Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Melamar kerja


__ADS_3

Noah benar-benar tidak terima dan ingin membuat perhitungan dengan Jack. Bahkan ingin bertarung sampai titik darah penghabisan untuk membuktikan siapa yang paling kuat di antara mereka ketika berkelahi.


Bahkan sama sekali tidak memperdulikan tanggapan Amira Tan yang pastinya akan murka padanya. Satu-satunya tempat yang ingin dikunjungi adalah rumah sakit karena merasa yakin jika wanita yang akan sampai saat ini tidak bisa dibenci ada di sana.


Noah buru-buru menuju ke kamar mandi dan berniat untuk segera berangkat ke rumah sakit agar bisa bertemu dengan Amira Tan dan juga Jack yang ingin dihancurkan.


Sebenarnya merasa sangat menyesal karena menghancurkan satu-satunya ponsel yang dimiliki, sehingga tidak bisa menghubungi perawat yang bekerja di rumah sakit.


"Dasar bodoh! Seharusnya aku tahu jika kehilangan ponsel seperti tidak punya nyawa. Aku sekarang tidak bisa bertanya pada Santi. Apakah Amira Tan sudah datang ke rumah sakit bersama Jack atau belum."


"Baiklah, lebih baik aku langsung datang saja ke sana untuk memastikan dan membuat perhitungan."


Satu jam kemudian, ia sudah tiba di Rumah Sakit dan langsung menuju ke ruangan perawatan ibu dari sang kekasih yang memutuskan hubungan sepihak.


Meskipun mengetahui bahwa Amira Tan sudah bukan lagi kekasih, tapi menjadi istri Jack, tetap tidak rela membiarkan hal itu dan berharap bisa merebut wanita yang dicintai.


Namun, setelah mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan yang menjadi tempat ibu Amira Tan dirawat, memicingkan mata karena di sana tidak ada pasien dan sedang dibersihkan.


"Pasien wanita paruh baya yang dirawat di sini memangnya ke mana? Apa sudah diperbolehkan pulang ke rumah?" Ia berpikir bahwa berniat untuk datang ke rumah Amira Tan jika orang tua wanita itu berada di sana.


Namun, jawaban dari dua perawat wanita tersebut membuatnya frustasi.


"Pasien sudah dipindahkan ke Rumah Sakit lain yang memiliki peralatan canggih, Tuan." Perawat wanita yang saat ini mewakili rekan untuk menjawab pertanyaan pria di hadapan, sengaja berbohong karena tadi mendapatkan uang agar berbicara seperti itu jika ada yang datang bertanya.


Noah saat ini seperti kehilangan semangat hidup karena harapan untuk bisa bertemu dengan Amira Tan sangat tipis.


Ia ingin bertemu dengan Amira Tan hari ini dan membicarakan mengenai masalah mereka karena berpikir jika sang kekasih sedang terhasut oleh Jack.


Namun, saat ini berharap mendapatkan jawaban dari apa yang ingin diketahui. "Memangnya pasien mau pindah ke Rumah Sakit mana? Apa kalian tahu?"

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Pihak keluarga tidak memberitahu sama sekali." Melanjutkan pekerjaan untuk membersihkan ruangan dan mengganti sprei.


Noah benar-benar merasa sangat frustasi dan tidak tahu harus bagaimana. Hingga saat berbalik badan untuk meninggalkan ruangan tersebut, mendadak mengingat sesuatu.


"Apa kalian mengenal Santi yang merupakan perawat di sini?"


"Santi sudah mengundurkan diri hari ini, Tuan. Apa Anda mengenal Santi?"


"Mengundurkan diri?" Noah merasa sangat aneh dengan semua kebetulan yang terjadi. "Aku berteman dengannya beberapa hari ini. Apakah kalian mengetahui alamat rumahnya?"


"Tidak, Tuan. Mungkin Rumah Sakit yang mengetahui, tapi tidak akan bisa memberikan alamat sembarangan pada orang lain."


Merasa percuma bertanya, kini Noah mengembuskan napas kasar setelah mengucapkan terima kasih dan melangkahkan kaki panjang menuju ke arah pintu keluar.


Noah saat ini tidak tahu apa yang harus dilakukan begitu tiba-tiba orang-orang pergi tanpa pesan. Seolah ingin menjauhinya karena tidak ingin bertemu.


Ia tidak bisa membayangkan hidup tanpa sang kekasih yang teramat sangat dicintai. Bahkan berniat untuk melakukan niat demi bisa menculik Amira Tan dan membawanya pergi jauh.


Noah saat ini berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit dengan tatapan kosong.


Meski beberapa kali mendapatkan tatapan aneh dari para pengunjung, sehingga mungkin akan berpikir jika ia adalah orang gila, sama sekali tidak diperdulikan.


'Amira Tan, di mana kamu sekarang? Aku sangat yakin jika kamu tidak ada di rumah karena ingin menghindar dariku.'


Noah sudah tiba di lobby rumah sakit dan menuju ke ruang informasi untuk menanyakan alamat rumah Santi karena ini bertanya sesuatu.


Entah merasa jika kebetulan di antara mereka saling berkaitan dan berpikir bahwa wanita itu bekerja sama dengan Jack untuk membuatnya terlihat berselingkuh di depan Amira Tan.


Namun, hanya kekecewaan yang didapatkan karena tidak mendapatkan informasi meskipun mengatakan akan memberikan uang.

__ADS_1


Dianggap melanggar kode etik, sehingga saat ini hanya bisa menahan kemurkaan yang dirasakan ketika dipermainkan oleh takdir kejam yang memihak pria bernama Jack.


Tidak ingin menyerah begitu saja, ia kemudian meraih ponsel dan menghubungi nomor Santi untuk menanyakan di mana wanita itu berada.


Namun, lagi-lagi hanya bisa menelan pil pahit kekecewaan begitu nomor yang dituju sudah tidak aktif.


Tadi, sebelum berangkat ke Rumah Sakit, mampir ke salah satu toko elektronik untuk membeli ponsel bekas yang murah. Asalkan bisa digunakan untuk mengirimkan pesan dan juga menelpon seseorang, baginya sudah cukup.


Namun, begitu mengetahui bahwa ponsel Santi juga tidak aktif, merasa sangat yakin jika wanita perawat itu adalah suruhan Jack untuk mendekatinya.


"Aku sangat yakin jika Jack adalah bajingan yang menghancurkanku dengan cara ini. Seolah-olah aku mempunyai hubungan dengan seorang perawat wanita di Rumah Sakit ini setelah bertengkar dengan Amira Tan, lalu Jack masuk sebagai pahlawan dan menghibur."


Ia yang saat ini sudah berada di luar perusahaan sambil menunggu angkutan umum, berkali-kali mengepalkan tangan dan mengempeskan untuk menuju udara.


"Berengsek! Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Jack!" teriak Noah yang saat ini tengah dikuasai oleh amarah yang memuncak.


Namun, tidak bisa meluapkan pada siapapun, sehingga hanya bisa terlihat seperti orang gila ketika berkali-kali meninju udara sekitar.


"Kau bener-bener sangat berengsek, Jack! Tunggu pembalasanku!" sarkas Noah saat ini sudah masuk ke dalam angkutan umum yang menuju ke rumah karena tidak tahu harus pergi ke man.


Berpikir perlu menenangkan diri, sehingga tidak berniat untuk pergi ke mana-mana jangan suasana yang kacau karena hanya akan membuatnya terlihat sangat mengenaskan.


Saat sudah duduk dalam angkutan umum di bagian setelah supir, ia melirik sekilas ke arah pria di balik kemudi tersebut.


Mendadak mendapatkan sebuah pemikiran untuk melamar kerja sebagai cleaning service di salah satu perusahaan mantan suami Putri dan berharap bisa bertemu dengan Jack di sana.


Apalagi mengetahui bahwa Jack adalah pengacara di keluarga Mahesa. Pastinya akan sering bertemu dengan pria yang telah merebut sang kekasih.


'Semoga aku diterima dan bisa bekerja di sana,' gumam Noah yang saat ini menatap ke arah pepohonan hijau yang menghiasi jalanan ibukota.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2