Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Bangga menjadi anak Mama


__ADS_3

Putri berpikir bahwa Arya juga seperti pria itu dan sekarang sudah bahagia dengan wanita selingkuhan. Tidak ingin makin merasa sedih ketika mengingat semua hal mengenai mantan suami kedua, Putri melanjutkan menikmati makanan dan beberapa saat kemudian mendengar suara dari belakang.


"Aku jadi penasaran dengan suamimu yang berselingkuh. Padahal memiliki istri yang cantik sepertimu, sangat berbeda dengan wanita tadi yang bahkan tidak menarik untuk dipandang."


Putri seketika menoleh pada pria yang tadi dipikir adalah merupakan orang baik, ternyata tak lebih baik dari seorang pecundang.


Merasa sangat terhina sebagai sesama wanita, refleks Putri bangkit berdiri dan langsung menyeramkan air dari botol mineral yang baru saja diambil.


"Dasar pria berengsek yang tidak tahu malu!"


Tentu saja pria yang saat ini mengunyah makanan dan merasakan sensasi dingin dari air yang sudah membasahi kepala hingga tubuhnya, seketika memerah wajah dan berteriak dengan sangat kencang.


"Apa yang kau lakukan, wanita sialan?"


Putri bahkan sama sekali tidak merasa takut jika sampai pria tersebut menyakitinya. "Tentu saja memberikan hukuman pada seorang bajingan sepertimu. Kau bisa menyebut istrimu tidak menarik untuk dipandang padahal sudah memberikan dua anak untukmu."


"Apakah kau juga berbicara seperti itu saat pertama kali bertemu dengan wanita itu? Apakah dulu juga tidak menarik dipandang mata?"


"Lalu kenapa kau menikahinya dan membuat istrimu hamil sampai melahirkan anak dua? Aku sangat yakin jika istrimu dulu sangat cantik dan memiliki badan seksi, tapi tidak beruntung karena menikah dengan pria sepertimu yang tidak bisa memberikan uang lebih untuk perawatan."


"Lalu kau berharap mempunyai seorang istri yang menarik dan cantik tanpa memberikan uang untuk merawat diri? Dasar pria berengsek tidak berguna!" umpat Putri yang kali ini memilih untuk segera meninggalkan warung tersebut sambil susah payah mengangkat tas besar dan berat.


Namun, itu berlangsung beberapa menit saja karena tidak kuat membawa tas besar itu, sehingga memilih untuk menaruh di tanah dan menunggu wanita yang akan menjemput hari ini.


Bahkan ia masih merasa emosi dengan deru napas memburu ketika pria yang dianggap sangat brengsek karena menghina istri sendiri tersebut seperti orang tidak tahu malu.


'Bahkan pria sialan itu sama sekali tidak merasa bersalah sedikit pun ketika menyakiti hati sang istri,' gumam Putri yang masih mencoba untuk menormalkan rasa amarah yang dirasakan.

__ADS_1


Ketika hendak mengambil ponsel untuk menanyakan apakah wanita yang akan menjemput sudah berangkat atau belum, merasakan rambutnya ditarik dari belakang.


"Berani-beraninya kau menghinaku. Sepertinya kau adalah wanita kasar dan arogan, sehingga ditinggalkan oleh suami yang berselingkuh dengan wanita lebih baik!" teriak pria yang saat ini mengarahkan tatapan tajam dengan wajahmu merah ketika merasa emosi.


Sementara itu, Putri yang merasakan kembali rasa panas pada kepala karena ditarik oleh pria yang dianggap merupakan pengecut karena berani pada seorang wanita, memilih untuk berteriak meminta tolong.


Berharap mendapatkan bantuan dari orang lain agar pria tersebut berhenti menarik rambutnya.


Beberapa saat kemudian, ada banyak orang yang berkumpul dan bertanya pada akhirnya dan menghentikan perbuatan pria itu yang menarik rambut seorang wanita.


"Berhenti! Apa yang kau lakukan pada seorang wanita?"


"Apa kau tidak tahu malu karena beraninya hanya pada seorang wanita?"


"Apa kau mau masuk penjara karena melakukan kekerasan di tempat umum?"


Sementara Putri saat ini menceritakan apa yang dialami pada semua orang, agar mengetahui seperti apa pria tersebut.


"Apakah aku salah saat memberikan hukuman pada seorang bajingan sepertinya?"


"Tidak! Kau benar dan pria ini pantas mendapatkan hukuman," sahut beberapa orang yang menanggapi pertanyaan wanita malang tersebut.


Kemudian Putri mengarahkan tatapan tajam penuh kebencian pada pria yang mengingatkannya pada Arya.


Bahkan Putri juga berpikir bahwa mantan suami juga berpikiran sama seperti pria itu. Tidak merasa bersalah saat menyakiti hati seorang istri.


"Kau akan mendapatkan karma dari perbuatanmu yang telah menyakiti hati istri dan mengorbankan dua anakmu yang sama sekali tidak bersalah. Tunggu hukum alam bekerja karena akan tepat sasaran dan tidak pernah salah."

__ADS_1


Pria yang saat ini tidak ingin menjadi pusat perhatian, memilih untuk tidak memperdulikan perkataan wanita itu karena berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu, Putri merasa sangat lega karena telah berhasil mengusir pria yang dianggap adalah seorang pecundang. Kemudian membungkukkan badan untuk memberikan hormat pada semua orang.


"Terima kasih karena telah menolongku untuk menghentikan aksi pria gila itu."


Semua orang menganggukkan kepala dan mengucapkan sama-sama. Kemudian berpesan untuk berhati-hati. Bahkan ada beberapa orang yang bertanya mengenai tujuan wanita itu.


Namun, Putri mengatakan akan dijemput oleh saudara dan akhirnya semua orang pergi dengan melanjutkan aktivitas masing-masing.


Saat Putri berniat untuk mengambil ponsel di dalam, tidak jadi melakukan karena mendengar suara seseorang dari belakang.


"Apakah kamu Putri?" tanya seseorang yang memakai celana panjang hitam dengan atasan kemeja berwarna peach yang dari tadi berkeliling untuk mencari keberadaan wanita yang akan tinggal di kota ini.


Tadi berbekal dengan foto yang dikirimkan oleh Putri, menatap kerumunan orang dan memilih untuk mendekat. Begitu melihat wajah wanita yang menjadi korban kekerasan dari seorang pria, berpikir bahwa itu adalah Putri.


Hanya saja, ada perbedaan dari foto dan realita karena ternyata Putri jauh lebih cantik dari pada di gambar. Seolah merupakan kebalikan dari wanita zaman sekarang saat terlihat cantik memesona di foto karena filter, tetapi aslinya tidak.


Refleks Putri menganggukkan kepala dan tersenyum pada wanita yang diketahui adalah istri dari supir taksi yang menolongnya. "Iya, aku Putri."


"Wah ... kamu ternyata jauh lebih cantik dari foto ini." Menunjukkan ponsel yang dari tadi dipegang dan beberapa kali dilihat untuk memastikan wajah wanita itu.


"Terima kasih. Ternyata kamu sangat pintar memuji orang lain menjadi melayang." Putri kemudian mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri secara formal karena tadi hanya lewat telpon berbicara dengan wanita yang akan menjadi dewi penolongnya.


"Putri Wardhani. Terima kasih karena sudah sudi menolong wanita hina sepertiku," ucapnya yang saat ini tersenyum simpul. "Mohon bimbing aku untuk bisa merubah nasib di kota ini."


"Aku ingin menjadi janda sukses karena usaha sendiri dan bisa membesarkan putraku, sehingga suatu saat nanti akan berkata 'Aku bangga menjadi anak laki-laki Mama'."

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2