memaksaku untuk, sehingga berakhir mabuk. Pasti kemarin Santi kesusahan untuk mengantarkanku pulang."


Masih terus memijat pelipis karena benar-benar pusing, ia bangkit dari ranjang dan masih terdiam selama beberapa saat. Kemudian memeriksa waktu dengan mengambil ponsel yang masih berada di saku celana.


"Dari semalam aku mengantongi ponsel. Dasar bodoh! Jika rusak, memangnya siapa yang akan menggantinya? Bahkan aku sekarang tidak bekerja dan tidak punya pemasukan," gumam Noah yang saat ini sudah memeriksa beda pipih di tangan.


Kemudian ingin melihat apakah ada pesan atau telepon dari sang kekasih.


Begitu melihat ada pesan dari Amira Tan, seketika langsung membuka dan membaca, tetapi kebahagiaan yang dirasakan seketika sirna begitu mengetahui jika sang kekasih benar-benar tidak ingin lagi berhubungan dengannya.


Tadi sempat berpikir bahwa Amira Tan sudah memaafkan, sehingga mengirimkan pesan. Kini, ia membaca pesan panjang lebar dari sang kekasih dan seketika meninggalkan luka tak berdarah di dalam hati.


Mulai detik ini, jangan pernah menghubungiku lagi karena aku tidak akan sudi berhubungan dengan seorang pria sepertimu. Aku sudah menikah dengan Jack dan menyadari bahwa lebih baik darimu. Anggap semua yang terjadi pada kita hanyalah sebuah kenangan yang tidak perlu diingat.

__ADS_1


Aku lebih memilih orang tua daripada pria yang baru kukenal, jadi jangan pernah lagi mengirimkan pesan ataupun telpon padaku karena tidak akan kutanggapi.


Noah merasa jika Amira Tan benar-benar adalah seorang wanita yang tidak punya perasaan karena tidak mau lagi memberikan ia kesempatan.


Padahal sudah berusaha untuk membuang egois demi bisa kembali pada Amira Tan, tapi karena saat ini mendapat jawaban secara langsung dari sang kekasih, merasa tidak punya harapan agar hubungannya kembali baik seperti semula.


"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, Amira Tan? Bahkan aku masih sangat mencintaimu? Apa yang harus kulakukan sekarang? Mana janji manismu padaku yang mengatakan akan mencintaiku selamanya dan juga menawan orang tuamu hanya demi bisa hidup bersamaku?"


Ia saat ini mengepalkan tangan karena dikuasai oleh amarah dan tidak bisa berpikir jernih, sehingga mengangkat tangan ke atas karena hendak membantingnya ke lantai agar hancur.


Namun, tidak jadi melakukan begitu indra pendengaran kembali menangkap suara notifikasi masuk. Begitu membuka dan membaca, kembali hancur berkeping-keping setelah melihat pesan dari pria yang dianggap sangat munafik dan menjadi penyebab kehancurannya.


Sekarang kau tak lebih dari seorang pecundang yang telah berhasil kukalahkan dengan sangat mudah. Aku berhasil membalik posisimu menjadi pria yang terbuang. Amira Tan semalam telah menyerahkan diri padaku.


Bahkan kami melakukannya hingga berkali-kali sampai pagi dan tertidur karena kelelahan. Meskipun kau berhasil merenggut kesucian Amira Tan, tapi aku sudah mengatakan tidak akan memperdulikan hal itu. Ia merasa terharu dan semakin mencintaiku, sehingga langsung berpaling darimu.


Kini, Noah tidak bisa lagi menahan diri untuk meluapkan kemurkaan dan seketika membanting ponsel miliknya ke lantai, sehingga retak dan juga berantakan.


Noah sama sekali tidak memperdulikan Jika ia tidak mempunyai ponsel lagi karena satu-satunya yang dipikirkan hanyalah perbuatan Amira Tan yang mengkhianatinya dengan mudah.


Padahal mereka sama-sama saling mencintai, tetapi Noah tidak tahu jika Amira Tan dengan mudah meninggalkannya setelah menikah dengan Jack.


"Bahkan kau marah padaku karena aku sangat protektif dan posesif padamu, Amira Tan. Kamu mengatakan bahwa poin pertama yang perlu diperhatikan adalah tidak ada sentuhan di antara kalian."


"Lalu apa yang terjadi sekarang jika kamu bercinta dengan Jack bukan berpikir tidak masalah melakukannya karena menjadi istri pria berengsek itu."


Noah bangkit berdiri dari ranjang dan mengacak frustasi rambutnya sambil berkacak pinggang serta mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan kamar.


Menyadari bahwa keadaannya benar-benar sangat mengenaskan dan juga tinggal di rumah sederhana yang jauh dari rumah keluarga Amira Tan dan Jack.

__ADS_1


"Jadi, inilah yang dinamakan cinta terhalang kasta dan harta? Aku bahkan tidak tahu apa yang harus kulakukan. Bagaimana aku bisa menghadapi kehancuran ini seorang diri? Sementara kamu hidup bahagia bersama dengan bajingan itu."


To be continued...


__ADS_2