Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Merencanakan sesuatu


__ADS_3

Sudah tiga tahun Putri membuka usaha warung makanan yang semakin lama mempunyai banyak pelanggan karena masakannya selalu dipuji oleh para pengunjung yang menikmati.


Bahkan tidak hanya itu saja, karena sering mendapatkan pesanan hingga ratusan kotak untuk acara. Mulai acara sekolah, kantor maupun rumahan. Bahkan ia sudah memiliki 4 orang pekerja yang selama ini membantu.


Putri merasa bahagia karena usahanya berjalan lancar, tetapi ada sedikit hal yang membuatnya tidak tenang karena kebanyakan langganan yang sering datang ke tempatnya adalah para laki-laki.


Apalagi mereka selalu melirik dan menggodanya. Ia bahkan sampai menghindar ketika pelanggan yang datang para pria dan menyuruh bekerja yang melayani mereka.


Namun, malah mendapatkan komplain tidak cocok dilayani oleh pekerja ketika makan. Ia akhirnya terpaksa melayani para pengunjung dengan baik, meskipun merasa sangat tidak nyaman.


Ada satu orang yang selalu bersikap berlebihan dengan mengatakan bahwa ia adalah kekasih pria yang merupakan sopir taksi dan bernama Ardiansyah.


Bahkan meskipun ia sudah berkali-kali menolak pernyataan cinta pria itu dengan alasan ingin menjadi single parent untuk putranya karena trauma menikah lagi, tetapi pria itu tetap saja tidak menyerah untuk mengejarnya.


Bahkan setiap hari datang untuk makan di tempatnya. Jika biasanya Putri tutup pukul 5 sore, pria itu selalu datang satu jam sebelumnya dan mengajak berbincang. Meski sudah berkali-kali bersikap sinis dan tidak bersahabat, tetap saja terus datang dan menunjukkan mempunyai perasaan padanya.


Seperti hari ini, Putri tengah sibuk memberikan arahan untuk para pekerja yang mulai mengisi kotak makanan karena mendapatkan pesanan sebanyak 200 porsi.


Saat mendadak mendapatkan pesanan, sehingga ia kalang kabut dan membutuhkan pekerja tambahan, sehingga berniat untuk meminta tolong pada tetangga kanan kiri dan akan dibayar.


Namun, saat menawarkan hal itu, hanya mendapatkan penolakan dan penghinaan. "Maaf, apakah aku bisa meminta tolong untuk membantu di tempatku karena membutuhkan tambahan orang hari ini."


"Nanti, aku akan membayar setelah selesai membantu," ucap Putri yang saat ini baru saja menghampiri gerombolan ibu-ibu yang sedang bergosip.


Berpikir ada salah satu dari mereka yang mau membantu bekerja tempatnya. Namun, Putri merasa sangat malu ketika mendapat tanggapan buruk.


Lima orang wanita yang saat ini sedang berkumpul di teras salah satu tetangga sambil bergosip, merasa terganggu sekaligus terhina karena mendapat tawaran dari seorang janda yang dianggap berlagak dan sok cantik di kampung mereka.


"Apa kau pikir suami kami tidak bisa memberikan uang, sehingga menawarkan kami bekerja di tempatmu? Kau adalah seorang janda yang meresahkan para istri-istri di kampung ini."

__ADS_1


"Semenjak kau berjualan, banyak para suami yang lebih suka makan di tempatmu daripada masakan istri sendiri," sahut salah satu wanita yang menyahut perkataan temannya.


"Iya, benar. Jika setiap hari suami-suami kita makan di tempat janda ini, kemungkinan besar uang belanja akan dikurangi dan kebingungan untuk memutar uang memenuhi kebutuhan."


Saat Putri merasa bingung harus berkomentar apa untuk menanggapi aksi para wanita yang seolah memusuhinya, tapi tidak jadi melakukannya begitu mendengar suara bariton dari seorang pria yang sangat dihafal dan selalu melindungi dari aksi orang-orang yang tidak suka


"Ibu-ibu sekalian yang terhormat, lebih baik kalian perbaiki rasa dari masakan yang dihidangkan kepada suami. Biar tidak makan di luar, jadi jangan salahkan orang yang mencari nafkah dengan bersusah payah," sahut Ardiansyah yang baru saja pulang kerja.


Ketika hendak berjalan ke arah warung Putri untuk makan, tetapi melihat sosok wanita yang selama ini menjadi pujaan hati tersebut dihina oleh kaum ibu-ibu.


Merasa tidak terima karena dituduh menjadi penyebab para suami lebih suka makan di tempat Putri, sehingga Ardiansyah menyadarkan para istri-istri tersebut agar bercermin terlebih dahulu sebelum menyalahkan.


Kemudian menoleh ke arah Putri. "Apa yang kamu lakukan? Apa tidak ada kerjaan di warung?" tanya Ardiansyah yang saat ini masih tidak mengalihkan pandangan pada Putri.


Sementara itu, Putri yang tidak ingin bersikap manis pada pria itu, memilih untuk berpamitan pada para wanita tersebut setelah sebelumnya meminta maaf karena mengganggu waktu mereka.


Kemudian berjalan meninggalkan Ardiansyah tanpa menoleh ke belakang. Meski mendengar suara bariton dari pria yang berjalan mengekor dan tidak pernah mau menyerah mengejarnya.


Jika banyak para pria yang pergi setelah ditolak, tetapi sangat berbeda dengan Ardiansyah yang seolah tidak bosan untuk mencari perhatian dan juga mengejarnya. Bahkan Putri tidak memperdulikan pria itu, tetap saja masih suka datang seperti hari ini.


Putri sampai merasa hafal dengan jam-jam kedatangan pria itu. Kini, ia merasa khawatir jika tidak bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu dan mengecewakan pelanggan.


Jika terkadang Mira mau membantu ketika sedang tidak sibuk, tapi berbeda dengan hari ini karena sama sekali tidak datang karena banyak pesanan dari toko oleh-oleh.


Saat Putri hendak masuk ke dalam rumah dan menyuruh salah satu pekerja melayani Ardiansyah, tetapi mendengar suara bariton pria itu.


"Tidak perlu menyuruh orang lain untuk melayaniku jika kamu ingin menghindar. Lebih baik aku ambil sendiri makanannya." Ardiansyah kini tidak memperdulikan Putri yang berdiri di dekat pintu dan langsung mengambil makanan.


Sementara itu, Putri yang tidak ingin mengambil pusing, kini sudah berjalan masuk untuk membantu para pekerja agar cepat selesai, tapi di saat bersamaan, putranya yang sudah berusia 2 tahun itu menangis karena baru bangun tidur.

__ADS_1


Sebenarnya ingin sekali ia mencari orang untuk khusus menjaga Xander, tapi tidak mungkin melakukan itu karena berpikir nanti perhatian darinya kurang.


Putri bahkan sering menolak pesanan jika tidak sesuai dengan tenaga karena saking banyaknya. Berpikir bahwa ia juga ingin mendapatkan waktu bersama putranya.


Kini, Putri sudah menggendong Xander yang tumbuh menjadi anak laki-laki menggemaskan dan tampan. Bahkan para pekerja suka sekali menggendong putranya.


"Sayang, Mama bekerja dulu untuk membantu mengisi kotak makanan, ya! Xander duduk di sini," seru Putri yang saat ini masih berusaha untuk merayu putranya yang selalu saja menangis saat bangun tidur dan bersikap manja.


Namun, semakin erat memeluk, seolah tidak ingin ditinggalkan. Hal itu membuat Putri semakin bertambah pusing karena pekerjaan tidak akan selesai jika tidak ada tambahan orang.


Kini, Putri tengah berpikir mendapatkan orang yang bisa membantu bekerja dengan cepat. Hingga tiba-tiba terpikirkan untuk meminta bantuan pria yang sedang makan di depan.


Ia kini bangkit dari kursi sambil menggendong putranya yang masih sangat manja dan tidak melepaskan pelukan. Begitu melihat Ardiansyah baru saja menyelesaikan ritual makan dan bangkit dari kursi, masih tetap dengannya dan membuatnya merasa bingung untuk mengungkapkan.


Ardiansyah yang selama ini sudah puas bisa melihat Putri, sehingga tidak berharap banyak dan tetap makan di sana setiap hari. Berharap wanita itu luluh melihat ketulusannya.


Saat baru saja bangkit berdiri dari kursi dan hendak membayar dengan mengeluarkan dompet, mendengar suara Putri dan membuatnya mengerutkan kening.


"Tidak usah dibayar!"


"Apa maksudmu? Apakah kamu sedang mengasihiku atau berpikir aku tidak punya uang untuk membayar karena setiap hari makan di tempatmu?" Ardiansyah paling tidak suka jika diremehkan oleh orang lain.


Tak terkecuali oleh Putri—sosok wanita yang selama ini menjadi pujaan hati, tetapi tidak pernah mendapatkan balasan.


Refleks Putri buru-buru menggelengkan kepala karena berpikir bahwa pria di hadapannya tersebut salah paham. "Bukan begitu. Anggap saja itu adalah makanan gratis karena aku membutuhkan bantuanmu."


Tentu saja melihat sikap tidak biasa yang ditunjukkan oleh Putri, malah membuat Ardiansyah merasa curiga dan berpikir macam-macam.


"Apakah kamu sedang merencanakan sesuatu agar aku tidak pernah datang ke sini lagi? Sepertinya kau sedang berusaha keras untuk mengusirku karena tidak pernah menyukaiku, bukan?"

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2