Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Ingin menimang cucu


__ADS_3

Amira Tan baru saja menjawab pertanyaan sang ibu bahwa tadi sudah memutuskan hubungan dengan Noah dan memastikan bahwa pria itu tidak akan lagi mengganggu.


"Mama tidak perlu khawatir lagi karena setelah aku mengusirnya tadi, Noah akan menyadari bahwa saat ini aku sudah tidak mau lagi berhubungan dengannya."


Bahkan ia menahan rasa sesak di dada dengan cara berakting baik-baik saja di depan semua orang, khususnya sang ibu yang sangat dikhawatirkan akan kembali kambuh karena masalah yang terjadi hari ini.


Apalagi tadi mendengar pintu dan membuat keributan dengan cara berteriak dari luar ruangan. Namun, saat melihat Jack hendak menghentikan, suara Noah sudah tidak terdengar dan begitu membuka pintu, sang kekasih sudah pergi.


Meskipun merasa sangat heran karena Noah tiba-tiba pergi, tapi Amira Tan merasa lega karena tidak terjadi perkelahian antara Jack dengan sang kekasih.


Amira Tan bahkan merasa kepalanya seperti mau meledak saja ketika memikirkan Noah hari ini yang selalu saja berbuat sesuka hati tanpa memikirkan imbas dari perbuatan.


Mungkin Noah tidak akan pernah bisa menahan emosi ketika mendapatkan teguran dari Jack. Meski mengetahui bahwa Jack tidak akan melakukan hal-hal buruk di depan orang tua sekaligus mertua, tapi tidak bisa dipungkiri jika emosi seorang pria bisa meledak kapan saja jika dihina berkali-kali.


Jadi, sekarang merasa lega karena Noah telah pergi. Hingga mendengar suara dari para orang tua yang memberikan petuah macam-macam padanya.


"Syukurlah jika kamu sudah memutuskan hubungan dengan pria itu. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Jadi, bersikaplah dewasa dan tidak mengandalkan amarah dalam hal apapun jika mengalami masalah dalam rumah tangga," ucap Laila Sundari yang saat ini masih mengusap lengan putrinya di balik gaun pengantin.


"Jika terjadi pertengkaran dalam rumah tangga kalian, salah satu harus bisa mengalah agar tidak menjadi api yang akan menghanguskan semuanya. Mama tidak ingin kamu mengandalkan ego ketika terjadi masalah."

__ADS_1


Amira Tan hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan karena seperti sudah tidak mempunyai tenaga untuk berbicara.


Semua itu karena pikirannya sedang tidak ada di sini. Amira Tan sebenarnya tengah memikirkan keadaan Noah yang baru saja diputuskan. Apalagi tadi mengambil keputusan sepihak dengan cara mengandalkan emosi ketika merasa kesal pada pria yang memang berusia lebih muda darinya.


Amira Tan bahkan berpikir bisa lebih dewasa dan tidak mengandalkan amarah saat menghadapi sikap kekanakan dari Noah yang terlalu berlebihan ketika cemburu. Padahal sudah berkali-kali mengatakan jika selama ini tidak ada hubungan dengan Jack.


Namun, tetap saja tidak membuat Noah sepenuhnya percaya padanya dan itu benar-benar menghina harga diri Amira Tan. Saat ia baru saja selesai mendengar nasihat dari sang ibu, kini kembali difungsikan dengan permintaan ibu mertua.


"Amira Tan, dari dulu sangat mengharapkan komen yang menjadi penentu perempuan di keluarga kamu. Jack juga sangat mencintaimu dan bersabar menunggu hingga kau menerimanya. Kami berharap kalian hidup berbahagia selamanya dan segera mendapatkan keturunan yang meramaikan rumah dua keluarga."


Wanita paruh baya tersebut tersenyum ketika melirik ke arah putranya yang terlihat seperti malu-malu karena sudah menjadi suami sah dari sahabat baik semenjak kuliah.


Jadi, berpikir bahwa sesuatu hal yang diawali dengan kesabaran dan niat baik akan menang. Kini, mencoba menggoda putra dan menantunya.


"Kalian tidak boleh menunda untuk memiliki keturunan. Apalagi belum mempunyai anak. Apalagi usia kalian sudah tidak lagi muda. Jangan sampai sudah tua baru memiliki anak karena kasihan nanti mereka."


Jack tadi tersenyum malu-malu, beralih menatap ke arah Amira Tan yang seperti tidak suka dengan pembicaraan tersebut. Bahkan sudah menatapnya dengan sangat tajam, tapi sama sekali tidak diperdulikan.


Jack tidak ingin mengecewakan harapan dari para orang tua yang ingin segera menimang cucu. Apalagi saat ini memiliki ide di kepala dan akan melaksanakan hari ini juga.

__ADS_1


'Meskipun kamu mencoba menolak, aku tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkanmu sepenuhnya, Amira Tan. Lihat saja nanti, siapa yang akan menang di antara kita,' gumam Jack yang saat ini ingin berakting tidak membuat Amira Tan merasa kesal dengan topik pembicaraan yang bersifat intim tersebut.


"Iya, Ma. Jangan membahas hal ini lagi karena aku tahu bahwa Amira Tan sangat tidak nyaman membahas masalah anak. Kami memang tidak berencana untuk menunda dan ingin segera memiliki keturunan. Jadi, kalian tidak perlu khawatir dan berdoa saja agar istriku bisa segera hamil benihku."


Saat Amira Tan mendengar kalimat terakhir dari Jack, malah membuatnya mengingat Noah karena pria itu sudah beberapa kali bercinta dengannya tanpa menggunakan pengaman. Bahkan meledakkan benih di rahimnya.


Berpikir bahwa kemungkinan besar hamil benih Noah sebentar lagi, sehingga hal itu yang menjadi alasan Jack berbicara demi menyelamatkannya karena sudah tidak berhubungan dengan sang kekasih.


'Apa Jack sudah memikirkan hal ini dan ingin menyelamatkanku karena memang kemungkinan besar aku hamil benih Jack. Namun, aku baru bisa mengetes nanti saat terlambat datang bulan dan itu kira-kira dua minggu lagi.'


Ia saat ini berpikir bahwa akan membicarakan hal ini dengan Jack karena mengetahui bahwa pria itu sudah pernah murka begitu menyadari apa yang dilakukan dengan Noah melebihi hubungan kekasih.


Hingga saat Amira Tan sibuk dengan lamunan, tersadar begitu mendapatkan tepukan dari sang ibu yang cukup keras.


"Menurutmu bagaimana, Putriku?" tanya Laila Sundari yang saat ini tidak mendapatkan jawaban karena melihat putrinya melamun dan berusaha menyadarkan. "Sebenarnya apa yang kamu lamunkan? Apakah sedang memikirkan ingin berencana memiliki anak berapa? Mama benar-benar tidak sabar untuk segera menimang cucu."


"Jadi, benar apa kata ibu mertuamu. Bahwa kalian tidak boleh menunda kehamilan karena Mama ingin segera menimang cucu sebelum pergi dari dunia ini." Laila Sundari kembali menyerang kelemahan dari putrinya agar kembali patuh dan tidak melawan karena mengetahui bahwa Amira Tan masih memiliki perasaan pada Noah.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2