
Jack sebenarnya merasa sangat bersemangat untuk menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh Amira Tan. Tentu saja Jack bukan pria yang bodoh dan tidak tahu apa-apa ketika wanita di hadapannya tersebut mengucapkan kalimat balas dendam.
'Balas dendam yang dimaksud oleh Amira Tan pasti adalah ingin melakukan hal sama karena merasa dikhianati. Namun, sepertinya masih ada keraguan dan membuatnya melamun.'
'Aku harus membuat Amira Tan yakin dengan keputusannya,' gumam Jack yang saat ini masih berpura-pura tidak tahu apa maksud dari perkataan wanita dengan wajah yang terlihat mengenaskan tersebut.
"Balas dendam pada siapa? Maksudnya yang bagaimana? Aku sama sekali tidak paham dengan apa maksudmu." Jack saat ini membiarkan Amira Tan menggenggam erat pergelangan tangan kanan, seorang wanita itu enggan membiarkannya keluar dari ruangan.
Sementara itu, Amira Tan yang saat ini merasa ragu mengatakan pada Jack mengenai niatnya untuk balas dendam pada Noah yang telah berselingkuh darinya dengan bercinta bersama wanita lain.
Kini, Amira Tan menelan saliva dengan kasar saat suara tercekat di tenggorokan untuk mengungkapkan apa yang saat ini dipikirkan. Apalagi Amira Tan tahu bahwa sesuatu yang ada di kepala adalah sebuah hal gila.
Kini, Amira Tan bahkan tidak punya nyali untuk membuka suara karena berpikir bahwa Jack akan mengejek dan mengatakan ia adalah seorang wanita bodoh karena percaya pada Noah dengan menyerahkan diri.
Karena tidak ingin mendapatkan penghinaan dari Jack, Amira Tan memilih untuk mengurungkan niat menceritakan mengenai niat balas dendam yang akan melibatkan sahabat baiknya tersebut.
"Lupakan itu karena sebenarnya ini tidak penting," ucap Amira Tan yang saat ini berbalik badan untuk meninggalkan Jack dengan melepaskan genggaman dari tangan dengan buku-buku kuat tersebut.
Amira Tan ingin menghabiskan malam ini dengan tidur dan melupakan apa yang tadi dikirimkan oleh wanita yang berhubungan dengan Noah. Bahkan Amira Tan masih sangat mengingat wajah wanita itu tampak jelas di foto.
Tidak ingin melibatkan Jack dan terkesan memanfaatkan, sehingga ia berbalik badan dan berniat untuk kembali merebahkan tubuh di atas ranjang yang sudah berantakan hiasan berbentuk simbol hati tersebut.
Karena merasa sangat geram ketika wanita di hadapannya seperti mengombang-ambingkan perasaan, sehingga Jack menghentikan langkah kaki Amira Tan dengan melakukan hal yang sama, yaitu menahan pergelangan tangan kanan Amira Tan dan kemudian menarik sangat kuat hingga tubuh wanita itu terhempas ke dada bidang.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum mengatakan apa yang sebenarnya terjadi! Kamu selalu saja berbuat sesuka hati seperti ini padaku. Katakan apa yang Kamu maksud dengan balas dendam!"
Jack saat ini bahkan menahan punggung dan pinggang Amira Tan, agar tidak bisa kabur darinya dan berharap wanita itu mau menceritakan semua tanpa terkecuali karena berpikir bahwa itu adalah awal hubungan mereka.
Amira Tan yang merasa sangat terkejut dengan perbuatan Noah, saat ini mencoba untuk melepaskan diri dengan menggerakkan tubuh. Apalagi saat ini di antara mereka tidak ada jarak sedikit pun karena tubuh yang saling menempel erat.
"Apa yang kamu lakukan, Noah? Lepaskan aku! Kau telah melanggar poin pertama perjanjian kita. Apakah kau mau aku menuntutmu dan berakhir di penjara?" sarkas Amira Tan yang masih berusaha untuk melepaskan kuasa tangan dengan buku-buku kuat itu dari pinggangnya.
Namun, tenaganya tidak sebanding dengan Jack karena meskipun berusaha sekuatnya, tetap tidak bisa melepaskan.
Bahkan saat ini Amira Tan merasa tidak nyaman ketika tubuh mereka menyatu tanpa jarak dan bisa merasakan embusan napas beraroma mint dari Jack.
Sementara itu, Jack sama sekali tidak memperdulikan semua yang dikatakan oleh Amira Tan karena berpikir bahwa wanita itu harus segera mengatakan.
Apalagi sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana cara Amira Tan membalas dendam pada Noah. "Kamu yang membuatku melakukan ini. Padahal bisa menghentikan dengan cara menceritakan apa yang tadi ingin kau sampaikan mengenai balas dendam."
Jack masih berusaha untuk meyakinkan Amira Tan agar berubah pikiran dan tidak menyembunyikan apapun darinya. Berharap jika wanita itu akan segera menceritakan tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Amira Tan yang semakin merasa tidak nyaman dengan posisi mereka yang sangat intim dan juga malu menceritakan mengenai balas dendam yang ada di pikiran, tapi berpikir bahwa saat ini seperti tidak punya pilihan lain.
Akhirnya ia berusaha untuk menormalkan suara dan tidak lagi berusaha menghindar.
"Baiklah, lepaskan aku!"
__ADS_1
Jack seketika menggelengkan kepala karena tidak percaya pada Amira Tan yang mungkin hanya akan kabur darinya. "Tidak, sebelum menceritakan balas dendam apa yang kamu maksud."
"Aku akan menceritakannya tapi tidak dalam posisi seperti ini. Rasanya aku tidak bisa bernapas saat ini," ucap Amira Tan yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari kuasa tangan dengan buku-buku kuat yang meningkat di pinggang.
Ia seketika bernapas lega begitu Jack melepaskan kuasa dan bergerak mundur beberapa langkah.
Jack yang sudah tidak sabar ingin mendengar cerita dari Amira Tan, seketika mengangkat tangan ke atas. "Baiklah. Sekarang aku sudah menuruti perintahmu dan sekarang tinggal kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi."
Amira Tan beberapa kali menelan saliva karena bingung harus memulai dari mana, tapi mengingat jika saat ini sudah tidak punya ponsel karena tadi menghancurkan dengan membanting di lantai, sehingga mengarahkan jari telunjuk ke sana.
"Aku tadi menghancurkan ponselku dan sekarang tidak punya lagi benda untuk menghubungi orang lain."
"Kenapa melampiaskan kekesalan pada benda tidak bersalah?" Jack saat ini hanya geleng-geleng kepala melihat ponsel milik Amira Tan yang bernasib nahas.
Sementara itu, Amira Tan sama sekali tidak memperdulikan ejekan dari Jack karena melanjutkan cerita. "Aku tadi terbangun dan mengecek ponsel dan membaca beberapa pesan yang membuatku sangat marah dan ia membalas dendam."
"Pesan itu dikirimkan oleh wanita yang bercinta dengan Noah di sebuah kamar hotel. Mereka mabuk dan berakhir di atas ranjang." Amira Tan bahkan merasa sangat miris ketika kehancurannya diketahui oleh Jack.
Hingga perkataan dari pria itu membuat bulu kuduk merinding dan ia sangat kebingungan menjawab.
Jack yang saat ini berpura-pura baru saja mengerti dengan apa yang diceritakan oleh Amira Tan, memilih untuk langsung mengungkapkan keinginan wanita itu yang tadi diucapkan.
"Jadi, mau ingin membalas dendam dengan melakukan hal yang sama? Itu adalah sebuah hal yang wajar dan pantas didapatkan oleh pria berengsek itu. Bukankah sudah kukatakan bahwa Noah hanyalah seorang pria bajingan?"
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak percaya padaku? Jika kamu ingin membalas dendam dengan melakukan hal yang sama, jangan dengan pria lain karena sekarang adalah istriku. Lakukan itu denganku," seru Jack yang saat ini menatap intens sosok wanita di hadapannya.
To be continued...