
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, mobil mewah milik Jack sudah masuk ke pelataran halaman rumah setelah security membukakan pintu gerbang.
Kemudian mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah pintu utama. Sebenarnya Amira Tan sering pergi ke rumah Jack dan terbiasa untuk datang sesuka hati. Bahkan sudah menganggap seperti rumah sendiri.
Namun, hari ini merasa sangat aneh ketika datang dengan mengenakan gaun pengantin dan berstatus sebagai istri Jack yang sah. Jadi, sedikit merasa canggung ketika melangkah masuk ke dalam pintu utama.
Bahkan langsung disambut oleh para pelayan yang tersenyum dan membungkukkan badan di hadapannya sebagai salam penghormatan.
"Selamat datang, Nona Amira Tan. Tadi nyonya sudah mengatakan bahwa Anda akan datang hari ini dan kami diperintahkan untuk melayani dengan baik. Jadi, katakan saja jika membutuhkan sesuatu," ujar sosok wanita paruh baya yang menjadi pelayan senior di rumah keluarga tersebut.
Amira Tan hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepala karena masih merasa canggung dengan situasi saat ini. Namun, tidak ingin terlihat seperti seorang remaja yang bahagia ketika baru saja menikah, berbicara dengan santai pada pelayan wanita tersebut.
"Iya, aku pasti akan merepotkan kalian semua, tapi sekarang ingin beristirahat karena sangat lelah hari ini."
"Buatkan aku jus jeruk karena sangat haus," ucap Jack yang memulai untuk menjalankan rencana pertama, yaitu menaruh ramuan untuk membersihkan rahim anak dari benih Noah.
Jack memang sudah membeli ramuan itu dari seseorang yang terpercaya dan berpengalaman. Sekarang, mengajak Amira Tan untuk naik ke anak tangga menuju lantai atas karena di sana ruangan kamar berada.
"Baik, Tuan," ucap pelayan wanita yang saat ini menganggukkan kepala dan begitu melihat majikan pergi, langsung melaksanakan tugas dengan menurut yang lain dan menyiapkan jus jeruk dan juga makanan pendamping.
Sementara itu, Jack kini membuka pintu ruangan favoritnya dan menyuruh Amira Tan untuk masuk ke dalam.
Sementara itu, Amira Tan merasa aneh saat pertama kali masuk ke dalam ruangan kamar pria yang tak lain adalah sahabat baik selama bertahun-tahun dan dengan ragu-ragu berjalan melewati pintu yang telah dibuka lebar oleh Jack.
'Kenapa hanya sebuah status semata membuatku merasa aneh bersama dengan Jack dalam kamar,' gumam Amira Tan yang saat ini mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Pemandangan pertama yang sangat menarik adalah ranjang sudah dihiasi dengan kelopak bunga mawar berbentuk hati. Hal yang membuatnya ingin tertawa karena tidak akan melakukan apapun dengan Jack.
__ADS_1
Hingga ketika menoleh ke arah sebelah kanan, membulatkan mata dan membekap mulut begitu melihat dinding itu dipenuhi oleh foto-fotonya.
"Astaga! Apa ini?" serunya yang seketika berjalan mendekat karena ada lebih dari 10 foto di dinding.
Mulai dari masa kuliah hingga menjadi seorang pengacara hebat. Seolah menjelaskan bahwa Jack menyusun dengan sangat baik mengenai foto-foto dari mulai masa lalu hingga masa depan.
Foto-foto ketika masih kuliah terlihat di sana dan mengingatkan Amira Tan mengenai hubungan mereka yang memang sudah cukup lama berteman hingga sekarang menjadi seorang pengacara sukses dan disegani oleh banyak orang.
Amira Tan bahkan tidak berkedip menatap foto-foto tersebut karena tidak pernah menyangka jika selama ini jack menghiasi ruangan kamar dengan gambarnya.
Puas menatap banyak foto miliknya, refleks ia menoleh ke arah belakang untuk melihat Jack karena dari tadi tidak menanggapi.
Namun, mengerutkan kening begitu melihat tidak ada Jack di belakangnya. "Ke mana Jack?"
Saat menutup mulut, mendengar suara bariton dari sosok pria yang baru saja keluar dari ruangan walk in closet dan sudah terlihat mengganti pakaian lebih santai.
Jack yang sudah menduga hal itu, saat ini menunjuk ke arah walk in closet di belakangnya. "Masuklah dan pilih pakaian yang cocok untukmu. Aku akan keluar dulu untuk meminta pelayan menyiapkan makanan ringan untuk camilan. Tadi aku lupa mengatakan itu."
Tanpa menunggu reaksi dari Amira Tan, Jack berjalan ke arah pintu keluar dan ketika membuka pintu, mendengar suara wanita itu yang bertanya.
"Kenapa kau menyimpan banyak fotoku di kamarmu?" Amira Tan bahkan tadi lupa untuk membahas mengenai hal itu, sehingga begitu Jack hendak keluar, langsung mengingat.
Jack tidak jadi keluar dan menoleh ke arah belakang, di mana di sana masih berdiri wanita yang selama ini dicintai. Apalagi Jack dari tadi terpesona melihat wajah cantik Amira Tan ketika menggunakan gaun pengantin.
"Itu hakku dan aku sama sekali tidak merugikanmu, bukan?" Kemudian berjalan keluar tanpa memperdulikan apapun dirasakan oleh Amira Tan yang pastinya sedang kesal atas jawabannya darinya.
Kemudian saat ini berjalan cepat menuju ke arah anak tangga karena ingin memberikan ramuan pada minuman Amira Tan. 'Kamu tidak bisa menjawab, bukan? Aku bahkan tidak merugikanmu karena menyimpan banyak fotomu di kamarku.'
__ADS_1
Sementara itu, Amira Tan saat ini masih berdiri di depan banyaknya foto-foto yang menghiasi dinding ruangan pribadi Jack, merasa sangat kesal dengan jawaban yang selalu saja sangat santai.
"Jack selalu saja membuatku emosi. Kenapa menjawab dengan sangat santai seperti itu ketika aku serius?" Kemudian berjalan menuju ke arah walk in closet untuk mencari pakaian ganti mirip Jack yang sesuai dengannya.
Saat membuka lemari kaca berukuran tinggi tersebut, ia tengah memanjakan mata dengan tumpukan pakaian santai milik Jack.
Karena merasa penasaran dengan isi dari semua lemari di dalam sana, sehingga ia membuka semua. Namun, seketika kembali membulatkan mata karena terkejut saat lemari terakhir berisi berbagai macam jenis pakaian wanita.
"Ini apa?" Amira Tan memeriksa satu persatu jenis pakaian yang sangat disukai.
Mulai dari pakaian santai dan dress, lengkap berada di sana. "Apa Jack yang membeli semua ini? Lalu, ini untuk siapa? Apakah semua pakaian ini disiapkan untukku?" Ia beberapa kali menggelengkan kepala karena tidak ingin membenarkan pemikiran konyol yang terlintas.
Bahwa selama ini Jack memilih kebahagiaan dengan cara membeli aneka jenis pakaian yang disukainya dan menyimpan dalam lemari.
"Atau ia sedang ingin mencari perhatianku dengan banyak memborong pakaian dan menyiapkan ini semua agar aku terkejut dan terharu?" Amira Tan masih tidak bisa menjawab pertanyaan sendiri dan buru-buru memilih pakaian yang cocok karena ingin segera bertanya pada Jack jika kembali ke dalam kamar.
Ia bahkan sangat menyukai outfit panjang santai pilihannya tersebut dan menggantung gaun pengantin yang dikenakan agar nanti dibawa ke laundry.
Gaun pengantin itu sengaja dikirimkan oleh Jack pagi ini dan mengatakan khusus dibeli untuknya karena tidak ingin menyewa di tempat wedding organizer.
Tadi ia sempat mengomel pada Jack karena berpikir membuang uang hanya demi gaun pernikahan yang bahkan hanyalah dianggap sebagai sebuah sandiwara.
Hingga saat ia berjalan keluar dari walk in closet, melihat Jack datang membawa jus jeruk dan juga camilan. Karena kebetulan dari tadi sangat haus, sehingga langsung minum dengan menghabiskan separuh gelas.
"Aku sangat haus."
"Habiskan saja semuanya, nanti aku suruh pelayan membawakan lagi," ucap Jack yang kini tersenyum puas saat melihat Amira Tan sudah minum jus yang telah diberikan ramuan herbal untuk membersihkan rahim.
__ADS_1
To be continued...