Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Dipermalukan


__ADS_3

Sementara itu, Ardiansyah yang saat ini tidak ingin kehilangan Putri karena berbicara nekat untuk pergi, membuatnya segera bangkit dari kursi dan berakting di depan sama orang untuk menunjukkan perhatian.


"Sayang, aku sangat mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Jangan berusaha untuk membohongi semua orang dengan bersikap marah seperti itu. Bukankah ini lebih baik daripada dipermalukan oleh orang lain? Kita sudah lama menjalin hubungan dan tujuanku adalah serius denganmu. Jadi, sebaiknya kita menikah dan hidup bahagia."


Kemudian menyentuh lengan Putri dengan lembut dan berharap wanita di hadapannya tersebut mau berubah pikiran karena merasa malu mendapatkan tatapan buruk dari semua orang yang ada di aula tersebut.


Merasa sangat jijik dengan Ardiansyah yang hampir memperkosanya, Putri mengempaskan tangan pria itu agar tidak menyentuhnya dan mengarahkan tatapan tajam penuh kebencian.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu! Meskipun aku hanyalah seorang wanita janda miskin, tapi tidak akan pernah merendahkan harga diriku hanya demi bisa menuruti kegilaan pria berengsek sepertimu. Lebih baik aku mati daripada harus menikah denganmu!"


Putri yang masih berapi-api dengan wajah memerah karena dikuasai oleh amarah, kini mengedarkan pandangan pada semua orang yang sama sekali tidak menyukainya.


"Aku tidak akan mempermalukan kampung ini karena hari ini juga akan pergi dari sini! Kalian para wanita yang berstatus sebagai istri dan khawatir jika suami kurebut, bisa bernapas lega karena sudah tidak ada lagi janda meresahkan sepertiku yang tinggal di kampung ini."


Putri yang merasa tidak bersalah, kini melangkah pergi tanpa memperdulikan tatapan sinis dan mengejek dari semua orang dan tekad sudah bulat untuk pergi dari kampung tersebut dan kembali ke kota.


Meski harus bersusah payah untuk merintis usaha mulai dari nol, tetapi ia hanya ingin mencari ketenangan dengan putranya.


Sementara itu, Ardiansyah merasa sangat terhina karena ditolak oleh Putri di depan sama orang dan membuatnya ingin menghentikan wanita yang selama ini ingin didapatkan.


Bahkan sekarang sudah mengejar Putri dan berniat untuk menghentikan niat wanita itu yang hendak pergi dari kampung.

__ADS_1


Tentu saja membuatnya kebingungan karena selama ini hanya menginginkan wanita yang sudah berjalan cepat menuju ke kontrakan.


"Putri, tunggu!" teriak Ardiansyah yang berlari untuk mengejar.


Sementara itu, Putri yang merasa jijik mendengar suara Ardiansyah, sama sekali tidak memperdulikan pria itu dan tetap melangkah menuju ke kontrakan dan hendak berkemas hari ini juga untuk bisa pergi dari kampung yang membuatnya dipermalukan dan meninggalkan trauma berkepanjangan.


Ardiansyah yang saat ini berhasil mengejar Putri, kini berdiri di hadapan wanita dengan tatapan penuh kebencian tersebut.


"Putri, kamu tidak boleh pergi!"


"Apa hakmu melarangku untuk pergi? Kau bahkan bukan siapa-siapa bagiku karena hanyalah seorang pria berengsek yang sangat munafik dan menjijikkan," sarkas Putri yang saat ini benar-benar merasa geram pada pria yang dianggap tidak tahu malu dan telah membuatnya seperti seorang wanita murahan tidak punya harga diri.


"Putri, kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu dan hal itulah yang membuatku bisa berbuat nikah seperti ini. Aku hanya berpikir jika berhasil memperkosamu, akan bisa memilikimu seutuhnya dan kamu tidak bisa menolak untuk menikah denganku."


"Pria menjijikan yang hanya merendahkan harga diriku. Apa kau pikir aku adalah seorang wanita murahan yang bisa langsung menerima untuk kau nikahi setelah diperkosa? Aku lebih baik mengakhiri hidup daripada harus menikah dengan pria bajingan sepertimu!"


Tidak ingin berlama-lama berinteraksi dengan pria yang sangat dibenci, Putri segera melanggarkan kaki untuk meninggalkan Ardiansyah. Apalagi semenjak kejadian itu, merasa sangat jijik pada pria tersebut dan ingin segera pergi dari sana.


Sementara itu, Ardiansyah yang sama sekali tidak menyerah untuk bisa menghentikan Putri, kini kembali berteriak, "Putri, ini semua adalah salahmu karena tidak pernah mau melihat ketulusanku yang ingin menikahimu."


"Sebenarnya kamu yang memancingku untuk berbuat segila ini, tapi sekarang menyalahkanku! Kamu harus bertanggung jawab karena telah merubahku menjadi pria yang Kamu sebut bajingan!"

__ADS_1


Putri bisa mendengar semua yang diteriakkan oleh Ardiansyah ketika memutarbalikkan fakta dengan menyalahkannya. Padahal selama ini hanya berusaha untuk melindungi diri sendiri dengan menolak para pria karena sama sekali tidak berniat untuk menikah lagi karena terlalu lelah dan sakit hati.


Kini, ia merasa miris dengan hidupnya karena meskipun sudah bertobat dari semua dosa-dosa yang dilakukan, mendapatkan penghinaan dan membuat hidupnya kembali menderita.


Meski berusaha untuk fokus dengan diri sendiri dan putranya, tetapi tidak pernah berpikir jika hal seperti ini akan terjadi.


'Ini adalah karma dari apa yang kulakukan di masa lalu karena menyakiti hati mantan suami. Terima saja hukumanmu, Putri dan jangan mulai mengeluh seolah-olah kau adalah seorang wanita yang suci."


Saat ia sudah tiba di kontrakan tanpa menoleh ke belakang untuk melihat apakah Ardiansyah masih mengejar atau tidak, satu-satunya hal yang ingin dilakukan hanyalah segera berkemas dan pergi saat itu juga membawa putranya.


Hingga begitu masuk ke dalam, melihat sahabat baik yang sudah dianggap sebagai saudara terlihat menggendong Xander.


Putri yang ingin mengungkapkan keluh kesah pada Mira, seketika menangis tersedu-sedu memeluk wanita itu.


Sementara itu, Mira yang masih menggendong Xander, kini mengarahkan satu tangan untuk memeluk Putri dan merasa kasihan dengan nasib wanita itu yang dipermalukan di aula.


Tadi, mendengar kabar dari para warga, tetapi tidak datang ke sana karena tidak tega untuk melihat Putri dipermalukan. "Sabarlah, Putri. Aku sama sekali tidak pernah menyangka Jika kamu akan mengalami hal buruk seperti ini."


"Maaf karena tidak berani datang ke sana untuk membelamu dari tuduhan para wanita yang mayoritas tidak menyukaimu karena khawatir suaminya direbut. Aku langsung datang ke sini untuk melindungi Xander yang mungkin ada orang jahat menyakiti putramu."


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2