Cinta Sang Pendosa

Cinta Sang Pendosa
Perbuatan intim


__ADS_3

Arya seketika menepikan mobil karena ingin memastikan bahwa apa yang barusan dikatakan oleh Calista benar. Bukan sebatas menggoda seperti yang tadi dilakukan.


"Apa kamu serius dengan perkataanmu? Kamu tahu apa artinya mengajakku datang ke apartemenmu?"


Tanpa ragu dan memang tujuan utama hidup Calista adalah membuat Arya berpaling dari Putri, kini menganggukkan kepala. "Aku tidak pernah bercanda dalam mengambil keputusan mengenai hidupku. Lagipula aku bukan anak kecil lagi."


"Malam itu, kamu melakukan itu karena sedang mabuk dan menganggapku adalah wanita itu. Aku terluka. Bahkan sepanjang perjalanan menangis karena merasa tidak berharga. Jadi, malam ini aku ingin kamu melakukan dengan sadar dan menyebut namaku."


Ini adalah jebakan kedua yang dipasang oleh Calista pada Arya dan merasa yakin jika pria itu tidak akan pernah menolak. Apalagi mengetahui bahwa pria itu masih sangat muda dan bergairah. Tentu saja tidak akan pernah menolak tawaran menarik dan menguntungkan.


"Bagaimana, Arya? Kamu bersedia, kan?"


Masih terdiam karena tiba-tiba tubuh Arya semakin menghangat karena yang dipikirkan adalah menelusuri setiap inci kulit putih Calista.


'Astaga, Calista. Apakah wanita ini sadar telah menyerahkan diri padaku sepenuhnya? Apa yang harus kulakukan? Aku ragu, tapi sayang sekali jika menolak tawaran ini.' Arya masih mencoba untuk beragumen sendiri di dalam hati demi mempertimbangkan keputusan.


Kini ia menatap tajam sosok wanita yang terlihat sangat tenang di sebelahnya. "Kamu tahu apa artinya ini, kan? Aku tidak akan pernah melepaskanmu jika sudah tiba di sana."


Hanya anggukan kepala yang kini menjadi jawaban Calista. Tidak ingin berbicara banyak karena hanya ingin menahan Arya di sisi dan tidak bertemu dengan wanita bernama Putri lagi.


'Aku akan membuatmu melupakan wanita itu karena akan mengganti nama itu dengan namaku di hatimu, Arya.'


Saat melihat Calista hanya diam dengan anggukan kepala, kini Arya memutuskan untuk kembali menyalakan mesin mobil dan mengemudikan menuju ke arah apartemen.


Namun, melupakan sesuatu. Bahwa melupakan alamat apartemen karena saat itu tengah mabuk dan pagi hari tidak memperhatikan saat sibuk merutuki kebodohan yang telah memperkosa Calista.


"Alamat apartemen!"


Calista langsung menyebutkan alamat dengan senyuman mengembang di bibir karena berhasil menahan Arus pulang menemui Putri.


'Ternyata sangat mudah untuk mendapatkan Arya. Belum setahun aku menjadi teman, ternyata sudah berubah status sebagai kekasih. Sebuah pencapaian luar biasa yang perlu dirayakan.'

__ADS_1


'Membusuklah di penjara Mark Zuckerberg. Aku akan bahagia dengan pria yang jauh lebih baik darimu. Arya akan mencintaiku dan tidak akan pernah mengkhianati cinta kami.'


Calista tidak berhenti tersenyum dan menatap jalanan ibu kota dengan lalu lalang kendaraan dan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi jalanan saat dilalui.


Sementara itu, pria yang kini tengah mengemudikan mobil dengan pikiran berkecamuk saat menerima tawaran luar biasa dari Calista.


'Aku tahu ini salah, tapi sebagai bentuk pelampiasan atas apa yang Putri lakukan saat menipuku, membutuhkan seseorang untuk mengobati luka ini. Semoga Calista bisa menggantikan posisi yang ingin kuhapus dari hatiku.'


'Aku akan menceraikan Putri setelah papa menyetujui dan menikahi Calista secara resmi dengan melamar terlebih dahulu pada orang tua yang sekarang berteman baik.'


Dua insan yang berada di dalam mobil itu tengah sibuk dengan pikiran sendiri karena saat ini tengah memikirkan masa depan dari kelanjutan hubungan mereka.


Setelah setengah jam lebih, mobil berwarna hitam itu pun telah tiba di area apartemen mewah yang merupakan tempat persinggahan Calista.


Sebenarnya apartemen itu dibeli oleh Calista dengan uang sendiri karena sering memenangkan kompetisi di universitas dan menganggap itu adalah sebuah pencapaian luar biasa.


Meskipun ada luka dibalik kisah itu, tetapi berharap bersama Arya, bisa bahagia sebagai pasangan kekasih dan berakhir ke jenjang pernikahan.


Putri hanya menjadi istri secara agama dan disembunyikan dari publik karena dianggap hanya akan mencoreng nama baik keluarga Mahesa.


Sementara Calista akan ditampilkan dengan lantang pada publik karena berasal dari keluarga yang sepadan.


'Inilah yang dinamakan mimpi terlalu tinggi. Putri terlalu bermimpi karena tidak menyadari apakah pantas untuk mendapatkan Arya yang merupakan keluarga konglomerat. Jika miskin, harus mencari yang sepadan, agar tidak berakhir kecewa seperti ini karena tidak akan pernah mendapatkan restu dari mertua.'


Calista merasa sangat percaya diri dan berjalan keluar dari mobil. Kemudian menuju ke loby untuk masuk ke dalam lift yang membawa mereka di lantai atas.


Bisa dilihat saat Arya berjalan masuk ke dalam lift dan berhadapan dengan jarak sangat dekat.


Calista tidak lebih tinggi dari Arya, sehingga sedikit mendongak demi bisa menatap pahatan sempurna di hadapannya.


"Hari ini tidak akan ada minuman keras karena kita sama-sama sadar. Jadi, jangan sebut nama wanita itu ketika melakukannya denganku."

__ADS_1


Sebagai seorang pria, Arya seolah merasa seperti pemain tidak profesional ketika berada di hadapan Calista karena bisa sangat santai ketika hanya berdua.


Sangat berbeda saat berada di restoran yang bertingkah seperti wanita berbeda yang polos. "Aku seperti melihat dua Calista berbeda."


"Benarkah? Seperti apa Calista satu dan dua?" Merasa sangat penasaran, kini ingin mendengar jawaban dari Arya sambil menggandeng keluar karena pintu lift telah terbuka.


Saat berjalan dengan langkah perlahan karena seperti menikmati obrolan mereka, kini Arya mengungkapkan penilaian.


"Calista di restoran tadi sangat polos dan menggemaskan, tapi yang sekarang liar dan menggairahkan."


Tentu saja refleks suara tawa renyah terdengar dari mulut Calista dan mengarahkan cubitan kecil pada perut sixpack Arya.


"Itu memang benar dan hanya kamu yang bisa melihat Calista kedua. Sekarang aku ingin tahu, kamu lebih suka yang mana? Apakah polos atau liar?"


"Tentu saja liar." Arya menjawab tanpa ragu karena memang selalu seperti itu.


Apalagi dulu jatuh cinta pada Putri karena sangat liar dan berhasil memuaskan hasrat saat bertemu. Sekarang, naluri kelelakian Arya seperti ingin membandingkan antara dua wanita itu.


Manakah di antara mereka yang paling menggairahkan dan membuat Arya ingin segera mengetahui itu.


Calista yang tadi tertawa karena mendengar jawaban Arya adalah kebalikan dari pria karena kebanyakan para lelaki ingin mendapatkan wanita polos dan baik.


Sementara itu bukanlah Calista karena menganggap bahwa gagal menjadi wanita baik setelah menyerahkan diri pada Mark, tetapi dikhianati hingga patah hati.


Jemari lentik Calista memencet passcode. "Ini sandi masuk ke apartemenku. Jadi, kamu bisa mudah ke sini nanti saat aku belum datang."


Arya kini mengetahui passcode dan merasa senang karena bisa bebas keluar masuk ke apartemen milik Calista.


Tentu saja hanya anggukan kepala yang menjadi jawaban dan begitu masuk ke dalam dan menutup pintu, seketika terhuyung begitu tiba-tiba Calista menghambur dan menyerang dengan cara brutal.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Akhirnya Arya sudah menyambut apapun yang dikirimkan oleh Calista. Kemudian menikmati malam penuh cinta di ruangan pribadi yang menjadi saksi bisu perbuatan intim mereka.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2