Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Pria hina


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu, begitu Jack keluar dari ruangan Amira Tan dengan wajah memerah penuh kilatan amarah, langsung menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.


Bukan langsung mengemudikan kendaraan meninggalkan kantor wanita yang selama ini dicintai.


Namun, yang dilakukan adalah mengeluarkan ponsel dari dalam kantong celana. "Aku tidak akan pernah tinggal diam saat melihatmu dirusak oleh pria berengsek itu. Aku ingin melihat bagaimana tanggapan ayahmu saat melihat kamu berakhir di tangan bajingan tidak berguna itu."


Kemudian Jack mencari kontak ayah Amira Tan dan langsung memencet tombol hijau. Selama beberapa saat, Jack masih menunggu panggilan diangkat oleh pria paruh baya yang selama ini sudah dianggap seperti ayah kandung sendiri.


Apalagi hubungan mereka sudah sangat baik dan sebenarnya dari dulu Jack sangat berharap bisa menjadi menantu di keluarga disebut, tetapi semua gagal hanya karena muncul seorang pria yang Bahkan tak lebih baik darinya dan tentu saja membuatnya frustasi.


Hingga beberapa saat kemudian mendengar suara bariton dari seberang telpon.


"Halo, Jack."


"Halo, Om. Apakah hari ini sedang sibuk?" tanya Jack pada pria yang dianggap akan menjadi ayah mertuanya tersebut.


"Kebetulan aku sedang dalam perjalanan pulang karena tadi baru saja menemui teman di sebuah restoran untuk membicarakan investasi kami di perusahaan yang mengalami keuntungan cukup besar. Ada apa? Tidak biasanya kamu menelpon karena seringnya datang ke rumah. Bahkan akhir-akhir ini tidak pernah melihatmu datang."


Sebenarnya pria paruh baya yang merupakan ayah Amira Tan tersebut bisa mencium ada sesuatu hal yang aneh dari hubungan putrinya dan juga pria di seberang telepon tersebut.


Namun, karena tidak ingin mencampuri urusan anak muda dan menunggu hingga keduanya bercerita sendiri, kini sepertinya akan mengetahui penyebabnya.


Jack yang saat ini menelan saliva dengan kasar karena berpikir bahwa pria yang ada di seberang telpon sudah mengetahui jika hubungan dengan Amira Tan tidak baik-baik saja, sehingga tidak ada pilihan lain selain mengatakan hal sebenarnya.


Akhirnya Jack menceritakan semua yang terjadi di antara dirinya dengan Amira Tan, serta pria bernama Noah tersebut. Namun, tidak mengatakan jika Amira Tan telah bercinta dengan Noah dan ia sudah mengetahui tentang hal itu.

__ADS_1


Tentu saja Jack berpikir bahwa hal yang sangat bersifat privasi tersebut bisa menyebabkan hubungan antara ayah dan anak berakhir buruk. Karena tidak ada orang tua yang ingin nasib putrinya berakhir di tangan seorang pria yang hanyalah merupakan staf rendahan.


"Jadi, menceritakan semua ini karena khawatir pada Amira Tan. Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika dia berakhir memilki hubungan lebih dari teman dengan pria yang dulu bekerja di club malam itu. Menurut Om bagaimana?"


Jack yang baru saja mengakhiri cerita dan ingin mengetahui bagaimana tanggapan dari seorang ayah begitu mengetahui putri yang selalu dibanggakan ternyata berakhir memilih pria biasa yang bahkan bekerja atas belas kasih dari Amira Tan.


Sementara itu, pria paruh baya yang merupakan ayah Amira Tan tersebut hanya diam karena sedang memikirkan jawaban dari pertanyaan Jack. Sebenarnya merasa senang karena putrinya sudah menemukan seorang pria yang dicintai. Meskipun sangat berharap jika yang menjadi menantu adalah Jack.


Namun, ternyata semua harapan tak seindah dengan ekspektasi karena putrinya memilih bersama dengan seorang pria biasa. Tentu saja merasa sangat khawatir jika Amira Tan tidak akan hidup bahagia bersama dengan seorang pria yang bahkan tidak memiliki jenjang karir, sudah ada bayangan apa yang akan terjadi.


Bahwa tidak akan ada kesuksesan dari seorang pria yang hanya mantan pekerja klab malam dan saat ini bekerja di kantor putrinya.


"Sepertinya aku ingin berbicara langsung dengan putriku tunggu sebentar lagi tiba. Apakah kamu mau menungguku?"


Jack sebenarnya ini saja menunggu ayah Amira Tan, tetapi saat ini perasaan tidak baik-baik saja karena melihat penampilan wanita itu hari ini yang kacau dan diketahui penyebabnya adalah baru saja melakukan hubungan intim dengan Noah yang dianggap makin gila.


Sementara itu, pria separuh baya yang saat ini sedang mengamati lalu lintas jalanan ibukota ketika sang sopir berhenti di lampu merah, kini mengerti dan tidak akan memaksa Jack untuk menunggu.


"Baiklah. Kamu ketemu saja klienmu. Aku sebentar lagi tiba di kantor putriku dan ingin mengetahui respon putriku nanti."


"Baiklah. Kalau begitu, aku berangkat dulu. Hati-hati di jalan, Om." Jack langsung menutup telpon begitu mendengar jawaban dari seberang yang mengiyakan dan menyuruhnya untuk berhati-hati di jalan ketika.


Tentu saja Jack tahu bahwa pesan terakhir dari pria paruh baya tersebut merupakan sebuah perhatian karena mengkhawatirkan keadaan dirinya yang sedang patah hati dan mungkin bisa saja mengandalkan emosi dengan mengendarai mobil sangat cepat, sehingga berakhir kecelakaan.


Mungkin jika belum berbicara dengan ayah dari wanita yang dicintai, Jack sudah menginjak gas dengan kecepatan maksimal karena dikuasai oleh amarah ketika melihat Amira Tan yang baru saja bercinta dengan Noah.

__ADS_1


Namun, menyadari bahwa itu hanyalah tindakan bodoh karena membahayakan nyawa sendiri dan berakhir tidak mendapatkan apapun selain kemalangan, Jack memilih untuk meredam emosi dan berusaha bersikap tenang.


Kini, Jack mengemudikan mobil dengan pandangan fokus ke depan dan tidak menggunakan kecepatan maksimal. "Jika aku mati atau mengalami kecelakaan hingga berakhir di rumah sakit, apa yang kudapatkan? Yang ada, Noah semakin bebas mendapatkan Amira Tan."


Jack mencoba untuk menguatkan hati dan tidak lagi berpikir untuk melakukan hal bodoh karena dikuasai oleh emosi dan juga amarah yang mengguncang hati.


Sementara itu di sisi lain, sosok pria paruh baya yang masih berada di dalam mobil yang melaju menuju ke arah kantor putrinya, terdiam karena memikirkan apa yang harus dilakukan.


'Bagaimana ini? Kenapa putriku malah berhubungan dengan pria yang dulu bekerja di club malam? Apa di dunia ini tidak ada pria lain yang bisa menyentuh hatinya yang sangat keras itu!'


'Kenapa di antara banyak pria, malah memilih seseorang yang bahkan tidak sebanding dengan putriku?'


Beberapa saat kemudian, sudah mendengar suara dari sang sopir yang mengatakan telah tiba di kantor putrinya, sehingga langsung turun dan menuju ke lobi.


Tentu saja para staf yang melihat pria paruh baya tersebut, langsung membungkuk hormat dan menyapa. Meskipun sama sekali tidak mendapatkan jawaban karena hanya sebuah anggukan kepala.


Sementara itu, langkah kaki pria dengan sepatu pantofel hitam berkilat tersebut sudah mendekati ruangan putrinya dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, langsung membuka dan berjalan masuk.


Tentu saja begitu melihat pemandangan di hadapan yang sudah diduga karena Jack mengatakan bahwa kedekatan antara putrinya dan pria itu sudah terlalu berlebihan.


"Apakah kamu sama sekali tidak mempunyai malu saat bermesraan di dalam ruangan kerja dengan seorang pria yang bahkan tidak pantas untuk dicintai?"


Amira Tan dan Noah yang merasa sangat terkejut dan tidak pernah menyangka jika akan ketahuan oleh pria paruh baya tersebut, kini saling bersih tatap dan belum menjawab suara teriakan yang memenuhi ruangan kerja.


Bahkan saat ini, seketika nyali Noah menciut begitu melihat tatapan dari ayah Amira Tan yang seolah penuh kebencian dan seperti jijik melihatnya.

__ADS_1


'Apakah aku sehina itu di mata pria ini?' gumam Noah yang saat ini hanya bisa menelan kasar saliva dengan suara tersengat di tenggorokan.


To be continued...


__ADS_2