
Suasana di salah satu ballroom hotel mewah bintang 5 kini dipenuhi oleh para pengusaha sukses yang ada di Jakarta. Tempat yang menjadi acara ulang tahun perusahaan Priambodo Grup juga dipenuhi oleh para awak media yang sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari salah satu pengusaha sukses terkenal di kota itu mengenai sosok menantu yang selama ini tidak dipublikasikan.
Tentu saja saat ini kilatan kamera sudah menyorot sosok wanita yang memakai dress indah berwarna merah dan terlihat sangat cantik. Bahkan semua orang yang berada di sana mengagumi kecantikan menantu dari Bambang Priambodo tersebut.
Setelah acara pembukaan ulang tahun perusahaan yang disambut oleh pemilik langsung, yaitu Bambang Priambodo dan memperkenalkan menantunya di depan semua orang. Ia menyuruh putra dan menantunya berdiri di sebelahnya.
Bahkan memberikan tatapan tajam pada putranya agar bersikap romantis dengan menggandeng tangan Putri di depan semua orang yang saat ini menatap mereka.
"Sekarang kalian semua sudah tidak merasa penasaran dengan wajah menantuku yang sangat cantik ini, bukan? Menantuku selama ini memang lebih suka berada di balik layar. Ia hanyalah seorang wanita biasa dan mempunyai usaha catering yang sudah cukup besar dan mempunyai banyak pelanggan."
"Jadi, sudah cukup sibuk mengurus usahanya dan tidak sempat ikut acara seperti ini karena selalu bilang tidak percaya diri." Bambang Priambodo saat ini menatap ke arah Putri yang menurutnya sangat cantik setelah dirias oleh MUA yang tadi disuruh datang ke rumah.
Sebenarnya ingin meminta Putri untuk memperkenalkan diri di depan semua yang hadir, tapi sudah mendapatkan pesan dari menantunya tersebut yang tidak ingin berbicara apapun dengan alasan gugup dan takut suaranya gemetar karena tidak percaya diri.
Akhirnya ia memilih untuk menyuruh putranya mewakili Putri dengan menjelaskan tentang menantunya tersebut. Ia sebelumnya sudah membahas hal itu dengan putranya ketika belum memasuki ballroom hotel.
Aldiano yang sebenarnya merasa sangat muak berada di ruangan dengan tatapan banyak orang yang hadir menunggu penjelasan darinya, terpaksa menguras senyuman dan menjelaskan tentang wanita yang berdiri di sebelahnya.
"Istri saya bernama Putri Wardhani dan saya sangat mencintainya karena merupakan wanita sederhana yang tidak pernah mengincar harta. Berbeda dengan mayoritas wanita di zaman sekarang ini yang selalu mengincar pria kaya untuk mengubah nasib dan rela melakukan apapun demi bisa mendapatkan keinginannya."
__ADS_1
Ia kini beralih menatap ke arah Putri dan berakting tersenyum, pada di dalam hati ingin sekali mengumpat wanita itu. "Istriku selama ini bisa mendapatkan uang sendiri dengan hidup mandiri sebelum mengenalku."
"Hal itulah yang membuatku jatuh cinta padanya. Bahwa kesederhanaan dari wanita cantik inilah yang membuatku langsung melamar dan menikahinya. Aku sangat mencintaimu, Istriku," ucap Aldiano yang mengakhiri perkenalan Dan disambut applause dari semua orang yang hadir di ballroom hotel tersebut.
Putri yang tadinya sama sekali tidak berniat untuk membuka suara, kini langsung membalas perkataan dari adiano agar tidak merasa malu di depan semua orang yang hadir.
"Aku juga sangat mencintaimu, Suamiku. Semoga kita selamanya menjadi pasangan suami istri yang berbahagia sampai ajal menjemput." Putri sebenarnya saat ini merasa sangat gugup sekaligus dipenuhi oleh kekhawatiran.
Ia sebenarnya ingin menatap ke arah para tamu yang hadir untuk mencari seseorang yang dikenalnya, tapi tidak berani melakukannya dan memilih untuk pasrah saja jika sampai ada Arya dan Amira Tan di sana.
'Mereka tidak ada di sini, bukan? Semoga tidak ada keluarga Arya dan mengacaukan acara hari ini jika sampai menghinaku karena dulu berselingkuh saat masih berstatus sebagai istri Bagus,' gumam Putri yang saat ini kembali menyerahkan microphone pada mertuanya.
Ia pun mengajak Putri dan juga putranya turun dari panggung serta kembali ke meja khusus yang berada di bagian depan. "Kamu bisa mengambilkan suamimu makanan, Menantu."
Putri yang saat ini sudah berjalan bersisian dengan mertuanya dan juga sang suami, ini tersenyum serta menganggukkan kepala. Kemudian ia berjalan menuju ke arah sajian yang terhidang di atas meja khusus dan tidak bercampur dengan tamu yang lain.
Saat ia mengambilkan makanan untuk Aldiano, merasa sangat terkejut ketika pundaknya ditepuk dari belakang dan membuatnya menoleh untuk melihat siapa yang melakukannya.
"Putri?" seru Amira Tan yang saat ini menatap tidak percaya dengan bola mata berkaca-kaca karena setelah sekian tahun tidak mendengar kabar adik tirinya tersebut, sekarang bisa melihat kembali.
__ADS_1
Ia tadinya tidak percaya ketika melihat sosok wanita yang menjadi pusat perhatian di acara ulang tahun perusahaan Priambodo. Namun, begitu mendengar sambutan dari pemilik perusahaan, benar-benar merasa sangat bersyukur jika saudaranya sekarang merupakan istri dari seorang pengusaha sukses di Jakarta.
"Amira Tan?" lirih Putri dengan suara serak dan ekspresinya sama seperti sosok wanita di hadapannya tersebut.
Bahkan ia saat ini merasa dadanya sesak dan suara tercekat di tenggorokan ketika suasana penuh keharuan dirasakan. Hingga ia sedikit terhuyung ke belakang begitu kakak tirinya tersebut menghambur memeluknya.
"Dasar bodoh! Ke mana saja kamu selama ini, Putri? Aku bahkan terus mencarimu karena mengkhawatirkan keadaanmu dan juga keponakanku. Aku benar-benar sangat senang bisa melihatmu hidup dengan baik seperti ini." Amira Tan bahkan saat ini menangis tersedu-sedu ketika memeluk adik tirinya yang selalu dikhawatirkan.
Putri dengan sekuat tenaga menahan diri agar tidak menangis tersedu-sedu seperti saudaranya tersebut. Ia berakting menjadi seorang wanita paling beruntung dan bahagia di dunia karena menjadi istri dari Aldiano Priambodo.
Jadi, saat ini mengusap lembut punggung kakak tirinya tersebut agar tidak terus menangis. "Maafkan aku."
Ia tidak ingin menjelaskan apapun dan memilih dua kata untuk menanggapi perkataan dari Amira Tan. Hingga ia merasa sangat terkejut begitu saudara tirinya tersebut mengatakan sesuatu.
"Aku tidak butuh kata maafmu, tapi penjelasan. Aku tidak datang ke sini sendiri karena juga melihat Arya dan istrinya," ucap Amira Tan yang saat ini menunjuk ke arah sudut sebelah kanan dan cukup jauh dari tempatnya berdiri, tapi masih bisa dengan jelas melihat pasangan suami istri yang terlihat berbincang dengan salah satu rekan bisnis.
Seperti baru saja dihunus tombak tajam tepat mengenai jantungnya, Putri bisa melihat arah jari telunjuk Amira Tan dan melihat sosok pria yang bahkan sampai sekarang membuatnya tidak bisa melupakannya.
"Arya?" lirih Putri yang saat ini bisa melihat senyuman menawan dari pria yang dulu membuatnya tergila-gila hingga berani meninggalkan Bagus dan putra-putrinya.
__ADS_1
To be continued...