Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Pria tidak berdaya


__ADS_3

Saat ini Amira Tan bisa melihat tatapan kebencian dari Noah pada Jack dan berusaha untuk mengerti bahwa itu karena sang kekasih merasa cemburu. Jadi, langsung menganggukkan kepala sebagai persetujuan bahwa akan ada poin penting yang disampaikan oleh Noah.


Bahwa tidak akan ada sentuhan fisik meskipun Jack adalah suaminya yang sah secara agama maupun negara karena memang pernikahan dilakukan atas dasar perjanjian kerja sama demi menyelamatkan seorang wanita yang sangat disayangi.


Amira Tan bahkan rela melakukan apapun untuk bisa membuat sang ibu sembuh dan tetap baik-baik saja. Termasuk membohongi orang tua dengan berpura-pura menuruti perintah mereka untuk menikah. Padahal sejatinya hanyalah ingin bekerja sama dengan Jack.


Amira Tan sebenarnya ingin sekali mengungkapkan kebahagiaan dengan berkali-kali berterima kasih pada Jack yang selalu bisa mengerti dirinya dan tidak pernah memaksa untuk menerima cinta.


Padahal ia mengetahui bahwa pria itu sangat mencintainya, tetapi tidak pernah sekali pun memaksa dan terus menunggu hingga ia menerima. Namun, kehadiran Noah di dalam hidupnya berhasil mengisi ruang kosong yang tidak bisa dimasuki oleh Jack.


Berpikir bahwa cinta tidak pernah bisa dipaksakan dan terbukti setelah mengenal Noah, yang akhirnya dipilih untuk mengisi ruang hati yang selama ini kosong setelah patah hati saat tidak mendapatkan balasan cinta dari Bagus.


Amira Tan saat ini menepuk lembut lengan kekar sang kekasih untuk menenangkan agar tidak terlalu over posesif padanya.


Tentu saja sebagai seorang wanita yang dewasa, ingin hubungan dengan Noah dilandasi atas kerja sama, sehingga saat ini berusaha untuk merubah pikiran sang kekasih agar mempercayai apa yang dilakukan.


"Tentu saja poin itu adalah hal paling utama yang harus ada dalam surat perjanjian antara aku dan Jack. Kau tidak perlu khawatir dan harus percaya padaku sepenuhnya. Hubungan yang tidak didasari oleh kepercayaan akan hancur dan aku tidak ingin itu terjadi dalam hubungan kita."


Saat Amira Tan baru saja menutup mulut untuk menasehati pria yang berusia lebih mudah darinya tersebut, mendengar suara bariton Jack.


"Kau hibur saja kekasihmu yang sangat kekanakan ini. Aku akan masuk ke ruangan perawatan orang tuamu dulu." Jack yang tidak ingin melihat interaksi antara pasangan kekasih karena membuatnya cemburu, tapi bersikap dewasa dengan tidak marah-marah seperti yang dilakukan oleh Noah.


Jadi, berpikir bahwa menghilang dari hadapan Amira Tan adalah jalan yang terbaik untuk menyembunyikan kecemburuan.


Tanpa menunggu jawaban dari sosok wanita yang tengah menatapnya, Jack melambaikan tangan dan langsung berbalik badan menuju ke ruangan yang diketahui merupakan tempat dirawat calon mertua.


'Aku ingin membahas rencana selanjutnya pada orang tua Amira Tan, termasuk mengenai permintaan putri mereka yang ingin membuat sebuah surat perjanjian pernikahan. Siapa tahu calon mertuaku mempunyai ide untuk menyelesaikan masalah ini.'

__ADS_1


Jack saat ini bahkan tersenyum menyeringai ketika berjalan menuju ke salah satu ruangan VVIP di rumah sakit.


Sementara di sisi lain, Noah yang masih menatap punggung lebar Jack berkali-kali menghembuskan napas kasar. Meskipun Amira Tan mengatakan akan ada surat perjanjian, tetap saja masih merasa khawatir jika Jack mencari keuntungan dengan menipu Amira Tan.


Merasa ada banyak hal yang harus dibahas dengan Amira Tan, sehingga kini menoleh ke arah sang kekasih dan mengajaknya untuk berjalan menuju ke arah tempat duduk yang tersedia di sudut ruangan.


"Ikut aku!" Noah masih memegang pergelangan tangan Amira Tan saat berjalan.


Sementara itu, Amira Tan berusaha untuk mengerti apa yang saat ini dikhawatirkan oleh Noah. 'Aku tahu jika saat ini Noah benar-benar takut kehilangan aku karena sangat mencintaiku. Jadi, harusnya aku bangga menjadi kekasihnya.'


'Pasti cinta Noah begitu besar, sehingga tidak rela jika aku menikah dengan Jack, meskipun terikat dengan sebuah perjanjian pernikahan. Bahkan aku dan Jack hanya menganggap bahwa ini hanyalah sebuah sandiwara dan tidak akan ada yang berubah diantara kami.'


'Jack memang merupakan sahabat terbaikku karena dari dulu sampai sekarang tidak pernah memaksaku untuk menerimanya. Sebenarnya aku akui bahwa Jack adalah seorang pria yang baik, tapi tetap tidak bisa mencintainya karena cintaku hanya untuk pria kekanakan ini.'


Amira Tan yang baru saja bergumam di dalam hati, kini mendaratkan tubuh di kursi setelah sang kekasih mengajaknya duduk. Sebenarnya tidak bisa berlama-lama berada di luar bersama Noah, tapi merasa iba melihat wajah muram itu.


Sementara itu, Noah ingin mengatakan pada Amira Tan mengenai semua yang dikatakan oleh Jack di lobby rumah sakit beberapa saat lalu ketika mengibarkan bendera perang dengannya.


"Jadi, Jack mengatakan itu padaku tadi. Bukankah itu sengaja dilakukannya untuk membuatku marah? Jadi, kau harus berhati-hati dekat dengannya karena aku yakin jika Jack akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkanmu."


Amira Tan yang dari tadi mendengarkan semua penjelasan Noah dan mencoba untuk mengerti apa yang membuat pria itu terlihat sangat marah, sehingga begitu sang kekasih mengakhiri cerita, baru mengerti mengenai alasan perseteruan di lobby beberapa saat lalu.


"Sepertinya Jack ingin membalas dendam padamu karena membuatnya patah hati dengan memantik amarah agar kau murka. Jack memang sangat pandai memainkan perasaan seseorang dan ternyata sangat mudah untuk membuatmu dikelabui."


Tentu saja saat ini Noah menyipitkan mata karena merasa tidak paham dengan kalimat terakhir dari sang kekasih pujaan hati. Apalagi sangat tidak suka melihat respon dari Amira Tan yang masih terlihat tenang setelah menceritakan perkataan Jack padanya beberapa saat lalu.


Noah awalnya berpikir jika Amira Tan akan marah pada Jack seperti yang dirasakan, tetapi begitu mengetahui sikap tenang wanita yang berada di sebelahnya tersebut, tentu saja semakin bertambah kesal dan sebenarnya ingin sekali berteriak untuk melampiaskan amarah.

__ADS_1


Namun, menyadari bahwa saat ini bukan berada di hutan yang bisa berbuat seenaknya, tetapi Rumah Sakit menjadi tempat orang-orang berubah dari rasa sakit, sehingga berkali-kali mengembuskan napas kasar untuk mencoba menormalkan perasaan agar tidak dikuasai oleh emosi.


"Apa maksudmu dengan mengelabui? Bagaimana bisa kau tetap tenang seperti ini saat aku menyampaikan apa yang tadi dikatakan oleh Jack padaku?"


Masih mencoba untuk menjelaskan secara detail pada pria dengan wajah memerah itu, Amira Tan bahkan beberapa kali mengusap lengan kekar di balik kemeja agar tidak semakin meluap amarah saat membicarakan Jack.


"Jack adalah pengacara terkenal yang merupakan saingan terberatku karena sangat pandai memanfaatkan kelemahan dari perasaan seseorang dalam berbagai kasus. Itu semua yang membuatnya memiliki banyak wanita yang memujanya dan bisa dikendalikan sesuka hati oleh Jack."


"Jack tahu kelemahanmu dan membalas dendam rasa sakit hati karena berhasil merebut wanita yang dicintai. Aku sangat yakin jika saat ini Jack puas melihatmu marah dan ketakutan."


Amira Tan saat ini menghentikan perkataannya karena ingin melihat seperti apa reaksi sang kekasih. Hingga merasa kesal dengan respon Noah saat ini.


Seketika Noah tertawa terbahak begitu mengetahui apa maksud dari Amira Tan. Hal yang sangat disayangkan olehnya adalah Amira Tan tidak bisa membaca niat buruk Jack yang ingin merebutnya, tetapi hanya fokus pada balas dendam untuk membuatnya marah.


Noah benar-benar sangat kesal dan merasa bahwa sang kekasih yang mudah dikelabui oleh Jack karena tidak bisa melihat niat busuk pria itu untuk merebut darinya.


Bahkan meskipun mengetahui bahwa selama ini Amira Tan adalah seorang wanita yang cerdas, tetapi menyadari bahwa wanita di sebelahnya tersebut sangat bodoh dalam menilai Jack.


Hal yang tidak pernah disangka adalah dengan mudahnya mendapatkan kepercayaan penuh dari Amira Tan.


Apalagi saat ini tidak bisa menyalahkan Amira Tan mengenai kebodohan yang dilakukan karena khawatir jika sang kekasih malah marah dan ilfil padanya sehingga apa yang dikatakan oleh Jack akan benar-benar terjadi.


'Aku saat ini seperti dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama mencekikku. Tidak ada yang bisa membuatku tenang jika memilih salah satu. Apa yang harus kulakukan untuk membuat Amira Tan tetap menjadi milikku?'


'Aku sangat mencintai Amira Tan dan tidak ingin kehilangan wanita ini. Namun, situasiku saat ini sangat sulit dan seperti tidak ada yang mendukungku. Bahkan takdir seolah mempermainkan hidupku, menjadi seorang pria yang tidak berdaya setelah berhasil mendapatkan hati Amira Tan.'


Lamunan Noah seketika musnah begitu merasakan pukulan pada lengan dan juga suara Amira Tan menggema di dekat telinga.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2