
Saat ini, beberapa keluarga dari Jack terlihat sudah ada di dalam ruangan rumah sakit karena hari ini akan dilangsungkan pernikahan.
Pernikahan antara Jack dan Amira Tan memang sengaja dilakukan di sebuah ruangan yang merupakan tempat perawatan dari wanita paruh baya tersebut.
Bahkan tadi pagi Amira Tan merasa terkejut saat ada make up artis yang datang ke rumah atas suruhan sang ibu untuk segera dirias, sehingga akan siap dan langsung berangkat ke rumah sakit.
Bahkan pukul sembilan pagi, ia telah dijemput oleh Jack dan langsung berangkat ke rumah sakit bersama. Meskipun mereka hanya diam saja tanpa berbicara apapun selama dalam perjalanan. Seolah sama-sama diliputi kegundahan luar biasa.
Jack merasa sangat gugup karena sebentar lagi statusnya berubah menjadi suami wanita yang selama ini diinginkan dan dicintai, serta takut melakukan kesalahan ketika mengucapkan salah kalimat saat menikah nanti.
'Tenang, Jack. Bukankah ini yang kau inginkan? Jadi, jangan sampai terjadi kesalahan sedikit pun karena itu akan sangat fatal,' gumam Jack yang saat ini sekilas menoleh ke arah sebelah kiri, di mana wanita yang dipuja dan dicintai terlihat sangat cantik memakai gaun pengantin berwarna putih.
Sementara itu, Amira Tan pernah memikirkan pernikahan dengan Jack yang tiba-tiba diputuskan oleh orang tua dan tidak bisa ditolak sama sekali karena kuatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada sang ibu.
Tentu saja hal pertama yang saat ini dipikirkan adalah sang kekasih pujaan hati. 'Padahal aku dan Noah sudah membicarakan mengenai lamaran dan pernikahan, tapi sama sekali tidak pernah menyangka jika saat ini dipermainkan oleh takdir.'
'Aku tidak bisa mengatakan pada Noah bahwa saat ini menikah dengan Jack. Bahkan tidak memberitahu semua staf di kantor. Jika sampai Noah mendengar hal ini, aku yakin pasti akan segera datang ke rumah sakit dan mengacaukan semuanya.'
Amira Tan yang dari tadi hanya diam karena memikirkan sang kekasih yang mungkin akan datang ke rumah sakit dan meluapkan amarah di depan semua orang untuk menggagalkan pernikahan.
Apalagi sangat mengerti bahwa Noah memiliki sifat keras kepala dan tidak bisa berpikir jernih, sehingga bisa melakukan apapun demi hal yang dipikir benar.
__ADS_1
Memang apa yang dilakukan oleh Noah benar adanya, tapi tidak bisa berbuat seperti itu karena akan berdampak buruk pada sang ibu yang masih belum sehat sepenuhnya.
Jadi, ia tidak mengangkat telpon dari sang kekasih. Berpikir bahwa melakukan itu hanya akan menambah masalah. Saat ia tengah memikirkan pria yang dicintai, menolehkan kepala pada pria di balik kemudi tersebut begitu mendengar suara bariton yang menguraikan keheningan.
"Apakah kamu sangat gugup?" Jack mencoba untuk membuka suara karena tidak suka dengan momen keheningan di antara mereka.
"Jangan bersikap seolah-olah pernikahan ini adalah sesuatu yang serius karena aku hanya menganggap sebuah sandiwara semata. Jadi, mana mungkin gugup. Aku dari tadi memikirkan Noah karena semalam tidak mengangkat telpon darinya. Apakah hukuman yang kuberikan berlebihan?"
Saat Jack sama sekali tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada wanita yang akan menjadi istri sah tersebut, merasa kesal karena malah membahas hal lain.
Padahal tadi ingin menormalkan perasaan agar tidak gugup dengan cara menanyakan hal yang sama pada Amira Tan, tetapi selalu mendapatkan jawaban yang membuatnya tidak lagi ingin mengajak berbicara.
"Aku bertanya apa dan kamu menjawab tidak sesuai dengan apa yang ingin kuketahui. Kamu sudah benar melakukan itu karena seorang pria butuh diberikan pelajaran saat bermain-main dengan seorang wanita ketika sudah menjadi pasangan kekasih."
"Apakah kau sedang membicarakan dirimu sendiri?" tanya Amira Tan yang saat ini menatap sinis pada Jack karena mengetahui bahwa pria di sebelahnya tersebut suka mempermainkan perasaan banyak wanita.
"Kamu tahun jika aku hanya bersenang-senang pada mereka untuk melampiaskan kesalahan ketika ditolak oleh wanita yang kucintai. Daripada aku mengakhiri hidup karena patah hati, bukankah lebih baik melakukan hal itu?" Jack sengaja menyindir karena tidak ingin selalu disalahkan mengenai perbuatannya di masa lalu.
Apalagi semua terjadi juga karena kesalahan wanita di sebelahnya tersebut yang menolak mentah-mentah meskipun ia sudah mengungkapkan perasaan cinta yang teramat tulus.
Bahkan beberapa kali memperlihatkan keseriusan dengan cara mengajak anak untuk menikah dan mengakhiri masa lajang. Namun, niat baik Jack sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari Amira Tan yang selalu mengatakan bahwa tidak ada cinta yang dirasakan untuknya.
__ADS_1
Karena tidak ingin mereka membicarakan mengenai perasaan, Amira Tan membuka tas miliknya dan mengeluarkan satu lembar kertas yang semalam dibuat.
"Aku sudah membuat surat perjanjian pernikahan untuk kita. Jadi, tanda tangani itu sebelum melakukan pernikahan." Menaruh di dashboard agar Jack bisa melihat dan menandatangani begitu tiba di rumah sakit.
Amira Tan akan semalam tidak bisa tidur dan memilih untuk membuat surat kontrak mengenai pernikahan mereka. "Baca baik-baik dan segera tanda tangani setelah kau setuju. Jika ada poin yang membuatmu keberatan, bisa mengatakan padaku. Aku akan mengubahnya sesuai keinginanmu."
"Baiklah." Jack menjawab singkat dan masih fokus mengemudi menuju ke rumah sakit yang sudah dekat.
Jack tidak ingin panjang lebar membahas mengenai surat pernikahan. Hingga beberapa saat kemudian terlihat rumah sakit yang menjadi tempat pernikahan dan langsung berbelok ke arah parkiran.
Kemudian mereka turun dari mobil dan langsung berjalan menuju ke arah melalui pintu samping karena tadi Amira Tan sudah mengatakan bahwa tidak ingin menjadi pusat perhatian dari penampilannya ketika berjalan masuk melalui lobi depan.
Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di ruangan perawatan dan melihat beberapa orang sudah menunggu. Namun, orang yang menikahkan masih belum datang dan memilih untuk berbincang sebentar dengan para keluarga yang mengucapkan selamat untuk mereka berdua.
Meskipun acara pernikahan belum dimulai, tetap saja mereka ingin mengucapkan selamat karena hubungan persahabatan selama bertahun-tahun telah naik ke jenjang pernikahan.
Bahkan beberapa sanak saudara mendoakan pernikahan mereka akan menjadi keluarga yang bahagia sampai ajal menjemput.
Amira Tan hanya berakting tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Padahal jauh di lubuk hati tidak mengaminkan doa semua orang karena berpikir akan bercerai setelah sang ibu sehat dan menikah dengan pria yang dicintai, yaitu Noah.
To be continued...
__ADS_1