Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Mendapatkan banyak penderitaan


__ADS_3

Mira yang mendengar kalimat sinis dari Putri, beberapa kali mengerjapkan mata karena ini adalah pertama kali melihat sikap dingin dan kasar wanita itu pada seorang pria. Apalagi memang sikap sopir taksi tersebut sangat jelas terlihat seperti tengah berusaha untuk mendekati Putri.


Namun, memilih untuk diam dan berusaha untuk berpikir positif agar tidak berprasangka buruk pada orang lain. Namun, pertanyaan Putri membuat Mira menelan ludah dengan kasar.


'Astaga, Putri. Sangat berani berbicara seperti itu pada seorang pria yang baru saja dijumpai. Bagaimana jika pria itu malah menghina Putri sebagai seorang janda yang terlalu berlagak dan percaya diri.'


Saat Mira merasa sangat khawatir jika acara pembukaan warung makan hari ini berjalan kacau karena perdebatan dari Putri dan sang supir taksi, sangat berbeda dengan tanggapan Ardiansyah.


Ardiansyah saat ini menatap ke arah sosok wanita dengan tatapan tajam penuh penghakiman yang memang semua itu benar adanya. Bahkan sejujurnya sangat terkejut dengan sikap Putri yang terlihat sangat percaya diri ketika mengumpat.


Seperti nyalinya seketika menciut untuk mendekati wanita yang ternyata sangat arogan tersebut, tetapi obsesi dan rasa ketertarikan sangat besar. Jadi, semakin ingin menaklukkan hati wanita yang berbicara kasar dan dingin itu.


"Sepertinya aku tidak bisa berbohong setelah kamu mengatakan hal yang sebenarnya, Putri."


Kini, Putri menggigit bibir bawah bagian dalam untuk melampiaskan kekesalan ketika hal yang dituduhkan memang benar adanya. Padahal sebenarnya ingin sekali jika pria itu mengatakan bahwa sama sekali tidak memiliki niat apapun dan semua yang terjadi adalah kebetulan.


Namun, ternyata hal yang ditakutkan benar terjadi. Ia saat ini terlihat mengembuskan napas kasar dan memilih untuk mengungkapkan sesuatu agar pria itu tidak melanjutkan niat untuk mendekatinya.


"Sebaiknya kau mundur sekarang karena aku sama sekali tidak berniat dekat dengan pria manapun. Kau cari saja wanita lain yang bisa diajak bersenang-senang, tapi itu bukan aku."


Sementara itu, Ardiansyah saat ini seolah seperti tidak mendapatkan pintu masuk ketika bertamu. Seumur hidup, ini adalah pertama kalinya ingin serius pada seorang wanita yang baru saja ditemui, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan keseriusan.

__ADS_1


Namun, tidak ingin menyerah begitu saja karena wanita itu belum melihat perjuangannya untuk mendapatkan hati.


"Sepertinya perlu kau tahu bahwa semua orang memiliki hak untuk menyukai seseorang. Jadi, berhak untuk mendekati siapapun yang kuinginkan. Ataukah aku takut jatuh cinta padaku karena mengalami pengalaman buruk dengan seorang pria dan tidak ingin menjadi hubungan lagi dengan lawan jenis?"


Putri yang berpikir jika pria itu akan menyerah setelah mendapatkan sikap ketus dan dingin, tetapi yang terjadi malah tertampar dengan perkataan itu.


'Sialan! Kenapa pria ini berkata seperti itu dan tidak menyerah setelah aku bersikap sinis? Apa yang harus kulakukan untuk membuatnya merasa ilfil padaku?' gumam Putri yang saat ini masih terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa.


Sikap pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut malah mengingatkan pada Arya yang dulu tidak menyerah untuk mendapatkannya, tetapi berakhir dengan berselingkuh darinya.


"Setelah makan, pergilah dan jangan ke sini lagi karena aku tidak akan pernah menerima sebagai pelanggan." Putri tidak ingin semakin lama berdebat dengan pria itu karena berpikir akan mencemarkan nama baik saat berinteraksi terlalu lama dengan seorang pria di depan orang-orang.


Kemudian memilih untuk berjalan masuk ke dalam rumah, berharap pria itu segera pergi setelah menikmati makanan.


Di sisi lain, Ardiansyah saat ini masih berdiri dan belum bergerak dari tempatnya. Kemudian beralih menatap ke arah sosok wanita yang dari tadi berdiam saat melihat interaksi mereka.


"Maaf karena sepertinya kedatanganku mengacaukan usaha yang baru dibuka oleh Putri. Apakah kau bisa membungkus makanan ini karena akan menikmatinya di tempat kerja. Padahal aku tadi berharap bisa makan sambil menatap wajah Putri, tapi malah ia masuk ke dalam rumah."


Mira sama sekali tidak pernah menyangka jika pria di hadapannya tersebut berbicara sangat tenang dan tidak merasa malu ketika mengungkapkan memiliki ketertarikan pada Putri.


"Wah ... aku sama sekali tidak pernah menyangka jika kau benar-benar menyukai Putri. Hingga berbuat sejauh ini. Sampai pindah dan tinggal di tempat ini hanya demi bisa melihat Putri dari dekat."

__ADS_1


"Kau benar. Aku pun tidak tahu kenapa bisa berbuat hal seperti ini hanya karena sahabatmu itu. Sepertinya aku harus berbuat baik padamu agar membantuku untuk dekat dengan Putri. Menyerahkan makanan agar segera dibungkus oleh Mira.


Sementara itu, Mira saat ini langsung membungkus makanan sesuai dengan permintaan supir taksi tersebut. Kemudian menjelaskan hal yang terjadi agar pria tersebut tidak membuang waktu untuk berusaha mendapatkan Putri.


Wanita yang tidak akan pernah bisa ditaklukkan karena mengetahui bahwa Putri mengatakan tidak akan pernah menikah lagi dan lebih fokus mengurus Xander.


"Lebih baik kau menyerah dan lupakan Putri karena tidak akan pernah bisa mendapatkan wanita yang terluka karena perbuatan seorang pria. Putri akan menjanda dan mengatakan tidak akan pernah menikah lagi."


Saat ini, Ardiansyah sama sekali tidak berubah pikiran setelah mendengar penjelasan dari Mira karena semua itu bisa terjadi jika tidak ada yang mendekati Putri.


Dengan berprinsip bahwa hati wanita bisa ditaklukan dengan mudah dengan cara menyerang titik terlemah, yaitu memanfaatkan hal yang disukai oleh mereka.


"Aku bahkan belum berjuang sama sekali, tapi kalian berdua seperti merasa sangat takut. Aku akan menaklukkan hati yang sekeras baja itu terlebih dahulu."


"Setelah perjuanganku tidak berhasil, baru akan mengatakan mundur. Jadi, jangan melarangku karena seorang pria akan semakin tertantang dan tidak pernah menyerah jika dilarang."


Ardiansyah kini meminta makanan yang sudah dibungkus tersebut dan berlalu pergi meninggalkan Mira tanpa menoleh ke arah belakang untuk mendengarkan tanggapan dari wanita tersebut mengenai prinsip hidup yang baru saja diungkapkan.


Mira yang saat ini tidak berkedip menatap siluet belakang pria itu, seketika memijat pelipis karena memang sangat tahu seperti apa seorang pria yang terobsesi akan sesuatu hal dan tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan.


"Sepertinya sebentar lagi akan ada banyak pria yang datang ke sini untuk menyatakan cinta pada Putri. Itu memang hal yang wajar karena dia memiliki paras yang cantik dan tubuh seksi meskipun sudah memiliki tiga anak. Apakah Putri akan tetap menjanda seumur hidup atau menemukan pria yang bisa menaklukkan hatinya?"

__ADS_1


Mira saat ini masih bertanya-tanya mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya pada kehidupan Putri dan berharap semua hal terbaik dialami oleh wanita itu setelah mendapatkan banyak penderitaan.


To be continued...


__ADS_2