Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Degup jantung tidak beraturan


__ADS_3

Amira Tan seketika membulatkan mata begitu melihat tanggal lahir Noah. Bahkan menelan saliva berkali-kali begitu mengetahui bahwa pria yang tadi mengatakan ingin serius untuk melamar baru berusia 28 tahun. Jarak mereka terpaut sangat jauh dan tentu saja kini ia merasa sangat tidak percaya diri.


Ini adalah pertama kali ia merasa tidak percaya diri dalam hidup. Jika selama ini selalu merasa memiliki semua hal yang tidak dimiliki oleh para wanita, tetapi kali ini sadar bahwa begitu bertemu Noah, memiliki kekurangan. Hingga tiba-tiba tidak percaya diri berada di hadapan pria yang ternyata masih sangat muda itu.


Pria yang saat ini masih memangku Amira Tan, menyipitkan mata karena merasa sangat heran dengan raut wajah sang kekasih. "Kenapa dengan wajahmu? Apakah kamu terkejut dengan usiaku?"


Noah sebenarnya dari dulu sudah menebak usia Amira Tan yang pastinya lebih tua darinya, tapi tidak tahu tepatnya berapa. Hingga begitu melihat wanita itu sangat terkejut, seperti menyadari bahwa Amira Tan merasa memiliki perbedaan usia yang cukup jauh.


Amira Tan seketika menunjukkan kartu tanda pengenal yang masih berada dalam genggaman. "Apakah benar usiamu 28 tahun?"


"Bulan depan, aku 29 tahun. Memangnya kenapa?" Noah masih bersikap datar dan tidak memperdulikan raut wajah Amira Tan yang terlihat seperti sangat terkejut.


Amira Tan sangat tidak suka dengan situasi seperti ini dan ingin segera menyadarkan Noah, agar tidak menyesal di kemudian hari. "Apakah kau tahu berapa usiaku? Sekarang aku merasa seperti sangat tua berada di dekatmu."


"Sial! Kenapa tadi aku mengambil kartu tanda pengenal ini? Sekarang aku jadi merasa tidak percaya diri karena memiliki usia cukup jauh darimu. Apa kau tahu usiaku berapa? Aku sudah terlalu tua jika dibandingkan denganmu."


Amira Tan saat ini merasa sangat ragu karena khawatir jika nanti menikah dengan Noah, wajahnya akan terlihat semakin tua, sedangkan pria itu masih sangat muda. Apalagi jika nanti ada banyak wanita cantik dan masih muda, berpikir pasti Noah akan tertarik.


Saat ini, ia menunggu jawaban dari pria yang dari tadi terdiam dengan mengunci rapat bibir. Bahkan merasa sangat penasaran dengan apa yang akan diungkapkan oleh pria dengan jarak usia delapan tahun tersebut.

__ADS_1


'Apa yang ada di pikirannya saat ini begitu mengetahui bahwa aku adalah seorang wanita yang sudah tua?' gumamnya masih menunggu jawaban dari pria yang terdengar berdehem sejenak sebelum membuka suara.


"Aku dari awal sudah menduga bahwa kamu memiliki usia lebih tua dariku, Sayang. Namun, aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena bagiku, yang terpenting adalah perasaanmu padaku. Aku sangat mencintaimu dan kamu pun mencintaiku. Itu sudah cukup."


Kemudian semakin mengeratkan pelukan dan menatap intens wajah cantik yang sangat dipuja tersebut. "Apalagi hubungan kita bukan sekedar pacaran seperti para remaja, bukan? Namun, lebih dari itu dan aku ingin segera menikah untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku."


Amira Tan yang dari tadi menunggu, kini merasa sangat terharu atas jawaban pria dengan tatapan penuh ketulusan tersebut. Berpikir bahwa Noah benar-benar sangat serius dengan perkataannya dan sama sekali tidak bercanda mengatakan akan menikahinya.


Tentu saja sebagai seorang wanita dewasa, hal itulah yang dicari, yaitu sebuah tanggungjawab dari pria dan tidak berpikir mengenai bermain-main menjalin hubungan seperti para remaja.


Namun, tetap saja ingin mengatakan bahwa saat ini merasa ragu sekaligus khawatir jika Noah akan menyesal menikah dengan wanita tua sepertinya.


"Aku sekarang berusia 35 tahun dan itu menandakan bahwa jarak di antara kita terlampau jauh. Delapan tahun bukankah rentang yang sangat banyak? Bagaimana jika nanti aku semakin tua dan kau masih sangat muda. Kemudian kau berselingkuh dengan para wanita muda?"


Hingga saat ini, Amira Tan melihat Noah tidak langsung menjawab, tapi hanya menatap intens tanpa berkedip dan semakin terasa canggung ketika ruangan kerja sangat hening karena hanya suara napas mereka yang menghiasi.


"Bagiku, cinta tidak memandang kasta dan perbedaan karena saat aku mencintaimu, sudah memutuskan untuk bersyukur atas segala kelebihanmu dan menerima kekuranganmu. Dengan harapan kamu pun bisa melakukan hal sama karena jujur saja aku lebih banyak memiliki kekurangan."


Noah kini melepaskan satu tangan yang tadi melingkar di pinggang ramping Amira Tan dan menunjukkan lima jari terbuka. Kemudian mulai menghitung dengan menekuk satu persatu jari.

__ADS_1


"Aku adalah pria miskin, tidak punya pekerjaan tetap, tidak punya harta melimpah, rumah di kampung kecil, orang tua hanya buruh kasar. Bahkan lima jari ini tidak cukup untuk menunjukkan bukti kekurangan yang kumiliki."


"Sementara kamu hanya punya satu kekurangan yang sama sekali tidak pernah kuperdulikan. Seharusnya kamu sadar bahwa aku yang terlalu takut dan khawatir jika tidak bisa membahagiakanmu. Seperti kalimat pedasmu tadi saat aku berniat untuk menculikmu jika tidak direstui oleh orang tuamu."


Noah tadi masih belum puas sekaligus merasa tertampar dengan perkataan dari Amira Tan ketika membahas hal tersebut, sehingga kali ini ingin sekali lagi mengetahui kepastian mengenai jalan keluar jika benar hubungan mereka ditentang oleh orang tua.


"Aku harus memikirkan segala kemungkinan terburuk. Jadi, apa rencanamu jika nanti orang tuamu tidak mau menerima pria miskin sepertiku yang mempunyai banyak kekurangan untuk menjadi menantu? Aku sangat khawatir jika mereka membandingkanku dengan Jack."


"Sebenarnya jika berhadapan dengan Jack di depan orang tuamu, aku benar-benar tidak percaya diri karena aku dan pria itu bagaikan bumi dan langit."


Saat Amira Tan kini menyadari bahwa pria dengan iris berkilat itu memiliki paras yang rupawan dan memesona, kini menyunggingkan senyuman karena sangat bahagia dan puas dengan jawaban Noah.


"Jika itu terjadi, serahkan saja semuanya padaku karena aku yang akan membereskan semua. Aku akan menyelesaikan masalah dan kamu tidak perlu memusingkan hal itu karena yang terpenting adalah berusahalah untuk selalu membahagiakanku."


"Mengenai hal lain, aku bisa mengurusnya karena yang kubutuhkan hanyalah cinta tulus dari pria yang hanya mencintaiku dan tidak akan pernah melirik wanita lain di sepanjang usia. Setia, aku hanya meminta itu darimu karena sudah memiliki semua hal yang ada di dunia ini."


Kemudian berniat untuk beranjak turun dari pangkuan, tetapi seketika menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka dan menampilkan seseorang melangkah masuk dengan membulatkan mata.


Refleks Amira Tan seketika turun dari pangkuan Noah dengan degup jantung tidak beraturan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Noah yang seketika bangkit berdiri dari tempat duduk begitu melihat seseorang yang sudah masuk ke dalam ruangan.


To be continued...


__ADS_2