Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Kekhawatiran tidak berdasar


__ADS_3

Sebenarnya itu adalah jawaban klise yang sering didengar olehnya dari orang-orang yang melakukan diet. Jadi, memilih untuk menyampaikan hal itu pada Mira. Padahal tidak pernah mempraktekkan hal itu karena memiliki kelebihan tubuh seksi dari dulu.


"Oh ya, apakah kamu suka mengemil? Aku selama ini sering menyimpan snack sebagai camilan setiap hari." Mira sebenarnya ingin diet sehat, tetapi prakteknya selalu gagal dan suka makan makanan ringan sambil menemani anak-anak.


Saat ini Putri langsung menggelengkan kepala karena memang tidak suka makan makanan ringan yang dianggap tidak menyehatkan. "Itu masuk kategori dalam makanan tidak sehat. Jadi, lebih baik hentikan mulai sekarang. Apalagi minuman kemasan itu tidak baik juga karena mengandung banyak kalori dari kandungan gula buatan."


Mira saat ini memijat pelipis karena semua makanan dan minuman yang disebutkan oleh Putri adalah kesukaannya. "Ternyata sangat berat untuk diet sehat karena harus menjauhi makanan yang disukai. Godaan para wanita biasanya adalah melihat baju."


"Ya, itu memang benar," sahut Putri yang sebenarnya ingin sekali shopping ke Mall dengan membeli banyak pakaian, tapi hanya bisa melakukan itu ketika pertama kali berhubungan dengan Arya.


Karena saat menjadi istri Bagus, hanya mendapatkan uang cukup untuk makan saja. Bahkan ketika ada lebih, selalu terpakai saat ada kebutuhan mendadak yang tidak pernah diprediksi, seperti sakit atau putrinya harus membayar uang kegiatan di sekolah.


"Aku tidak seperti itu, karena godaan terbesar untukku adalah makanan," ujar Mira yang saat ini menampilkan wajah memelas karena membayangkan tidak bisa menikmati semua makanan enak seolah berhasil membuat kepalanya pusing.


"Aku selalu berprinsip bahwa mencari uang tidak untuk ditumpuk, tapi untuk menikmati hidup. Jadi, aku membeli makanan kesukaan tanpa memikirkan apapun. Jadi, kau tidak seperti itu?"


Saat ini, Putri hanya tertawa karena merasa gemas pada wanita di sebelahnya tersebut. Memang kebanyakan wanita tidak bisa menghindari godaan makanan enak, jadi terkadang tidak memperdulikan bagaimana nanti bentuk tubuh akan semakin bertambah gemuk.


Namun, di mulut selalu mengatakan ingin memiliki tubuh langsing. Kini, Putri menjawab singkat untuk menyadarkan wanita itu. "Aku pernah mendengar seorang dokter mengatakan sesuatu pada pasien. 'Tubuhmu adalah apa yang kamu makan. Penyakit adalah hasil dari makanan yang masuk dalam tubuh'."


"Menurutmu bagaimana?" tanya Putri yang saat ini ingin mendengarkan tanggapan dari Mira saat mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Kamu benar karena memang itu kenyataannya. Hanya saja, aku terkadang sangat iri pada wanita kurus yang banyak makan, tetapi tidak bisa gemuk juga." Mira masih menjawab dengan bibir mengerucut karena jika membahas masalah bentuk tubuh, selalu sensitif.


Sementara itu, Putri seolah tersindir dengan perkataan Mira dan sama sekali tidak tersinggung. Memang kelebihannya adalah tetap memiliki tubuh langsing meskipun sering banyak makan.


Karena itulah banyak teman-temannya yang iri dengan bentuk tubuhnya tetap langsing saat suka makan. Namun, Putri memilih untuk kembali menghibur Mira. "Justru itu patut dipertanyakan. Mungkin orang itu mengalami cacingan, sehingga apa yang dimakan tidak menjadi lemak."


"Kalau benar begitu, aku ingin cacingan saja agar tetap kurus." Saat Mira baru saja menutup mulut ketika berkomentar, indra pendengaran menangkap suara tawa dari pria yang saat ini tengah menyetir.


Refleks menatap ke depan dan kembali memasang wajah masam karena ditertawakan oleh sang supir. "Wah ... kamu pun menertawakanku."


"Maaf, Nyonya karena tidak bisa menahan diri saat Anda mengatakan ingin cacingan. Mungkin orang lain juga akan tertawa mendengarnya," jawab pria yang dari tadi mengemudi sambil memasang indra pendengaran agar bisa mendengar pembicaraan dari dua wanita di belakang.


Tentu saja ingin mendapatkan informasi dari wanita cantik yang membuatnya merasa terkejut karena baru saja mengatakan sudah mempunyai anak tiga. Bahkan merasa sangat penasaran dengan cerita wanita itu mengenai suami atau dua anak yang lain berada di mana.


Sebagai sesama wanita, pasti akan mengerti bagaimana dan apa yang dirasakan ketika membahas mengenai masalah bentuk tubuh. Penampilan adalah poin utama yang selalu menjadi perhatian para wanita, tetapi terkadang keadaan memaksa tidak bisa memiliki tubuh yang langsing seperti para artis.


"Hanya kamu yang tertawa di mobil ini karena Putri tidak tertawa." Mira yang menatap kesal pada sang supir, kini menoleh ke arah Putri yang hanya menampilkan wajah datar dari tadi.


"Bukankah begitu, Putri?"


Putri menganggukkan kepala dan menjawab melalui versi seorang wanita dan tentu saja ingin menghibur Mira agar tidak merasa tertekan ketika membahas mengenai bentuk tubuh.

__ADS_1


"Bentuk tubuh adalah sebuah hal yang sangat sensitif untuk para wanita. Hanya kerjasama wanita yang mengerti akan hal itu. Itulah kenapa aku tidak tertawa."


Saat baru saja menutup mulut, hari mendengar perkataan sopir.


"Aku belum mempunyai seorang istri dan tidak bisa memahami bagaimana perasaan wanita." Seolah ingin menegaskan status pada wanita yang diketahui bernama Putri, tersebut menatap ke arah spion.


Tentu saja langsung bersitatap dengan wanita incarannya tersebut. "Sudah sampai, Nyonya."


Putri langsung mengalihkan pandangan karena tidak ingin berlama-lama melihat pria itu yang masih sibuk mencuri pandang, seolah ingin mencari perhatian darinya.


Putri merasa terkejut ketika tiba-tiba mendapatkan pelukan dari Mira.


"Terima kasih. Setelah berbicara denganmu, aku merasa perasaanku menjadi lebih baik saat membahas mengenai bentuk tubuh. Ayo, kita turun. Itu adalah rumahku dan kontrakanmu ada di sebelah kiri dengan jarak lima rumah, yang cat kuning itu." Mira menunjuk ke arah rumah kontrakan Airin setelah rumahnya.


Refleks jantung Putri berdegup dengan kencang ketika telah gagal menyembunyikan tempat tinggal dari sopir tersebut.


'Aku gagal menyembunyikan rumah kontrakanku dari pria itu,' gumam Putri yang langsung beralih menatap ke arah sang sopir dan bisa melihat senyuman menyeringai di sana.


Tentu saja saat ini seolah bisa membaca apa yang ada di otak dia itu dan hal itu membuat Putri merasa sangat khawatir.


'Apa yang sedang dipikirkan pria itu saat ini begitu mengetahui aku tinggal di sini? Semoga ini hanya kekhawatiran tidak berdasar dan tidak akan bertemu lagi dengan sopir taksi itu,' gumam Putri yang merasa sangat lemas ketika berpikir jika sang supir akan sering datang begitu mengetahui kontrakan dan juga akan membuka warung makanan.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2