
Putri memutuskan untuk pergi dari Perusahaan dengan naik taksi. Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, taksi yang membawanya pulang ke kontrakan telah berhenti tepat di depan rumah yang selama ini menyimpan banyak kenangan bersama sosok pria yang masih sangat dicintai, tetapi sudah menceraikan hari ini.
Hingga dalam satu detik, statusnya seketika berubah dan tidak bersuami lagi sekarang. Meskipun hancur berkeping-keping, tetapi ingin menguatkan hati demi satu-satunya harta berharga yang tidak lain adalah Xander.
Xander merupakan buah cinta mereka dan ia tidak ingin mengorbankan putra malang yang selamanya hidup tanpa kasih sayang seorang ayah. Meskipun berat untuk menghadapi kenyataan buruk itu, Putri berusaha untuk kuat demi Xander.
"Tunggu di sini karena aku ingin mengambil uang dulu," ucap Putri yang memang tidak membawa dompet karena semua tertinggal di mobil Amira Tan.
Tas berisi pakaian dan dompet memang tadi sengaja ditinggalkan di mobil Amira Tan saat masuk ke perusahaan Arya. Sama sekali tidak pernah terpikirkan jika semua akan berakhir menyesakkan dan menyedihkan seperti ini.
Sementara sang supir pun mengangguk perlahan sambil membuka suara. "Baik, Nyonya."
Kemudian Putri beranjak keluar dari taksi dan sedikit berlari kecil untuk masuk ke dalam rumah. Tidak ingin membuat sang supir taksi menunggu terlalu lama, sehingga berusaha untuk cepat mengambil uang di bawah pakaian.
Selama ini, Putri memang masih mendapatkan uang belanja dari Arya meskipun sang suami tidak pulang ke rumah. Namun, menyadari jika sekarang tidak mungkin pria itu masih akan memberi uang setelah bercerai.
Nasib baik pintu rumah tidak dikunci dan Putri bisa langsung masuk. Bahkan bisa melihat jika baby sitter Xander yang merupakan orang suruhan Arya tengah menyuapi sambil menggendong.
"Anda sudah pulang, Nyonya?" seru wanita berseragam pink yang kini melihat sang majikan tiba-tiba kembali tanpa pesan.
"Iya, lanjutkan saja pekerjaanmu. Nanti aku akan menggendong putraku karena sangat merindukannya." Tanpa menghampiri baby sitter tersebut, Putri langsung masuk ke dalam kamar dan mulai berjalan menuju ke arah laci.
Begitu mengambil uang secukupnya untuk membayar taksi, ia buru-buru memberikan pada sang supir dan berterima kasih.
Kemudian kembali ke dalam rumah dan melihat wanita muda yang selama ini merawat Xander telah menyelesaikan menyuapi.
__ADS_1
Refleks Putri mengulurkan kedua tangan untuk meminta bayi yang sangat menggemaskan itu.
"Mama sangat merindukan Xander," ucap Putri yang kini sudah menggendong bayi berusia tiga bulan tersebut.
Bahkan ia tidak berhenti untuk mencium putra malang yang menjadi korban dari kesalahpahaman Arya karena lebih mempercayai orang tuanya daripada dirinya.
Sekarang ia menyadari bahwa perkataan dari orang-orang benar. Bahwa rumah tangga bisa dengan mudah hancur karena adanya campur tangan dari pihak orang tua salah satu pihak.
'Maafkan Mama, Putraku. Semua ini karena ulah kakek dan nenekmu yang sama sekali tidak mau menerima kehadiran kita. Bahkan meskipun Mama merasa yakin jika papamu masih mencintai kita, tapi tidak akan bisa merubah fakta buruk ini.'
'Kita akan selamanya hidup bersama dan Mama akan melakukan apapun yang terbaik untukmu, Putraku,' gumam Putri yang masih menunduk menatap ke arah bayi yang terlihat tersenyum tersebut kala Putri mengajak berbicara melalui tatapan mata penuh kasih sayang.
Sementara itu, sang baby sitter masih berdiri tak jauh dari hadapan majikan dan menunggu perintah selanjutnya. Tentu saja mengetahui jika selama ini mendapat tugas untuk menjaga bayi itu saat wanita itu dirawat di rumah sakit.
'Sepertinya masih belum sembuh dan tidak mungkin bisa merawat Xander sendirian di rumah ini. Apa perlu aku bertanya pada tuan Arya?' gumam wanita yang kini mulai mendengar suara sang majikan ketika mengangkat pandangan.
"Hari ini aku sudah kembali dari rumah sakit dan baik-baik saja. Jadi, kamu boleh pergi sekarang. Aku ingin merawat putraku sendiri. Sekalian minta gajimu pada ...." Putri tidak bisa melanjutkan perkataan karena merasa bingung harus memanggil Arya apa.
Namun, suara dari wanita itu membuatnya merasa lega karena menyambung pembicaraan.
"Gaji saya selama satu bulan sudah dibayar oleh tuan Arya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir, Nyonya. Saya baru bekerja selama seminggu dan masih tersisa waktu tiga minggu. Tidak mungkin saya menerima gaji buta tanpa bekerja, bukan?" ucap wanita bernama Lila tersebut yang ingin mengubah pendirian sang majikan.
Sementara itu, Putri yang sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, kini bangkit dari kursi sambil menggendong Xander. "Tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan gajimu."
"Aku hanya ingin fokus pada putraku mulai sekarang. Kamu boleh pergi sekarang, tapi sebelumnya terima kasih karena sudah menjaga Xander dengan baik. Bahkan putraku terlihat gemuk sekarang."
__ADS_1
"Itu berarti, kamu selama ini merawat Xander dengan baik. Terima kasih," ucapnya yang saat ini mengulas senyuman.
Lila yang kali ini masih merasa bingung karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apakah harus menuruti perintah dari majikan pria atau wanita.
Tidak ingin melakukan kesalahan dan terkesan tidak bertanggungjawab, akhirnya memilih untuk bertanya. "Nyonya, apa saya perlu memberitahu pada tuan Arya bahwa Anda ingin merawat Xander sendiri."
"Atau Anda saja yang akan mengatakan pada tuan Arya?" Lila masih menunggu jawaban dari sosok wanita di hadapannya.
Putri yang berkali-kali merasakan rasa sakit di hati ketika mendengar nama Arya disebut, kini memilih untuk mengangguk perlahan. "Katakan saja dan jelaskan seperti yang kukatakan tadi."
Kemudian ia berjalan masuk ke dalam kamar tanpa berniat untuk menunggu tanggapan dari wanita itu.
Itu karena tidak ingin mendengar nama mantan suami kembali disebut dan didengar. 'Apa tanggapan si berengsek itu ketika baby sitter mengatakan semua?'
Putri hanya bisa bergumam sendiri di dalam hati dan memilih untuk merebahkan tubuh di atas ranjang setelah membaringkan Xander di sana.
Rasa pusing di kepalanya seolah semakin menjadi dan membuat Putri merasa seperti tidak mempunyai tenaga lagi untuk sekedar berdiri. Takut jika pingsan lagi saat menggendong Xander, Putri memilih untuk membaringkan tubuh di sebelah malaikat kecil itu.
'Aku tidak boleh banyak pikiran karena hanya akan membuat penyakit asam lambungku kambuh,' gumam Putri yang kini memeluk erat tubuh Xander dan kembali mengajak berbicara.
Sementara itu, sosok wanita yang masih merasa bingung karena sikap aneh sang majikan perempuan, kini memilih untuk berkemas dan segera pergi karena memang sudah tidak dibutuhkan.
'Aku harus melaporkan ini pada tuan Arya, daripada terjadi kesalahpahaman dan merusak nama baikku sebagai seorang baby sitter,' gumam Lila yang kini sudah berjalan menuju ke arah ruangan kamar yang menjadi tempat menyimpan semua pakaian ganti dan beberapa barangnya.
To be continued...
__ADS_1