Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Katakan padaku


__ADS_3

Amira Tan kali ini dipusingkan oleh sikap dua pria yang ada di hadapan memiliki watak sama, yaitu tidak mau mengalah karena lebih mementingkan ego masing-masing.


Bahkan perkiraan meleset ketika melihat Jack semakin membuat masalah dengan menarik kerah pakaian Noah. Merasa jika ide konyol yang baru dingkapkan sangat kekanakan.


'Inilah yang tidak kusukai dari Jack, selalu mengatur apa yang kuputuskan. Seolah aku tidak mempunyai hak untuk memutuskan sesuatu. Bagaimana mungkin akan membantu Noah, sedangkan posisi hanyalah pegawai.'


'Sementara aku bos di kantorku sendiri malah tidak diizinkan untuk mengambil keputusan. Memang di sini sedang membutuhkan orang untuk mengisi posisi yang sangat penting demi membantu kelancaran yang lain.'


Saat Amira Tan memijat pelipis ketika melihat perdebatan antara Jack dan Noah yang sangat sengit, tiba-tiba memiliki ide di kepala dan akan membuat sahabat yang memuja tersebut menjaga jarak, serta tidak over protektif lagi.


"Kau benar-benar ingin dihabisi!" sarkas Jack yang seketika bangkit dari kursi dan berniat untuk mengarahkan pukulan pada wajah Noah ketika membangkitkan amarah berkobar di dalam hati.


Sementara Noah masih sangat tenang karena memiliki senjata ampuh untuk melawan pria itu.


Jack menggantung tangan di udara ketika mendengar suara teriakan Amira Tan disertai menggebrak meja. Bahkan meskipun begitu, tidak membuat Jack menoleh pada Amira Tan karena saat ini fokus pada wajah yang ingin sekali dihancurkan agar babak belur.


Hanya saja, itu tidak berlangsung lama karena yang saat ini terjadi adalah suara wanita yang mengungkapkan hal paling ditakutkan berhasil menusuk tepat di hati.


Seketika Jack menurunkan tangan seraya menoleh pada sosok wanita yang bahkan terlihat sangat serius ketika berbicara.


"Hentikan, Jack. Aku selama ini terlalu bersabar padamu karena berpikir kita adalah sahabat. Namun, saat melihatmu sangat keterlaluan dan sudah diluar batas seperti ini, sepertinya harus mengungkapkan rahasia yang hanya aku dan Noah tahu."


"Aku dan Noah saat ini menjalin hubungan. Karena itulah aku sangat senang saat dia dipecat dan menyuruh bekerja di kantorku, agar bisa berduaan. Jadi, aku akan lebih bersemangat saat bekerja karena ada kekasih bersamaku."

__ADS_1


Amira Tan mengatakan kebohongan itu tanpa pikir panjang karena berpikir Jack akan menjaga jarak setelah itu. Jadi, tidak akan merasa risi dan tercekik dengan sikap over protektif dari pria yang kini seketika berubah pucat karena terkejut.


"Tidak mungkin! Aku tidak akan pernah percaya pada omong kosong ini!" sarkas Jack yang tidak kalah sarkastik karena meledakkan amarah dengan cara melakukan hal seperti seperti Amira Tan, yaitu menggebrak meja.


Bahkan semua barang yang ada di atas meja ikut bergetar karena perbuatan penuh amarah tersebut. Sampai Jack kembali mengepalkan kedua tangan begitu mendapatkan hantaman luar biasa di hati. Atas perkataan yang tak kalah tajam dari pria di sebelah kiri tersebut.


Noah yang beberapa saat lalu merasa shock dan tidak pernah menyangka jika yang terjadi adalah Amira Tan menipu Jack dengan mengarang sebuah cerita palsu.


Padahal tadi berencana untuk mengungkapkan kejadian di kamar yang penuh gairah. Akhirnya mengikuti apa yang dilakukan oleh Amira Tan.


"Sepertinya ucapanmu tidak akan membuat pria ini percaya, Amira Tan. Jadi, lebih baik kita tunjukkan kemesraan yang biasa dilakukan, seperti memeluk erat saat berciuman."


Noah bangkit dari kursi dan berjalan memutar menuju ke arah kursi Amira Tan dengan tersenyum simpul.


Amira Tan yang pada awalnya menelan ludah karena tidak berpikir sampai ke sana, merasa bingung apa yang akan dijawab saat Noah sudah mengungkung dalam kuasa tangan kekar itu.


Bahkan saat ini, tidak berani mengalihkan tatapan pada rahang tegas Noah yang tengah mengunci posisi. Tentu saja Amira Tan tahu jika Jack tengah memperhatikan keintiman mereka.


Jadi, tidak mungkin membantah pernyataan Noah, sehingga semakin berakting natural dalam permainan yang diciptakan sendiri.


"Sepertinya kamu benar, Sayang." Amira Tan mengulas senyuman dan membalas pelukan dengan melingkarkan tangan pada leher belakang Noah.


Ingin memberikan pelajaran pada pria arogan yang selalu membuat lebam wajah, Noah kini mengincar bibir sensual merah merekah yang sudah beberapa kali dinikmati.

__ADS_1


Bahkan bisa dibilang telah menjadi candu dan tidak pernah bisa berhenti setelah mengetahui hal itu.


Tanpa membuang waktu, Noah kini mendekatkan wajahnya untuk mencium Amira Tan, tetapi tidak jadi melakukan ketika suara Jack semakin menggema di udara.


"Hentikan!" Jack tidak sanggup melihat dengan mata kepala sendiri saat wanita yang dicintai berciuman dengan pria lain.


Mau tidak mau, ia harus percaya meskipun hati menolak kenyataan menyakitkan itu. Patah hati saat diri sendiri selama ini selalu membuat para wanita menangis saat diputuskan.


Seolah merasa jika saat ini mengalami karma dari perbuatan yang yang selalu mempermainkan perasaan para wanita karena frustasi saat Amira Tan tidak pernah mau membuka hati maupun memberikan kesempatan.


Harapan yang selama ini dipupuk seketika musnah karena muncul pria yang bahkan baru beberapa hari ditemui oleh Amira Tan.


"Aku tidak ingin melihat kemesraan kalian. Jadi, hentikan! Aku hanya ingin tahu, apa yang membuatmu memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pria yang bahkan tidak lebih dariku."


Masih ada sikap arogan dari kalimat Jack ketika patah hati, kini membuat Amira Tan mengalihkan perhatian dari Noah. Kemudian melepaskan tangan dari leher belakang pria yang telah melakukan hal sama.


"Cinta. Aku tidak bisa menjelaskan panjang lebar mengenai apa kelebihan Noah yang membuatku memilihnya. Hanya itu yang kurasakan. Aku selalu gelisah ketika sehari saja tidak bertemu dan sangat bahagia ketika bisa melihat wajah Noah."


Saat Jack tertawa miris karena jujur saja masih belum mempercayai sepenuhnya apa yang diungkapkan oleh Amira Tan. Namun, menyadari jika mengatakan hal itu, Noah akan kembali membalas dendam dengan memanfaatkan hal intim pada Amira Tan.


Bukan itu yang diinginkan Noah. Jadi, memilih untuk mengikuti permainan itu dan ingin melihat sejauh mana akan berjalan.


"Katakan padaku, kapan kamu menyadari memiliki perasaan itu pada si berengsek ini!" Menatap tajam iris kecoklatan yang selama ini bagaikan mengunci hati Jack di dalam sana, hingga terjebak dan tidak tahu pintu keluar.

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2