Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Ingin menjelaskan


__ADS_3

Noah yang merasa tak akan terkejut atas sesuatu yang didapatkan saat ini, merasakan panas pada pipi setelah tamparan dari sang kekasih. Bahkan tidak pernah membayangkan jika hal ini akan terjadi padanya dan benar-benar dipermalukan di depan tiga pria yang berdiri di hadapannya.


Bahkan ia bisa mengerti jika para pria tersebut tengah bersorak dengan kehancurannya. Apalagi melihat Amira Tan sangat marah dan membencinya.


Noah saat ini benar-benar merasa bahwa Amira Tan tidak bisa berpikir jernih dan terbawa emosi karena kesal padanya yang tetap datang ke rumah sakit meski dilarang.


Padahal sebenarnya tidak akan datang ke rumah sakit jika Amira Tan terlebih dulu mengatakan padanya bahwa hari ini adalah hari pernikahan.


Namun, karena merasa bahwa Amira Tan seolah menyembunyikan pernikahan darinya dan tidak mengatakan apapun, apalagi dari semalam sama sekali tidak mau mengangkat telpon darinya.


Noah benar-benar merasa sangat frustasi atas respon Amira Tan yang menamparnya. Seolah menunjukkan bahwa saat ini ia sama sekali tidak berarti apa-apa di hati wanita itu setelah semua yang mereka lewati bersama.


Bukan karena merasa sakit atas tamparan Amira Tan, tetapi merasa jauh lebih mengenaskan adalah wanita yang sangat dicintai seperti merendahkan harga dirinya di depan semua orang.


Noah seketika tertawa terbahak-bahak dan lebih terdengar sangat miris dengan nasibnya saat ini. "Apakah kamu saat ini ingin menegaskan bahwa hubungan di antara kita telah berakhir setelah menikah dengan pria licik ini?"


"Tutup mulutmu!" sarkas pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah Jack karena tidak terima ketika putra kesayangannya dihina.


Apalagi terjadi dari pernikahan dan saat ini sudah bisa menebak situasi antara putra dan menantu yang ternyata memiliki seorang kekasih. Bahkan tidak pernah menyangka jika Amira Tan berhubungan dengan pria lain dan belum memutuskan hubungan.


Sementara itu, Jack saat ini tidak ingin para orang tua ikut campur pada hubungan Amira Tan, sehingga menarik pergelangan tangan kiri sang ayah dan mengajak untuk masuk ke dalam.


"Aku akan menjelaskan semuanya padamu, Pa." Kemudian beralih menatap ke arah ayah Amira Tan yang sekarang sudah menjadi ayah mertua. "Biarkan Amira Tan menyelesaikan untuk mengakhiri hubungan dengan pria ini, Pa. Kita berikan kesempatan pada Amira Tan untuk berbicara tanpa mengandalkan emosi."


Sebenarnya Edi Indrayana sama sekali tidak setuju dengan ide dari Jack yang membiarkan putrinya hanya berbicara berdua dengan Noah, tapi karena mendapatkan sebuah kode, akhirnya memilih untuk mengikuti apa yang diinginkan menantunya dan melangkah masuk ke dalam ruang perawatan.


Jack saat ini merasa percaya diri bahwa hubungan Amira Tan dan Noah akan berakhir hari ini. Apalagi melihat kemurkaan Amira Tan saat menghadapi pria itu dan mengatakan kekanakan.


Hal itulah yang membuatnya membiarkan Amira Tan berbicara dengan tegas pada Noah karena merasa yakin akan mendapatkan pembelaan dari wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya tersebut.

__ADS_1


'Amira Tan selama ini tidak pernah suka dengan orang yang membantah ataupun tidak patuh pada perintahnya dan aku yakin sekarang sudah ilfil pada pria yang benar-benar tidak bisa mengendalikan amarah menghadapi wanita yang tidak bisa dilawan dengan hal yang sama.'


'Aku sudah lama mengenalnya dan sangat hafal sedang marah tidak boleh ditanggapi dengan hal yang sama karena jika melawan api dengan api, yang terjadi akan semakin berkobar. Namun, dibutuhkan air yang bersifat mendinginkan, sehingga api akan langsung padam dengan sendirinya.'


Hal itulah yang selalu ditekankan pada Jack selama bertahun-tahun mengenal Amira Tan, tidak sekali pun melawan dengan kemarahan jika wanita itu sedang dikuasai oleh amarah.


Sementara itu, Amira Tan saat ini masih tidak bisa mengembalikan amarah pada sosok pria yang sebenarnya sangat dicintai.


Amira Tan benar-benar merasa sangat kecewa pada Noah karena tidak bisa mengerti usahanya untuk sampai pada titik ini sangatlah berat dan membutuhkan banyak pengorbanan.


Harus memikirkan keadaan sang ibu yang sedang sakit dan juga perasaan kekasih, membuatnya seperti tertekan dan hanya membutuhkan dukungan beserta kepercayaan dari Noah.


Namun, bukannya mendapatkan hal itu, tetapi selalu dicurigai oleh pria yang diketahui memiliki usia sangat muda tersebut.


Bahkan ia memikirkan jika pilihannya salah saat mencintai Noah dengan terpaut usia cukup jauh dan pastinya jika diketahui oleh orang lain, akan banyak mendapatkan kritikan dan hujatan.


Namun, saat ini berpikir bahwa semua usahanya tidak dihargai, sehingga merasa sangat marah pada pria di hadapannya tersebut. Meski tangannya terasa panas karena menampar sangat kuat, ada sedikit rasa bersalah dan tidak tega.


"Sepertinya sekarang kamu sudah terpengaruh oleh pria licik itu. Aku sama sekali tidak menyangka jika kamu dengan mudahnya percaya pada Jack dibandingkan kekasihmu sendiri. Bahkan sampai menamparku di depan semua orang."


"Apakah kamu pikir aku adalah pria tak punya hati yang tidak akan terluka setelah diperlakukan seperti ini? Kamu selalu mengatakan bahwa aku adalah pria kekanakan saat cemburu. Lalu, apakah Jack seorang pria yang dewasa dan menjadi pria idamanmu?" Ia kini sudah mengusap pipi yang tadi ditampar oleh sang kekasih.


Seolah ingin menegaskan bahwa saat ini berharap Amira Tan menyadari kesalahan. Namun, jawaban yang baru saja didengar dari wanita yang sampai sekarang masih sangat dicintai, membuat Noah merasa hatinya telah dipatahkan hari ini.


Amira Tan benar-benar merasa sangat lelah dan tidak ingin berbicara panjang lebar. Apalagi berpikir bahwa tidak akan mendapatkan jalan keluar jika sikap Noah selalu saja berpikir buruk dan mencurigainya.


"Terserah apa yang kau katakan, Noah. Aku sama sekali tidak perduli! Kau mau mengatakan bahwa aku lebih mempercayai Jack atau menyukainya, sama sekali tidak akan lagi susah payah untuk berdebat denganmu."


"Pergilah dan jangan muncul lagi di hadapanku!" Amira Tan tidak ingin semakin terluka dan memilih untuk masuk ke dalam ruangan perawatan sang ibu.

__ADS_1


Refleks Noah menghentikan perbuatan Amira Tan dengan cara menahan pergelangan tangan kiri wanita yang memunggunginya tersebut. "Tunggu! Aku belum selesai berbicara."


"Apa lagi?" sarkas Amira Tan yang kali ini menoleh ke arah sosok pria dengan tatapan memerah tersebut.


"Apakah ini bisa diartikan bahwa kamu saat ini memutuskan hubungan denganku dan lebih memilih Jack?" Noah bahkan masih mencengkeram kuat pergelangan tangan Amira Tan untuk memastikan.


Sementara itu, Amira Tan yang sangat lelah karena merasa percuma untuk menjelaskan pada Noah, seketika mengempaskan tangan agar dilepaskan.


"Anggap saja seperti itu! Pergilah! Aku sudah muak denganmu!" Amira Tan bahkan saat ini sudah mengibaskan tangan agar Noah segera pergi karena khawatir jika sang ibu berpikir macam-macam dan kondisi menjadi drop.


Hingga jawaban dari Noah, hanya ditanggapi Amira Tan dengan tersenyum sinis.


"Kamu tidak bisa memutuskan hubungan seenak jidat seperti ini. Aku tidak ingin hubungan kita berakhir karena sangat mencintaimu." Noah tidak menyerah untuk merubah pemikiran Amira Tan agar kembali bersamanya.


Hingga jawaban Amira Tan semakin membuat Noah bertambah emosi.


"Cari saja wanita lain karena sepertinya kau sudah menemukan penggantiku!" Tanpa berniat untuk menunggu jawaban dari Noah, saat ini Amira Tan memilih untuk masuk ke dalam ruangan perawatan tanpa menoleh lagi ke belakang.


Sementara Noah terdiam di tempat karena merasa bingung mengenai maksud perkataan Amira Tan. Padahal sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk mencari wanita lain pengganti sang kekasih yang bahkan masih sangat dicintai meskipun sudah menamparnya dan mempermalukan di depan orang lain.


'Sebenarnya apa maksud perkataannya yang menyebut wanita lain? Sementara yang terjadi malah sebaliknya karena lebih membela Jack daripada aku? Apa dia sedang bersembunyi di balik kesalahan sendiri?'


Saat Noah masih tidak beranjak dari posisi, di saat bersamaan mendengar suara seorang wanita dan membuatnya menoleh ke belakang karena tidak asing.


"Kamu di sini?" tanya seorang wanita berseragam putih.


Noah saat ini bisa melihat wanita yang kemarin menolong mengobati luka di tangan, seketika mengingat perkataan Amira Tan barusan. 'Apakah Amira Tan kemarin melihat aku sedang bersama wanita ini di depan minimarket?'


Kemudian menuduh ke arah tangan yang masih diperban. 'Bahkan dia tadi tidak bertanya ada apa dengan tanganku? Namun, malah menampar dan mempermalukanku di depan semua orang.'

__ADS_1


Noah ingin menjelaskan semua pada Amira Tan dengan cara membuka pintu ruangan perawatan di hadapannya tanpa memperdulikan perawat wanita tersebut.


To be continued...


__ADS_2