Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Tidak memperdulikan apapun


__ADS_3

Amira Tan yang merasa sangat terkejut dengan perbuatan Noah saat menciumnya tiba-tiba, seketika mendorong dada bidang itu agar menjauh dan melepaskan.


Namun, yang terjadi adalah kekuatannya tidak sebanding dan tangannya sudah ditahan oleh pria yang melancarkan aksi untuk semakin menyesap habis bibirnya.


'Apa Noah sudah gila? Kenapa tiba-tiba berubah sangat kasar dan arogan seperti ini?' gumam Amira Tan yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari kuasa Noah yang sudah semakin liar untuk menciumnya.


Tidak hanya itu saja, bahkan tangan dengan buku-buku kuat itu tidak tinggal diam dan sudah mengincar salah satu benda membusung padat di hadapan.


Noah benar-benar merasa sangat marah dan terhina atas penolakan wanita yang bahkan sudah pernah merasakan kekuatannya di atas ranjang dan meneriakkan namanya hingga menghiasi ruangan kamar sunyi di rumah.


Ingin membuktikan bahwa Amira Tan hanyalah seorang wanita munafik yang tidak mau mengakui sangat memujanya, sehingga melakukan hal itu.


Ia bahkan sudah menarik dengan paksa kemeja yang dikenakan oleh Amira Tan dan perbuatannya tersebut berhasil meloloskan kancing yang berjatuhan di lantai, sehingga menampilkan bagian atas wanita dengan kulit putih tersebut.


Tidak ingin membuang waktu, Noah sudah menurunkan kuasa dari bibirnya dan menelusuri setiap sudut kulit putih untuk memberikan sentuhan kenikmatan yang pastinya tidak akan pernah ditolak oleh wanita itu.


Apalagi setelah merasakan bahwa wanita itu menikmati ciumannya dengan membalas karena lelah untuk melawan. Ia yang sudah seperti seorang bayi ketika memberikan puncak kenikmatan pada wanita yang saat ini mendesah lirih atas perbuatannya.


Bahkan tidak hanya itu saja, karena menyentuh titik-titik sensitif Amira Tan. Ia bahkan sudah mengetahui kelemahan seorang wanita. Bahkan saat ini merasakan bukti dari hasrat wanita yang sudah tidak menolak perbuatannya karena mulai menikmati apa yang ditawarkan.


Meskipun harus memulai dengan cara kasar karena berpikir hanya itu yang bisa dilakukan ketika Amira Tan baru saja mengungkapkan penolakan dengan menyuruh menikahi wanita lain.


Ia akan membuktikan pada Amira Tan. Bahwa wanita itu sangat memujanya dan tidak akan pernah menolak setiap sentuhan penuh kenikmatan yang dikirimkan.

__ADS_1


'Aku akan benar-benar pergi jika kamu sekali lagi menyuruhku untuk meninggalkanmu begitu selesai bercinta,' gumam Noah yang beralih untuk menyesap habis bagian paling sensitif wanita yang saat ini seolah pasrah dengan apapun yang dilakukan.


Entah sudah berapa lama keduanya larut dalam ******* penuh kenikmatan untuk meledakkan gairah yang tertahan karena sudah lama tidak merasakan.


Amira Tan saat ini hanya bisa memejamkan mata dan membenamkan jemari pada helaian rambut hitam mengkilap milik pria yang sudah berhasil membuatnya mencapai puncak kenikmatan.


Bahkan tubuh Amira Tan seketika melebur dalam definisi kenikmatan luar biasa yang membuatnya seperti terbang ke nirwana. Bahkan merasa sangat gila karena tidak bisa menolak apapun perbuatan Noah padanya.


Deru napas memburu saat ini terdengar sangat jelas dari embusan napas Amira Tan yang menghiasi ruangan kerja. Bahkan belum sempat menormalkan perasaan yang seperti ingin meledak bagaikan petasan, menjerit kecil ketika tubuhnya melayang ke atas saat Noah menggendongnya ala bridal style.


Amira Tan hanya diam saja sambil menatap pahatan sempurna pria yang terlihat memerah. Seolah menjelaskan sedang dikuasai oleh hasrat membara dan ingin segera menyalurkan padanya.


Noah yang merasa di atas angin karena wanita itu hanya diam saja dan tidak menolak lagi seperti beberapa saat lalu, sehingga tidak membuang waktu dan langsung menggendongnya untuk diturunkan ke sofa.


Kemudian kali ini berjalan menuju ke arah pintu dan menguncinya karena tidak ingin saat membuat Amira Tan meneriakkan namanya.


Sementara itu, Amira Tan yang saat ini sudah terlentang di atas sofa, menatap ke arah pria dengan punggung lebar tersebut sudah mengunci pintu dan berbalik badan sambil berjalan mendekat.


Ia merasa seperti seorang wanita bodoh ketika hanya pasrah atas semua perbuatan yang dilakukan oleh beberapa saat lalu. Seolah respon otak dan tubuh tidak sinkron dan membiarkan Noah menguasainya.


Bahkan saat ini ia tidak memungkiri bahwa saat ini ingin merasakan kekuatan pria itu lagi untuk mengirimkan denyut kenikmatan seperti saat dulu pertama kali melakukan itu.


Namun, akal sehat seolah melarang untuk membiarkan melakukan untuk yang kedua kali. Ia seketika bangkit dari posisi yang terlentang dan kini sudah duduk di atas sofa.

__ADS_1


"Hentikan, Noah! Apa kau sudah gila? Aku bukan seorang pelacur yang bisa memuaskanmu kapan saja. Ini juga kantorku. Jangan membuat nama baikku tercemar gara-gara perbuatanmu."


Amira Tan yang saat ini berusaha untuk menghentikan Noah yang sudah membebaskan senjata dari sarang dan bisa melihat bukti hasrat dari pria yang berdiri menjulang di hadapannya.


Bahkan ia saat ini menelan saliva dengan kasar ketika membayangkan sesuatu yang menegang tersebut terbenam di belahan miliknya dan mengirimkan puncak kenikmatan.


Sementara itu, Noah yang dikuasai oleh amarah sekaligus hasrat, sama sekali tidak memperdulikan penolakan dari wanita yang terlihat mengerjapkan mata beberapa kali begitu melihatnya menurunkan.


Tanpa membuang waktu, langsung mendekat dengan mengumpat. "Persetan dengan semuanya!"


Kemudian ia dengan kasar mengempaskan tubuh Amira Tan dan berbuat sesuka hati untuk membuat wanita itu menarik kata-katanya yang mengatakan menolak untuk melakukan hal-hal intim bersama.


Seperti seorang pria yang sangat lihai karena telah membuat wanita itu berubah pikiran setelah menyentuh setiap titik sensitif. ingin membuktikan bahwa Amira Tan tak lebih dari wanita lemah saat berada dalam kuasanya.


Amira Tan awalnya berusaha untuk menyadarkan Noah agar menghentikan niat gila, tetapi tidak bisa melanjutkan begitu pria itu sudah membuatnya membeliakkan mata begitu mereka menyatu dengan kulit yang memanas.


Rasa nyeri yang dirasakan pertama kali, seketika berubah penuh kenikmatan begitu momen penyatuan diri dilakukan dan hanya suara lirih dari Amira Tan menghiasi ruangan kedap suara tersebut.


Nasib baik ruangan kerjanya dilapisi alat peredam suara dan yang ada di luar tidak bisa mendengar suara apapun dari dalam. Itu sengaja dilakukan karena memang sering mendapat klien yang ingin merahasiakan semua hal ketika menjelaskan di ruangan, agar tidak ada satu orang pun yang mengetahui ataupun mendengarkan pembicaraan mereka.


Jadi, sengaja memasang peredam suara agar klien merasa tenang dan tidak khawatir rahasia didengar oleh orang lain dari luar ruangan.


Namun, ia sama sekali tidak pernah menyangka jika akan melakukan hal gila di ruangan kerja bersama dengan Noah. Bahkan saat ini tidak berhenti mendesah untuk meluapkan kenikmatan yang dikirimkan oleh pria yang sudah berbuat liar padanya.

__ADS_1


Seolah keduanya sama sekali tidak memperdulikan apapun selain menikmati kenikmatan itu.


To be continued...


__ADS_2