Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Cerita masa lalu


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Noah baru saja keluar dari ruangan perawatan ibu wanita yang dicintai dengan perasaan hancur dan terluka karena kenyataan pahit dirasakan begitu sang kekasih tidak bisa menolak perintah.


Bahkan detak jantung tidak beraturan yang kini dirasakan olehnya, berbanding terbalik dengan keheningan di rumah sakit ketika berjalan.


Ia bahkan tidak menoleh ke belakang untuk memastikan apakah wanita yang dicintai mengejar karena merasa sangat yakin bahwa Amira Tan tidak melakukan itu karena mengkhawatirkan keadaan sang ibu.


Apalagi tadi dokter mengatakan tidak boleh membuat perasaan pasien terluka ataupun mengalami hal yang memicu serangan jantung, sehingga keyakinan yang dipegang teguh oleh Noah adalah sang kekasih memilih untuk mematuhi ibu demi menyelamatkan wanita yang telah melahirkan.


Noah yang beberapa kali mengembuskan napas begitu berada di dalam lift sendirian, seketika mengarahkan tinju pada udara sekitar untuk meluapkan amarah yang mengguncang di dalam hati.


"Berengsek! Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Apakah aku akan benar-benar kehilangan Amira Tan? Aku sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangan dia."


Bahkan saat ini wajahnya memerah karena dikuasai oleh amarah serta kekecewaan dan sakit hati melihat sikap orang tua Amira Tan yang tidak menyukainya.


"Apa yang harus kulakukan sekarang?" Noah yang saat ini baru saja menutup mulut, di saat bersamaan pintu lift terbuka.


Sebenarnya ia berniat untuk berjalan keluar dari rumah sakit karena tidak tahu apa yang akan dilakukan setelah hari ini. Namun, kaki panjangnya masih berjalan menuju lobi dan memilih untuk menyegarkan pikiran dengan duduk di taman yang ada di area depan rumah sakit.


Saat ia mendaratkan tubuh pada bangku yang ada di taman, tanpa sengaja pandangan melihat ke arah sosok pria yang duduk di atas kursi roda dan juga seorang wanita.


"Aku bahkan sampai melupakan bahwa suami Putri dirawat di rumah sakit ini. Wanita itu ternyata sampai sekarang masih sabar menunggu kesembuhan Arya."


Saat ini, ia masih diam di tempat dan mengamati interaksi antara seorang suami yang berselingkuh dengan wanita lain dan berakhir kecelakaan, sehingga mengalami amnesia.

__ADS_1


"Arya bahkan tidak mengingat siapa namanya dan seperti bayi yang baru saja dilahirkan. Tatapannya sangat berbeda dengan yang dulu. Seperti kosong dan tidak mempunyai tujuan hidup karena sama sekali tidak bisa mengetahui apapun mengenai diri sendiri."


"Aku saat ini sangat hancur karena kenyataan tidak mendapatkan restu dari orang tua Amira Tan dan sekarang bisa merasakan apa yang terjadi pada Putri saat menikah dengan Arya."


Noah yang berniat untuk tetap diam sambil mengamati Arya dan Calista, kini bangkit dari kursi karena jujur saja merasa geram pada pria itu dan belum puas untuk memberikan pelajaran.


Kemudian memilih untuk berjalan mendekat dan menyapa sebentar sebelum pergi. Begitu berada di hadapan Arya dan wanita yang menjadi penyebab Putri menghilang tanpa kabar sampai sekarang, ia seketika bertepuk tangan dan tertawa mengejek.


"Wah ... ternyata aku bisa bertemu dengan seorang putra mahkota dari Mahesa Grup. Arya Mahesa yang sangat hebat saat ini mengalami amnesia dan tidak bisa mengingat apapun yang berhubungan dengan masa lalu."


Sementara itu, Arya yang beberapa saat lalu merasa sangat bosan berada di dalam kamar perawatan, menyuruh Calista untuk menemani menghirup udara segar di taman karena hanya ada wanita itu. Sang ibu hari ini tidak bisa datang karena kelelahan dan tidak enak badan.


Sementara sang ayah menemani sang ibu yang sakit dan tidak datang ke rumah sakit untuk menjenguknya. Begitu mendengar suara seorang pria yang menyapa dan seperti mengarahkan tatapan tidak suka padanya, seketika membuatnya menatap dan ada banyak pertanyaan yang ingin diajukan.


Saat Calista masih berbincang dengan Arya, merasa sangat kesal dan terganggu dengan kedatangan pria yang tidak diundang.


Begitu merasa terancam jika sampai pria yang baru saja datang tersebut mengatakan mengenai masa lalu yang berhubungan dengan Putri, Calista tidak ingin itu terjadi dan seketika langit berdiri dari bangku.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu kami? Jika terjadi sesuatu pada Arya karena perkataanmu yang macam-macam, aku akan menjebloskanmu ke dalam penjara."


Calista beralih menatap ke arah Arya untuk menyadarkan pria yang dicintai tersebut agar tidak terpengaruh oleh apapun yang dikatakan pria di hadapannya. Meskipun tidak tahu siapa, tetapi mempunyai firasat buruk begitu mendengar kalimat terakhir pria tersebut saat mengungkit masa lalu.


"Sebaiknya kita pergi dari sini dan kembali ke kamar karena aku khawatir kamu akan mengalami sakit kepala jika memaksakan untuk mengingat masa lalu."

__ADS_1


"Apalagi dokter melarang untuk memaksakan mengingat semuanya." Calista yang saat ini berniat untuk mendorong kursi roda Arya, tidak jadi melakukan karena sang kekasih melarang.


"Tunggu! Aku hanya ingin mendengar cerita pria ini saja dan tidak akan memaksakan diri untuk mengingat," ucap Arya saat ini tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendengarkan mengenai semua hal yang berhubungan dengan masa lalu.


Apalagi jarang bisa bertemu dengan orang yang mau menceritakan mengenai apa yang terjadi di masa lalu. Entah mengapa ia merasa tidak puas dengan cerita orang tua dan sosok wanita yang merupakan kekasih tersebut.


Saat melihat Calista, entah mengapa merasa tidak merasakan kedekatan apapun. Berpikir bahwa jika bersama wanita yang dicintai, akan merasa bergetar dan bahagia, tetapi tidak mendapatkan itu, sehingga merasa sangat heran.


Meskipun sempat berpikir bahwa semua itu karena kehilangan ingatan, tetap saja tidak bisa mengalihkan pikiran buruk. Ia berpikir bahwa tidak memiliki perasaan apapun pada wanita yang bahkan sebentar lagi akan dinikahi.


Itu karena orang tua sudah mengurus semua persiapan pernikahan. Sementara ia tidak bisa menolak ataupun membantah karena berpikir itu akan mengecewakan dan mempermalukan pihak perempuan, sehingga tidak ingin menyakiti Calista.


Arya bahkan merasa seperti robot yang dijalankan oleh pemilik karena tidak bisa melakukan sesuatu sesuai dengan kata hati demi menjaga perasaan orang tua dan wanita itu.


Begitu mendengar perkataan dari pria yang tidak dikenal tersebut seperti tidak suka dan membenci, sehingga merasa sangat penasaran.


"Cepat katakan mengenai semua masa laluku! Aku melihat kau seperti sangat membenciku dan pastinya dulu aku pernah melakukan kesalahan. Apa yang kulakukan padamu di masa lalu?"


"Kau sama sekali tidak mengenalnya, Arya! Aku bahkan tidak tahu siapa nama pria ini. Kita dulu selalu bersama dan aku tahu siapa saja temanmu. Pasti pria ini hanyalah orang jahat yang ingin memanfaatkanmu karena hilang ingatan," ucap Calista yang saat ini ingin segera meninggalkan taman yang kembali ke ruangan perawatan.


'Jangan sampai pria ini mengatakan pada Arya mengenai status yang dulu mempunyai seorang istri dan sudah bercerai karena selingkuh denganku. Aku khawatir Arya akan membenciku jika mengetahui kenyataan ini.'


Calista hanya bisa berbicara di dalam hati mengungkapkan kekhawatiran yang dirasakan, kini menatap tajam sosok pria di hadapan tersebut. Berharap tidak akan membuka mulut untuk membuka cerita mengenai masa lalu Arya yang tidak diingat karena itu akan mengganggu hubungan mereka.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2